Gerak Harga Emas Masih Belum Leluasa

10462515_293497884157725_85497840801553402379_nPelemahan gerak harga emas spot kembali berlanjut pada perdagangan sesi Asia di pagi ini (hari Kamis, 23/ 04/ 2015) yang sedang bergerak negatif, demikian juga dengan emas di bursa berjangka Jepang dan China yang juga terpantau tengah terkoreksi dari perdagangan hari sebelumnya. Kini gerak harga emas spot berkisar di level $1186,88 US. Gerakan harga sempat menyentuh level tertinggi di $1204.86 dan terendahnya di level $1185.61. Diperkirakan gerak harga emas akan cenderung bergerak bullish dan mengarah pada kisaran level $1.190 US/ troy ons. Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (22/ 04/ 2015) kemarin, dilaporkan bahwa gerak harga emas telah diperdagangkan dengan gerak harga melemah tajam dan mencatatkan angka kerugian lebih dari $10 US. Perlemahan gerak harga emas terjadi setelah data ekonomi Amerika dirilis dengan hasil yang tidak terlalu baik.

Telah dilaporkan bahwa data Existing Home Sales Amerika dirilis dengan hasil yang sangat baik dan mencatatkan angka kenaikan sebesar 6.10% selama periode Maret menjadi 5.19M. Data dirilis lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnyayaitu pada 3.00% (F) dan 1.20% (P). Sedangkan untuk data Consumer Confidence Amerika ternyata dirilis turun pada level -4.6 selama periode Maret, lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya pada -3 (F) dan -3.7 (P). Dilaporkan bahwa gerak harga emas spot turun 0,8 % menjadi $ 1.194,68 US/ ons. Sedangkan gerak harga emas berjangka untuk pengiriman Juni turun sebesar $ 9,40 US, menetap di kisaran level harga $ 1.193,70 US/ ons, melansir laman Reuters. Juga dilaporkan pula dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas batangan Logam Mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (ANTM) harganya turun menjadi Rp 545.000/gram dibandingkan dengan kemarin yaitu seharga Rp 548.000/gram. Harga buyback Antam juga ikut turun dari Rp 488.000/gram pada kemarin menjadi Rp 545.000/gram pada hari ini. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas di hari Kamis (23/ 04/ 2015) ini yang dijual oleh Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 252.800.000, pecahan 250 gram - Rp 126.500.000, pecahan 100 gram - Rp 50.650.000, pecahan 50 gram - Rp 25.350.000, pecahan 25 gram - Rp 12.700.000, pecahan 10 gram - Rp 5.110.000, pecahan 5 gram - Rp 2.580.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 545.000. Di sepanjang sesi perdagangan komoditas di pekan lalu, gerak harga emas untuk pengiriman Juni turun 0,3 % dan ditutup di harga $ 1.203,1 US/ ons. Gerak harga emas dunia tengah bergerak jatuh di bawah kisaran level harga $ 1.200 US/ ons. Kondisi perlemahan gerak harga emas terjadi seiring penguatan ekuitas dan kestabilan nilai apresiasi mata uang USD. Ekuitas Amerika bergerak rally, didorong laporan bank investasi Morgan Stanley di kuartal I, tercatat menjadi yang paling menguntungkan sejak krisis keuangan. Kinerja yang kuat menarik pelaku pasar, yang menunjukkan minat yang terbatas dalam emas. Fokus para pelaku pasar atas seputar ekonomi Yunani dan dan optimisme pasar atas rencana kenaikan suku bunga Amerika merupakan sentimen yang saling berimbang antara keuntungan dan kerugian. Pertemuan kebijakan The Fed akhir bulan ini akan memberikan petunjuk kuat tentang waktu kenaikan suku bunga. Gerak reli di pasar saham kemungkinan akan memberikan kontribusi terhadap nilai apresiasi mata uang USD, yang semakin memberikan tekanan berat lebih lanjut pada gerak harga emas. Nilai apresiasi mata uang USD naik 0,5 % atas major currencies pada hari Senin lalu, menyusul penurunan 2 % pada pekan lalu di bawah tekanan hasil rilis data Amerika. Meski begitu, harga emas diperkirakan akan bisa bergerak naik pada sesi pasar pekan depan, mengambil keuntungan dari pelemahan nilai apresiasi mata uang USD. Head of Commodity Strategy Saxo Bank, Ole Hansen mengatakan, lemahnya mata uang USD dapat mengakhiri momentum pasar modal dan meningkatkan gerak harga harga emas. “Yield obligasi negatif di Eropa terus meningkatkan status emas sebagai nilai lindung investasi,” demikian kata Ole Hansen. Mengutip laman International Business Times, pada hari Senin (20/ 04/ 2015), dari 22 profesional di bidang penjualan emas yang disurvei oleh Kitco News Survey pekan ini, sebanyak 13 responden memprediksi harga emas akan naik. Sementara tiga lainnya menilai harga emas akan turun, dan enam lagi melihat harga komoditas emas tidak banyak bergerak. Sementara dari 421 suara yang diperoleh pada survei Kitco secara online, sebanyak 45 % memperkirakan bahwa gerak harga emas akan naik. Sedangkan 40 % yang lain melihat gerak harga emas akan turun dan sisa 15 % lain melihat gerak harga emas bergerak stagnan. Selain oleh karena keadaan tersebut, perlemahan harga terjadi karena para pelaku pasar masih berhati-hati dalam berspekulasi di pasar, dan tengah mencermati langkah-langkah kebijakan baru di China untuk menopang perekonomian terbesar kedua di dunia dan risiko default utang Yunani. Sementara ketidakpastian atas situasi di Yunani bisa mengangkat volume permintaan komoditas emas ritel di zona eropa. Kelesuan ekonomi di China, khususnya usai diberikan langkah-langkah pelonggaran bank sentral selama akhir pekan. Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Bank sentral China pada hari Minggu lalu memotong jumlah uang yang bank harus memegang sebagai cadangan, untuk membantu memacu pinjaman bank dan menanggulangi perlambatan pertumbuhan. Namun belum ada uptick signifikan dalam permintaan fisik dari Asia, kawasan memakan atas, kata para pedagang.

