Gerak Emas Terdukung Bailout Yunani, USD Masih Berupaya Merangsek

Dilaporkan bahwa gerak harga emas di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Selasa (12/ 05/ 2015) pagi ini, telah mengalami penurunan harga yang tipis. Kondisi krisis hutang yang tengah dialami oleh negara Yunani juga mempengaruhi naik turunnya gerak harga emas. Berbagai peringatan akan kemungkinan bangkrutnya Yunani mengemuka setelah Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, kepala pemerintahan yang anti penghematan menghadapai konfrontasi baru dengan blok kreditor dimana Jerman menjadi pemimpinnya. Yunani membutuhkan setidaknya sebuah simbol atas kemajuan yang didapatnya dalam pertemuan para menteri keuangan negara-negara zona Euro yang berlangsung di Brussel pada Senin (22/05). Sinyalemen Yunani ini mutlak diperlukan untuk membujuk European Central Bank (ECB) agar tetap menggelontorkan dana bantuan darurat bagi kondisi perbankan Yunani saat ini. Hal yang berat akan datang esoknya, ketika Yunani harus membayat sekitar 750 juta euro atau sekitar $840 juta US ke International Monetary Fund atau IMF.

Krisis hutang yang dialami negara Yunani otomatis memicu peningkatan permintaan komoditas emas, tetapi kekuatan nilai apresiasi mata uang USD juga turut membebani, dan selalu mengimbangi nilai penguatan gerak harga emas tersebut. Kuatnya nilai apresiasi mata uang USD membuat gerak harga emas menjadi lebih mahal bagi pelaku pasar yang membeli emas yang memegang mata uang lain, sementara mengurangi resiko atau berfungsi juga sebagai langkah lindung nilai. Dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Juni telah turun sekitar 0.03 % ke kisaran level harga $ 1.183.30 US/ ons. Telah dilaporkan juga bahwa pada hari Selasa (12/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 547 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam menjadi Rp 487 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari Selasa (12/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 253.800.000, pecahan 250 gram - Rp 127.000.000, pecahan 100 gram - Rp 50.850.000, pecahan 50 gram - Rp 25.450.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.750.000, pecahan 10 gram - Rp 5.130.000, pecahan 5 gram - Rp 2.590.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 547.000. Juga telah dilaporkan bahwa harag perak jatuh 1.1 % menjadi $16.31 US/ ons, platinum turun 1,5 % menjadi $1, 123.04 US/ ons, dan untuk palladium turun 2,4 % pada $778.75 US/ ons.

Ketakutan para pelaku pasar atas negara Yunani pada default hari Senin kemarin telah membuat kesepakatan baru, yaitu dengan membayar 750 juta euro kepada IMF sehari lebih awal. Menteri keuangan zona Eropa (European Commicssion) menyambut beberapa kemajuan dalam kesepakatan reformasi antara Athena dan IMF. European Commicssion dan ECB (European Central Bank) menyambut baik keputusan Yunani, tetapi juga berpendapat serta mengatakan bahwa akan ada lebih banyak pekerjaan yang diperlukan untuk mencapai kata kesepakatan. Karena dari kegagalan bisa membuat Yunani keluar dari zona Eropa. Sebelumnya, Tsipras telah melakukan pertemuan dengan jajaran menteri utama dalam kabinetnya selama beberapa jam di hari Minggu untuk memberikan gambaran mengenai berbagai negosiasi yang dilakukannya. Athena berharap kelompok Eropa bisa memahami dan menerima kemajuan-kemajuan penting yang sudah diraih oleh Yunani, demikian ungkap salah satu pejabat pemerintahan paska pertemuan tersebut, sebagaimana dilansir oleh situs Bloomberg. Tsipras dan jajaran menterinya mengkonfirmasi bahwa mereka memang butuh kesepakatan yang lebih bersifat saling menguntungkan dalam sebuah kerangka kerja yang dimandatkan oleh berbagai pemerintahan itu.

