Gerak Emas Tunggu Kepastian FOMC Nanti

Gerak Emas Tunggu Kepastian FOMC Nanti

10629717_695935227147177_9147485534134758324_nPada sesi pasar Asia hari Rabu (08/ 10/ 2014) ini, gerak harga emas telah tercatat menguat tipis. Harga emas telah rebound dari tadi malam. Para pelaku pasar tetap berfokus kepada penjelasan The Fed Kamis dini hari nanti. Para pelaku pasar juga melihat perkembangan dari The Fed dini hari nanti, setelah data ketenagakerjaan Amerika yang optimis memicu harapan bahwa bank sentral akan mulai menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Harga emas diperdagangkan volatile selama sesi perdagangan hari Selasa (07/ 10/ 2014), berimbang antara keuntungan dan kerugian dan keuntungan, mengikuti volatilitas pasar mata uang. Pasar saham Amerika yang diperdagangkan melemah telah memberikan dukungan pada pasar emas disesi perdagangan Amerika semalam. Perdagangan pasar emas cukup diuntungankan oleh penurunan tajam pasar saham Amerika, setelah banyak beberapa laporan keuangan oleh bebeberapa perusahaan Amerika melaporkan kinerja kuartal ketiga ahun ini dengan tidak terlalu baik. Indeks Dow Jones telah mencatatkan penurunan sebesar 272.52 atau 1.60% berakhir di level 16,719 pada sesi perdagangan semalam.

Dilaporkan juga bahwa IMF yang menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2015 dan memperingatkan adanya ancaman meningkatnya ketegangan geopolitik yang akan berpotensi membawa pasar global pada level koreksi. IMF memperkirakan bahwa ekonomi Dunia akan tumbuh pada kecepatan 3.8% selama tahun 2015, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada Juli lalu di kisaran 4%. IMF mengemukakan bahwa ekonomi Amerika akan memimpin pertumbuhan ekonomi terbesar di Dunia, dan memperkirakan kawasan Eropa, Brazil, Rusia dan Jepang akan memburuk. Harga emas telah bergerak menguat kembali bersamaan dengan melemahnya rally mata uang yang merupakan gerak rally terbesar dalam setahun ini. Daya tarik emas bagi para pelaku pasar sebagai pengaman investasi setelah mencapai harga termurahnya di 2014 ini telah berkibar kembali. Mata uang USD terjatuh sebesar 1 % terhadap 10 major currencies lainnya. Hal tersebut dipicu oleh setelah rilis data ekonomi Amerika menyatakan bahwa pasar lapangan kerja Amerika mengalami penurunan jumlah angka pencari kerja, terendah sejak Februari 1978. Bila nilai USD merosot 0,9 %, yang merupakan posisi terbesar sejak 18 September 2013, sementara harga emas naik 1,2 %, kenaikan terbesar dalam dua bulan. “Jika treasury jatuh, saya bisa melihat mata uang USD turun 20 poin, yang jelas bearish untuk USD,” ujar Graham Leighton, pedagang Marex Spectron Group di New York, melansir Chicago Tribbune. Dia mengatakan jika terjadi bearish untuk USD, maka itu bullish untuk komoditas. Walaupun begitu, data ini masih menyatakan bahwa tingkat pengangguran di Amerika masih mengalami penurunan bahkan yang terendah sejak Juli 2008. Jumlah kenaikan pekerja bahkan lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya. Dilaporkan bahwa harga emas di Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember telah diperdagangkan di level $1,212.20 US, naik 0,03%. Harga spot emas ditutup naik sebesar $1.40 US atau 0.12% berakhir pada $1,208.70 US, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,213.30 US dan serendah $1,202.75 US. Sejak Desember 2008 hingga Juni 2011, harga emas mengalami lonjakan sebesar 70 % setelah kebijakan The Fed melakukan aksi beli obligasi untuk mendukung perekonomian nasional Amerika. Selain itu, pertimbangan untuk menaikkan suku bunga kembali muncul sejak pertengahan 2006 setelah kondisi ekonomi Amerika yang membaik. Gerak harga perak pun juga telah mengikuti kenaikan harga emas dengan berada di harga termahalnya dalam 15 minggu ini. Mengikuti harga emas global, harga jual emas PT. Aneka Tambang, Tbk. (Antam) tetap di level Rp 524 ribu/ gram pada hari Rabu (08/ 10/ 2014) ini. Demikian juga harga buyback emas Antam juga tetap di Rp 467 ribu/ gram. Mengacu pada laporan situs resmi logam mulia, berikut adalah daftar harga emas yang dijual Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 242.300.000, pecahan 250 gram - Rp 121.250.000, pecahan 100 gram - Rp 48.550.000, pecahan 50 gram - Rp 24.300.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.175.000, pecahan 10 gram - Rp 4.900.000, pecahan 5 gram - Rp 2.475.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 524.000. Harga perak untuk pengiriman Desember sementara tercatat naik 0.20% di level $17.220 US/ ons. Tembaga untuk pengirman Desember memperoleh 0.08% di level $3.036 US/ pon. Menekan harga rendah enam bulan dari $2.985 US pada tanggal 2 Oktober. Perlemahan apresiasi mata uang USD selanjutnya menjadi pendorong kebangkitan harga emas kembali, selain faktor psikologis bahwa disaat harga terjatuh dan murah, membuat sebagian pelau pasar melakukan aksi beli kembali atas harga komoditi yang jatuh. Meski demikian, kenaikan harga emas saat ini bagi sebagian pelaku pasar masih dianggap terlalu rentan. Salah satu pertimbangan yang bisa memukul kenaikan harga emas saat ini adalah saat The Fed menaikkan suku bunga kembali. Sejauh ini pasar memperkirakan akan terjadi setahun lagi, namun sebagian kecil melihat bahwa bulan Juni yang akan datang sudah akan melakukan kenaikan suku bunga.

Pada sesi perdagangan hari ini para pelaku pasar akan fokus pada pertemuan FOMC Minutes pada Kamis dini hari nanti. Memasuki sesi perdagangan hari ini, emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,215.30 - $1,194.80. Level harga support kuat emas adalah pada $1,180 yang merupakan level terendah sejak tahun lalu. Apabila harga mampu menembus level supports $1,180.00 maka emas berpotensi untuk melanjutkan gerak penurunannya hingga ke target jangka panjang yaitu pada kisaran harga $926.70. Potensi rebound harga emas terjadi pada akhir periode 2014 dengan target hanya pada kisaran harga $1,238.00.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

FOMC Semalam Mengumumkan Pemotongan Program Pembelian Obligasi

Pada sesi pasar Asia hari Kamis (18/ 09/ 2014) pagi ini, bursa komoditi emas telah jatuh lebih dalam. Hal ini karena prospek kenaikan suku bunga The Fed tahun 2015 membebani

Forex News 0 Comments

Pernyataan RBA’s Stevens Bebani Kinerja Aussie

Aussie terlihat kesulitan mempertahankan momentum penguatan setelah RBA’s Stevens kembali memperingatkan resiko pelemahan Dollar Australia. “Pasar terlalu remeh menghadapi resiko pelemahan Dollar Australia. Akan cukup mengejutkan jika aussie dapat mempertahankan

Berita 0 Comments

Yen Tekan USD, Zona Eropa Mulai Berbenah

Pada sesi perdagangan hari Senin (27/ 10/ 2014) ini, para pelaku pasar akan fokus pada data Pending Home Sales Amerika yang diperkirakan mencatatkan kenaikan sebesar 0.5% selama periode September. Gerak

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image