Gerak Emas Tutup September Dengan Perlemahan

Gerak Emas Tutup September Dengan Perlemahan

10629717_695935227147177_9147485534134758324_nPada perdagangan sesi pasar hari Rabu (01/ 10/ 2014) ini, harga emas terlihat bergerak melemah mendekati level support. Hal ini karena para pelaku pasar merespons kondisi atas menguatnya mata uang USD terhadap sebagian major currencies lainnya. Indeks USD tercatat berakhir naik sebesar 0,4% di level 85,93. Pada akhir perdagangan pasar di hari Selasa kemarin, harga emas berjangka ditutup turun hampir 6% lebih. Sebelumnya, harga emas mendapat dukungan karena adanya kerusuhan di Hong Kong sehingga harga ditutup menguat.

Gerak harga emas telah mencatatkan kerugian tajam selama tiga bulan berturut-turut, mencatatkan kerugian tajam sebesar 127.60 atau 9.55% sejak awal Juli. Sentimen dari ekspektasi pemercepatan peningkatan suku bunga Amerika Serikat, kembali terus cenderung memicu nilai mata uang USD untuk menguat. Dampak dari hal tersebut, selain pelemahan daya beli para pelaku pasar karena peralihan pola investasi juga menjadi factor yang kuat terhadap pergerakan harga emas yang dianggap selama ini sebagai safe haven. Dampak dari sentimen ekspektasi kelanjutan kebijakan The Fed terlihat berhasil cenderung menutup sentimen positif dari kisruh di Hong Kong dan jatuhnya laporan data Consumer Confidence Amerika. Telah dilaporkan oleh Conference Board Amerika sebelumnya bahwa Consumer Confidence Amerika jatuh 86.0 di bulan ini dari 93,4 pada bulan Agustus, yang angka direvisi naik dari yang dilaporkan sebelumnya 92,4. Para pelaku pasar memperkirakan indeks menurun menjadi 92,5 pada bulan September. Masih terus berlangsungnya demo di Hong Kong serta turunnya hasil data Consumer Confidence Amerika merupakan sentimen positif cukup kuat terhadap pergerakan harga emas, namun dampak penguatan apresiasi mata uang USD pada perdagangan kemarin berpengaruh lebih kuat. Harga emas berjangka semalam ditutup melemah dan mengancam pada perdagangan triwulan pertama dalam tahun ini setelah data inflasi yang dirilis di zona eropa memicu permintaan mata uang USD. Eurostat telah melaporkan sebelumnya bahwa tingkat inflasi tahunan zona euro jatuh ke level terendah dalam lima tahun dari 0,3% pada September dari 0,4% pada bulan Agustus. Inflasi inti seperti pada strip makanan, energi, alkohol dan tembakau biaya, tercatat sebesar 0,7%, turun dari 0,9% pada bulan Agustus. Harga emas berjangka pada perdagangan di divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman di bulan Desember diperdagangkan turun 0,40% di level $1,206.50 US/ troy ons. Harga spot emas menyelesaikan sesi perdagangan hari Selasa (30/ 09/ 2014) kemarin dengan kerugian sebesar $6.60 US atau 0.54% berakhir pada $,1209.10 US, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,219.95 US dan serendah $1,204.30 US. Harga emas berjangka bisa jadi akan mencari support di level harga $1,205.00 US dan dengan resistensi tertinggi di level $1,220.50 US. Pada awal hari di bulan Oktober ini, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sementara ini cenderung menetap dibandingkan perdagangan di pengujung September. Harga pembelian kembali juga stagnan. Dari situs resmi Logam Mulia Antam hari Rabu (01/ 10/ 2014) ini dilaporkan bahwa harga emas Antam tercatat Rp 525.000 / gram, tidak berubah dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Sementara harga buyback emas Logam Mulia Antam juga tidak bergerak di posisi Rp 470.000 / gram. Berikut merupakan daftar harga emas Antam hari ini, antara lain: 500 gram - Rp 242.800.000, 250 gram - Rp 121.500.000, 100 gram - Rp 48.650.000, 50 gram - Rp 24.350.000, 25 gram - Rp 12.200.000, 10 gram - Rp 4.910.000, 5 gram - Rp 2.480.000, dan 1 gram - Rp 525.000. Juga dilaporkan bahwa harga perak untuk pengiriman Desember turun 0,70% di level $16,938 US/ troy ons, harga tembaga berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,02% di level $3,010 US/ pon. Untuk platinum pengiriman di bulan Oktober dilaporkan kehilangan $9,30 US di level $1,298.50 US/ ons, dan paladium untuk pengiriman di bulan Desember turun sebesar $18,65 US di level $783,55 US/ ons.