Pertemuan yang dilangsungkan di Athena tersebut terjadi ditengah memuncaknya berbagai tekanan agar dilakukan sebuah pemilu sela sebagaimana yang dijanjikan sebulan sebelumnya agar mendapat berbagai keuntungan dari pergantian pemerintahan dan untuk menunjukkan komitmen kembali atas program penjualan saham-saham pemerintah yang ada di berbagai perusahaan guna mendapatkan uang kas. Tak ada siapapun diluar Athena yang tahu hingga kapan negeri para Dewa ini bisa bertahan. “Berbagai pengalaman didunia ini telah menunjukkan bahwa sebuah negara dapat saja tiba-tiba berubah tidak mampu membayar hutang-hutangnya,” ungkap Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble dalam sebuah wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung yang diterbitkan pada Sabtu (09/ 05/ 2015) lalu. Schaeuble telah menegaskan bahwa jika negara Yunani mendapat tekanan untuk dikeluarkan dari zona Eropa, bukanlah karena kami - (dalam hal ini) Jerman. Tekad Tsipras untuk membuang rencana pemangkasan anggaran berkenaan dengan prasyarat dana talangan negara Yunani senilai 240 milyar euro dan usahanya untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi dari para kreditornya, telah memukul bursa Yunani semenjak dia mengambil alih pemerintahan. Obligasi Yunani 10T kini memiliki imbal 10.67 %, naik dari sebelumnya sebesar 8.41 % pada malam pemilihan umum pada 25 Januari silam. Bulan lalu, besarnya imbal hasil ini bahkan mencapai posisi tertinggi di 13.64 %. Sementara itu, berbagai tekanan juga muncul kepada Tsiparas dari dalam Partai Syriza sendiri, yang menganggapnya sebagai anak bau kencur dalam hal pemerintahan. Tsipras sebelumnya telah mengambil alih kewenangan bernegosiasi dengan para kreditor dari tangan Yanis Varoufakis, Menteri Keuangan Yunani, yang telah dianggap membuang-buang waktu oleh para koleganya dari negara-negara zona Eropa pada pertemuan terakhir di tanggal 24 April silam.

Berbagai perubahan personil telah dilakukan dalam struktur dan organisasi yang melakukan negosiasi, namun tetap saja belum mendapatkan hasil titik temu yang menggembirakan antara Yunani dengan para kreditornya. Menyusul berbagai program bagi Yunani yang telah dilangsungkan hingga akhir Juni. Jika hingga akhir program tidak juga membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan sejak awal, sudah tentu akan diperlukan sebuah kesepakatan teknis akan pembaharuan program bagi Yunani tersebut yang setidaknya sudah dipersiapkan dan disetujui oleh pemerintahan-pemerintahan kreditor diawal Juni. Menteri Keuangan Belanda Jeroen Dijsselbloem menyatakan bahwa sebuah kesepakatan masih akan sulit dicapai dalam pertemuan yang akan dilangsungkan pada Senin (11/ 05/ 2015) kemarin, ditegaskan olehnya yang sekaligus adalah ketua Pertemuan ini, bahwa kami memang butuh beberapa waktu lagi, meski kami sendiri juga tidak tahu seberapa banyak waktu yang diperlukan, ungkap Dijsselbloem kepada harian Italia Corriere della Sera.