Memasuski sesi perdagangan hari Kamis (23/ 04/ 2015) ini, para pelaku pasar akan berfokus pada hasil rilis data PMI Manufaktur Eropa dan Klaim Pengangguran Amerika akan dirilis hari ini. Pada perdagangan pasar di pekan ini, pergerakan nilai tukar mata uang USD mencatatkan pergerakan terparah setelah rilis inflasi Amerika ternyata tak mampu meredakan kekhawatiran para pelaku pasar. Pasalnya, data-data ekonomi Amerika dapat menjadi salah satu cara untuk membuat The Fed menunda keputusannya menaikkan suku bunga. “Jika mata uang USD berhasil memanfaatkan momentum penguatannya, gerak harga emas dapat terdorong ke kisaran $ 1.221 US dan $ 1.225 US/ ons,” ujar ahli strategi pasar senior iiTrader, Teddy Sloup. Teddy Sloup terbilang yakin bahwa harga emas akan terus naik. Sloup menjelaskan, penguatan positif pada gerak harga emas saat ini bertumpu pada mata uang USD yang menunjukkan sinyal bahwa penguatannya telah berakhir. Menurutnya, agar mata uang USD kembali meraih momentum penguatannya, harga emas harus menyentuh level US$ 1.221 dan US$ 1.225 US/ ons dengan sokongan pelemahan mata uang USD.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Sulit Koreksi, Jepang Dalam Kondisi Sulit

Negara Jepang secara umum tertekan kondisi perekonomiannya saat ini. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, sedang menghadapi situasi dilematis terkait kebijakan fiskal negara Jepang yang akan diambilnya. Wacana kenaikan pajak konsumsi

CFD News 0 Comments

Aussie Paling Banyak Mereaksi Greenback, Minyak Terus Bergerak Menguat

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Dollar Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, bergerak menguat menuju angka kenaikan terbesar dalam kurun waktu empat pekan. Hal tersebut terjadi, setelah

Berita 0 Comments

Pernyataan Yellen telah Tersampaikan, Minyak Menguat Moderat

Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD dilaporkan telah tampak masih melanjutkan gerak penguatan. Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD dilaporkan telah sempat menyentuh 0,7326 sebelum kembali melemah beberapa

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image