Gerak Harga Emas Berpeluang Untuk Rebound

Gerak Harga Emas Berpeluang Untuk Rebound

10629717_695935227147177_9147485534134758324_nPada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (11/ 03/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas tercatat melemah. Gerak harga emas telah jatuh ke kisaran level harga terendah dalam tiga bulan.Hal ini terjadi dikarenakan tertekan oleh gerak penguatan mata uang USD yang telah masuk ke level tertinggi dalam hampir 12 tahun dan adanya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika akan berlangsung pertengahan tahun ini. “Emas akan tetap di bawah tekanan, mengingat sudah mulai ada kekhawatiran Fed dapat menaikkan suku bunganya segera,” kata Kepala Analis pasar Broker AvaTrade, Naeem Aslam, melansir dari laman Reuters.

Telah dilaporkan sebelumnya bahwa gerak harga emas terkoreksi cukup tajam sepanjang sesi perdagangan di hari Sealsa (10/ 03/ 2015) kemarin. Perlemahan ini melanjutkan gerak penurunan di Senin lalu, setelah indeks mata uang USD dilaporkan terus diperdagangkan lebih tinggi dan terus mencatatkan level tertinggi baru. Dirilisnya data non-farm payrolls yang menguat memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini. The Fed telah mempertahankan suku bunga mendekati nol sejak Desember 2008, dan mendorong harga emas. Tapi ketika bank sentral mulai memberikan sinyal untuk mengetatkan kebijakan moneter yang longgar, mendorong turun harga logam mulia. Gerak harga emas spot dilaporkan turun ke level terendah sejak 1 Desember di posisi $ 1.155,60 US/ ons pada awal perdagangan, dan turun kembali sebesar 0,4 % ke posisi harga $ 1.161,55 US. Sementara harga emas untuk pengiriman April menetap $ 6,40 US/ ons pada level harga $ 1,160.10 US. Harga spot emas telah bergerak turun ke posisi terendah tetapi tetap pada tingkat yang tidak terlihat sejak awal Desember. Juga telah dilaporkan bahwa, harga perak berjangka pengiriman Mei telah diperdagangkan lebih tinggi 0.42% di level $15.698 US/ troy ons dengan bergerak menyentuh level $15.602 US untuk sesi terendah harian dan level $15.710 US untuk sesi tertinggi harian. Pada sesi perdagangan pasar sebelumnya, gerak rally yang mata uang USD telah menekan gerak harga logam, khususnya emas, akibat dampak dari perkiraan bahwa kenaikan suku bunga di wilayah Amerika akan terjadi pada bulan Juni mendatang. Presiden Federal Reserve Bank Dallas, Richard Fisher, mengatakan Bank Sentral Amerika harus segera mengakhiri kebijakan moneter mudahnya. Kemudian mata uang USD yang naik nilai apresiasinya ke posisi tertinggi sejak September 2003 terhadap major currencies, membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Dilaporkan pula dengan mengacu pada situs resmi logam mulia, bahwa harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) di hari Rabu (11/ 03/ 2015) ini, harga tengah turun senilai Rp. 1000, menjadi Rp 543.000/ gram. Untuk harga buyback emas Antam adalah senilai Rp. 485000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual di Antam, yaitu: untuk pecahan 500 gram - Rp 251.800.000, pecahan 250 gram - Rp 126.000.000, pecahan 100 gram - Rp 50.450.000, pecahan 50 gram - Rp 25.250.000, pecahan 25 gram - Rp 12.650.000, pecahan 10 gram - Rp 5.090.000, pecahan 5 gram - Rp 2.570.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 543.000.

Perdagangan pasar emas hari ini diperkirakan masih akan diperdagangkan pada kisaran yang cukup besar seperti dua sesi perdagangan sebelumnya. Saat ini, para pelaku pasar juga masih terus berfokus dalam memantau perkembangan pembicaraan mengenai krisis utang Yunani, di mana ketidakpastian berkepanjangan yang tengah terjadi bisa mendorong gerak harga emas. Mata uang euro yang terus melemah ditengah politik Yunani dan Uni Eropa yang masih belum selesai menjadikan mata uang USD terus menerima aliran kuat dana para pelaku pasar dan menekan penguatan gerak harga emas dan juga mata uang utama lainnya. Para pelaku pasar hendaknya tetap berwaspada, karena bisa ada kemungkinan terjadi koreksi yang cukup besar pada mata uang USD. Jika apresiasi mata uang USD terkoreski maka cukup besar kemungkinan bahwa gerak harga emas pun juga akan ikut bergerak rebound dan mungkin bisa mencatatkan angka keuntungan harian yang cukup besar.

Saat ini di sesi pasar Asia, perhatian para pelaku pasar tengah memfokuskan perhatian mereka terhadap laporan hasil industri di wilayah China. Estimasi para pelaku pasar telah memperkirakan bahwa hasil industri China dalam basis tahunan akan mengalami kenaikan sebesar 7.7% pada periode Januari-Februari, meski perkiraan tersebut terlihat sedikit melambat dari hasil periode sebelumnya dengan kenaikan sebesar 7.9%. Laporan lainnya yang juga hadir pada siang ini dari wilayah China diantaranya adalah data penjualan ritel pada periode Janurai - Februari dan investasi aset tetap di bulan Januari. Sejalan dengan dirilisnya data tersebut, apabila ekonomi China alami penguatan maka biasanya hal tersebut akan mendorong gerak harga emas untuk mengalami kenaikan, mengingat China merupakan salah satu Negara terbesar yang melakukan permintaan fisik logam kuning. Namun sebaliknya, jika ekonomi China alami pelemahan maka peluang penurunan yang dialami oleh harga emas dapat terjadi.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Pasar Nantikan Data Rilis Pada Sesi Amerika

Pasar global saat ini mengalami perkembangan yang cukup kompleks. Kondisi geopolitik yang terjadi berimbas di segala sektor ekonomi. Para pelaku pasar merespon waspada karena adanya rumor pasar bahwa Federal Reserve

Komoditas 0 Comments

Yellen Sinyalkan Kebijakan The Fed Desember, Minyak dan Nikkei Koreksi

Mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, bergerak di dekat level terendah 7 1/2 bulan terhadap Greenback. Hal tersebut terjadi, seiring para pelaku pasar tengah bersiap untuk merespons hasil

Response Pasar Saham Setelah The Fed Release

Sebagian besar saham Asia naik pada hari Senin (26/ 08/ 2013), setelah penurunan yang terjadi pada penjualan rumah hari Jum’at kemarin yang membuat sebagian kalangan berharap the Fed akan menunda

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image