Berbagai negosiasi yang dilakukan Yunani, saat ini dikepalai oleh Wakil Menteri Luar Negeri Euclid Tsakalotos, Varoufakis sendiri akan menjadi kepala perwakilan Yunani dalam pertemuan di Brusel ini. Tsakalotos membantah bahwa hal ini merupakan penurunan tingkatan, dia menegaskan lewat BBC pada Kamis (07/ 05/ 2015) lalu, bahwa dia saat ini merupakan kepala negosiator pemerintah Yunani dengan para kreditornya. Berbagai antusiasme yang ditujukan pada Tsiparas juga telah diperlemah oleh kondisi ekonomi Yunani sendiri dan memunculkan pilihan antara sebagai negara yang diturunkan tingkat kesejahteraannya namun masih dalam Euro ataukah menjadi negara yang tidak bisa diketahui masa depannya dan berada diluar Euro. Sebanyak 54% % rakyat Yunani memberikan dukungan bagi strategi negosiasi yang dijalankan oleh Yunani, turun dari sebelumnya sebesar 82 % dibulan Februari, demikian hasil jajak pendapatan yang dilakukan oleh Marc poll untuk Efimerida Ton Sintakton yang diumumkan pada Sabtu (09/ 05/ 2015) lalu. Masih saja Partai Syriza menjadi partai yang diidamkan dibandingkan partai lainnya bagi rakyat Yunani, lanjut hasil jajak tersebut.

Pertanyaan yang mengemuka di kalangan para pelaku pasar saat ini adalah, seberapa sesuaikah imbal hasil obligasi negara Yunani sebelum para pemerintahan kreditor kehilangan kesabarannya. Sebagaimana diketahui bahwa beberapa anggota blok Partai Demokratik Kristen dimana Angela Merkel, Kanselir Jerman, tetap memberikan dukungan bagi Kanselir agar Yunani bisa dipertahankan dalam keanggotaan zona Eropa, namun terdapat pula beberapa pendapat yang menentang hal ini, khususnya dari beberapa pejabat Kementrian Keuangan Jerman yang menyatakan secara tegas bahwa zona Eropa akan lebih baik jika tanpa ada Yunani di dalamnya. Sementara itu, Pier Carlo Padoan, Menteri Keuangan Italia, memberikan komentar terkait Yunani bahwa, timbul suatu kesadaran bahwa waktu yang diberikantelah habis, ungkapnya dengan Messaggero dalam sebuah wawancara di hari Minggu (10/ 05/ 2015) lalu.

Mengenai gerak harga minyak, dilaporkan bahwa gerak harga minyak berdetak sedikit lebih tinggi di perdagangan Asia pada hari Selasa (12/ 05/ 2015) ini, menjelang rilis data pasokan industri mendekati musim panas di Amerika. American Petroleum Institute akan melaporkan pasokan minyak, seperti bensin dan sulingan pada akhir pekan, sebelumnya akan diikuti dari data Departemen Energi AS pada hari Rabu mendatang. Di New York Mercantile Exchange, minyak WTI untuk penyerahan Juni naik 0.06% menjadi $59.22 US/ barel. Semalam, minyak berjangka sempat mundur dari lima bulan tertinggi. Semenatar Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak Brent untuk pengiriman Juni naik $ 0,50 atau 0,70% menjadi $64.93 US/ barel. OPEC, melaporkan bahwa tidak bisa membayangkan skenario di mana harga minyak akan naik lebih dari $100 US/ barel pada dekade mendatang, dilansir dari Wall Street Journal. Dalam laporan bulanan terakhir, OPEC memprediksi bahwa harga minyak bisa sampai $76 pada tahun 2025 ditinjau porsi rancangan laporan. Pada hari Minggu, pejabat pemerintah di Riyadh mengumumkan bahwa raja Arab Salman akan melewatkan konferensi regional oleh Presiden Amerika Barack Obama di Camp David. Hal tersebut menggarisbawahi keretakan melebar antara bangsa-bangsa atas kesepakatan nuklir dengan Iran. Sementara perusahaan pelayanan minyak Baker Hughes juga mengatakan dalam laporan mingguan, jumlah rig minyak di Amerika Serikat jatuh 11 ke level 668, secara berturut-turut. Jumlah rig minyak domestik di Amerika tersebut tetap pada tingkat terendah sejak September 2010.