Pada sesi perdagangan hari ini, pasar emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran yang cukup besar. Para pelaku pasar akan fokus pada data ADP Employment. Data diperkirakan akan dirilis pada angka yang lebih baik dari periode sebelumnya yakni pada kisaran 210K dari 204K pada periode Agustus. Harga emas hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran level harga $1,212.00 US - $1,194.80 US. Level harga support kuatnya adalah pada kisaran $1,180 yang merupakan level terendah sejak tahun lalu. Harga emas berpotensi untuk bisa melakukan rebound pada kisaran level harga $1,243.70 US. Level harga support terdekat emas adalah pada $1,203.20 US, dan apabila mampu memecah level tersebut maka harga emas berpotensi bergerak pada kisaran harga $1,194.00 US. Level harga resistance emas yang cukup kuat adalah berada pada level harga $1,228.50 US dengan target potensialnya adalah pada level harga $1,236.30 US. Volatilitas pasar emas diperkirakan akan meningkat memasuki sesi perdagangan Rabu (01/ 10/ 2014) hingga Jum’at (03/ 10/ 2014). Pada hari Kamis (02/ 10/ 2014) besok, data Klaim Pengangguran Amerika dan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB ) akan menjadi fokus para pelaku pasar yang utama. ECB diperkirakan akan merilis program pembelian aset pada pertemuan tersebut dan berpotensi membawa mata uang USD menguat. Pada hari Jum’at (03/ 10/ 2014) lusa, data Non-Farm Payrolls Amerika akan menjadi data kunci akhir pekan. Data tersebut diperkirakan oleh para pelaku pasar akan dirilis dengan hasil yang lebih baik yakni pada angka 205K dari 134K pada periode Agustus. Pasar akan memasuki babak baru pada Oktober karena besar kemungkinan sentimen para pelaku pasar akan berspekulasi atas kenaikan suku bunga Amerika dan berakhirnya program pembelian asset Federal Reserve. Kondisi perdagangan pasar emas diperkirakan akan berada pada tekanan besar hingga pertemuan FOMC Minutes pada minggu ke-3 Oktober.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Aussie Terperosok Setelah Pernyataan RBA

Setelah melambung hingga nyaris ke level $0.9300, dollar Australia atau Aussie kemudian langsung terkoreksi tajam tidak lama setelah Bank Sentral Australia (RBA) kembali memutuskan suku bunga unchanged pada 2.5%. Koreksi

CFD News 0 Comments

Komoditas Logam Mengalami Koreksi Bearish, Langkah The Fed Disanksikan Pasar

Perdagangan pasar komoditi emas kembali diperdagangkan melemah selama sesi perdagangan akhir pekan. Pasar mengalami kerugian tajam yang hampir menghapus keuntungan selama sesi perdagangan Rabu (18/ 09/ 2013) setelah pertemuan FOMC

Berita 0 Comments

Mata Uang USD Terhempas, Semua Rival Mulai Bergerak Positif Meski Emas Terseok

Dilaporkan di awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Senin (18/ 05/ 2015) ini, bahwa gerak harga emas dalam kondisi pergerakan yang stabil cenderung flat. Para pelaku pasar masih tetap

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image