Gerak Apresiasi Euro Menguat, Perolehan Positif Jepang Terbayangi

16641021_1326269544109847_2257554250417072368_nGerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD dilaporkan telah mampu bergerak menguat sekitar 0,08% menuju ke level tertinggi dalam kurun waktu 5-pekan di kisaran level 1.0774 pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, setelah pihak dari European Central Bank (ECB) memberikan sinyal tentang akhir program QE.

Dilaporkan bahwa Ewald Nowotny, Gubernur dari The Oesterreichische Nationalbank (OeNB) (bank sentral Austria), telah mengatakan bilamana pihak ECB mungkin akan mulai mempertimbangkan untuk mengakhiri kebijakan moneter longgar. Meski demikian, namun pihak dari ECB tidak akan mengikuti apa yang dilakukan Federal Reserve, akan tetapi lebih memilih untuk menghentikan pembelian obligasi atau menaikkan suku bunga deposito terlebih dahulu.

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD juga terbantu oleh hasil sementara pemilu di Belanda, dimana Perdana Menteri Mark Rutte dilaporkan unggul jauh atas rivalnya, Geert Wilders, yang anti-Uni Eropa dan anti-Islam. Hal tersebut yang kemudian meredakan kekhawatiran atas risiko keluarnya Belanda dari Uni Eropa.

Telah dilaporkan bahwa perusahaan-perusahaan besar Jepang mendulang rekor laba pada tahun lalu. Meski demikian, namun rekor laba tersebut tidak berdampak signifikan pada kenaikan upah para karyawannya.

Kebijakan yang diterapkan di Amerika telah membayangi upaya kenaikan upah pekerja Jepang. Kenaikan upah pekerja Jepang juga terdampak oleh perkembangan politik di kawasan zona Eropa.

Dilaporkan bahwa perusahaan Panasonic Corp., Toyota Motor Corp., Nissan Motor Co. dan Hitachi Ltd., telah mengumumkan peningkatan tipis upah para pekerjanya untuk tahun ini. “Hasil negosiasi upah pekerja lemah, khususnya pada perusahaan eksportir. Saya pikir ketidakpastian kebijakan pemerintahan Trump menjadi pertimbangan,” demikian pendapat Takeshi Minami, kepala ekonom Norinchukin Research Institute.

Dilaporkan bahwa angka kenaikan upah bulanan di lima perusahaan terbesar, termasuk tiga perusahaan manufaktur terbesar, rata-rata naik sebesar 1.240 yen, atau setara dengan $11. Hal tersebut diterapkan, berdasarkan negosiasi antara pihak perusahaan dan serikat pekerja.

Pengumuman dari tiga perusahaan besar di Jepang tersebut telah mencerminkan sikap kehati-hatian dari perusahaan berorientasi ekspor ini terhadap masa depan pasar mereka menyusul berkuasanya Presiden Amerika yang baru, Donald Trump, demikian pendapat Takeshi Minami, kepala ekonom Norinchukin Research Institute. Kebijakan dari Donald Trump telah mengancam akan menaikkan pajak impor yang bisa merugikan ekspor Jepang, termasuk mobil-mobil Toyota, sementara rencana Inggris keluar Uni Eropa bisa menurunkan ekspor Nissan, yang memiliki pabrik di sana.

Toyota, perusahaan manufaktur terbesar Jepang, melihat kebijakan perdagangan Amerika dan pemilu Jerman dan Perancis sebagai risiko besar di tahun ini. Tetsuya Otake, pejabat Toyota, mengatakan pihaknya akan mengamati perkembangan kebijakan dari Presiden Donald Trump.

Dilaporkan bahwa, menurut data Kementerian Keuangan. Jepang, angka keuntungan perusahaan-perusahaan Jepang mencetak rekor kenaikan profit. Angka keuntungan perusahaan-perusahaan Jepang telah mencapai angka 20,8 triliun yen atau setara dengan 2433 triliun rupiah di kuartal terakhir.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak mentah telah bergerak menguat sekitar 0,25% lebih tinggi di kisaran harga $48.85 pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan jika anggota OPEC memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pemangkasan produksi dalam pertemuan bulan Mei mendatang.

Negara-negara penghasil minyak OPEC dan non-OPEC sejauh ini telah menunjukkan kinerja mengesankan dalam menekan pasokan sejak kesepakatan akhir tahun 2016 lalu, demikian menurut Khalid al-Falih dalam sebuah wawancara. Bagaimanapun, kenaikan gerak nilai harga minyak mentah relatif masih akan terbatas pada sesi perdagangan pasar Asia.

Hal tersebut terasumsikan, karena sentiment dari para pelaku pasar yang tengah menantikan rilis data jumlah rig di Amerika. Laporan Baker Hughes pekan lalu, menunjukkan jumlah rig pengeboran aktif di Amerika bertambah untuk 8 minggu berturut-turut, dimana menjadikan total jumlah rig menjadi 617, yang adalah merupakan level tertinggi sejak Oktober 2015.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Euro Bertahan Guna Uji Dibawah 1.30

Seorang analis memberikan gambarannya: “untuk sinyak bullish jangka pendek, pandangan lebih besar telah membuka sinyal bearish dengan angka 1.3150 saat ini sebagai level kunci yang harus diawasi apabila terjadi pemulihan

Forex News 2 Comments

USD Melemah Setelah Rilis Data Fundamental, Euro Menggeliat Kembali Meski Sementara

Mata uang euro rebound setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam 10 bulan terhadap mata uang USD, seiring bertambahnya sinyal perlambatan pemulihan ekonomi Amerika. Kendati demikian, meningkatnya potensi pemangkasan suku bunga

Berita 0 Comments

Yen Di Perdagangkan Tinggi Terhadap Euro Di Tengah Menunggu Hasil BOJ

Yen di perdagangkan dekat level tertinggi dalam enam pekan terhadap euro sebelum Bank of Japan menetapkan kebijakannya pada hari ini di tengah spekulasi bahwa bank sentral akan menunda perluasan stimulus.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image