Menengok sejenak perkembangan kondisi ekonomi negara Australia, telah dilaporkan bahwa dolar Australia atau yang lebih dikenal dengan kata Aussie, yang telah bergerak melemah pada perdagangan awal pekan kemarin mulai bergerak rebound setelah data pinjaman perumahan Australia naik lebih tinggi dari eskpektasi. Data yang dirilis Biro Statistik Australia tersebut menunjukkan pinjaman perumahan di bulan Maret naik 1,6% dari bulan sebelumnya. Persentase kenaikan tersebut lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 1,1%. Pasar properti merupakan salah satu sektor yang diperhatikan Reserve Bank of Australia (RBA) karena dikhawatrikan akan menimbulkan ketidak stabilan dalam perekonomian. Peningkatan di sektor properti kemungkinan akan menjadi pertimbangan bagi Reverse Bank of Australia (RBA) tersebut untuk tidak lagi menurunkan suku bunga. Reverse Bank of Australia (RBA) dalam sendiri dalam laporan kebijakan moneter kuartalan hari Jumat menyatakan kesiapannya untuk menyesuaikan kebijakan moneter jika diperlukan. Aussie pada perdagangan Senin melemah setelah National Australia Bank melaporkan indeks kepercayaan bisnis bulan April tetap sebesar 3 dari bulan sebelumnya.

Dari Jepang dilaporkan bahwa, mata uang yen mencoba menapaki USD, namun ketika data inflasi sudah dirilis, sepertinya mata uang yen akan cenderung mengalami depresiasi. Apresiasi mata uang USD/ JPY menguat 0.05% ke level 120.14. Pasar berbicara mengenai komentar terbaru dari pejabat di Amerika dan Jepang mengenai ekonomi dan kebijakan moneter, dimana Jepang sudah merilis pinjaman per tahunan di Senin malam. Dari dampak kenaikan pajak konsumsi di bulan April lalu, inflasi IHK bulan Maret hanya 0,2%. Meskipun demikian Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda menunjukkan optimis terhadap hasil tersebut. Mengingat harapan bahwa BoJ akan mengumumkan langkah-langkah kebijakan stimulus lebih lanjut tahun pada ini, dan kemungkinan The Fed untuk menaikkan suku bunganya pada tahun ini juga, kita melihat ada kecederungan mata uang yen masih cenderung tertekan.

Pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (12/ 05/ 2015) ini, perdagangan pasar emas diperkirakan akan berada pada volatilitas yang tidak terlalu besar seperti perdagangan sesi pasar hari Senin kemarin. Hal ini diasumsikan, karena minimnya data ekonomi selama sesi perdagangan hari ini akan membawa para pelaku pasar untuk hanya lebih berfokus pada pergerakkan nilai apresiasi mata uang USD. Mata uang USD dilaporkan bergerak menguat tipis terhadap berbagai mata uang utama di hari Selasa ini, seiring ketegangan krisis utang Yunani mendorong koreksi mata uang Euro ke level terendah 1 minggu. Fluktuasi di major currency kemungkinan masih berlanjut selama hasil rapat Eurogroup di Brussel belum menghasilkan kesepakatan yang signifikan untuk mengucurkan dana bailout.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Dollar Lebih Jinak, Rupiah Nikmati Penguatan Sesaat

Nilai tukar Rupiah berhasil menguat setelah terperosok ke posisi terendahnya dalam 16,5 tahun terakhir di 13.244 per Dollar kemarin. Namun demikian bukan berarti penguatan kurs domestik akan menjadi tren karena

Forex News 0 Comments

Gerak Nilai Apresiasi Euro dan Pounsterling Tertekan, Kebijakan FOMC Diharapkan Sesuai Harapan Pelaku Pasar

Pada sesi perdagangan pasar hari Senin (15/ 06/ 2015) pagi ini dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah mengalami pergerakan yang masih terbatas. Gerak harga emas pagi ini masih belum

Forex News 0 Comments

Forex Harian Dollar AS, Rebound Menguat

Setelah pada perdagangan kemarin bergerak naik, Dollar AS pada hari ini (06:10:54 GMT, Jum’at, 2 Mei 2014) menguat terhadap mata uang utama lainnya. Dibuka pada 0.8792 di awal perdagangan (00.00

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image