Gerak Harga Emas Masih Di Bawah, Ritel Jerman Turun Dan USD Terkoreksi

Gerak harga emas diperdagangkan dalam kondisi melemah saat memasuki sesi perdagangan ketiga di pekan ini (sesi pasar hari Rabu, 29/ o4/ 2015), kehilangan dukungan setelah menguat tajam dalam dua sesi perdagangan berturut-turut. Meski indeks mata uang USD diperdagangkan melemah tajam mencapai level 94.71 semalam, namun gerak harga emas stabil di atas level $1,200 US/ ons, bahkan setelah pertemuan FOMC Minutes digelar. Gerak harga emas dunia melonjak lebih dari 2 % berada di atas posisi $ 1.200 US/ ons, dan menjadi kenaikan satu hari terbesar sejak Januari akibat aksi short covering yang memicu lebih banyak pembelian.

Gerak harga emas mulai bergerak lebih rendah dan menetap dibawah level $1,210 setelah pertemuan FOMC Meeting Minutes dirilis. Pertemuan yang hanya memberikan sedikit ulasan seputar suku bunga nampaknya mengecewakan para pelaku pasar dan membawa peralihan spekulasi asset ke pasar mata uang semalam. “Ini cukup undervalued dan kami telah memiliki periode panjang konsolidasi sekitar US$ 1.200 mark,” kata Mark O`Byrne, Direktur Riset Bullion GoldCore. Mark O`Byrne mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang memacu rally gerak harga emas, short-covering bisa menjadi pendorong utama saat ini. Dalam pertemuan yang digelar semalam, Presiden Federal reserve, Jannet Yellen, mengungkapkan bahwa suku bunga dapat berubah kapan saja dan mungkin di luar dari pertemuan FOMC. Perubahan suku bunga Amerika bisa memungkinkan akan terjadi pada Juli hingga Oktober. Mata uang USD jatuh ke posisi terendah dalam tiga minggu terhadap major currencies dan mungkin telah memaksanya turun dari posisi bearish mereka, demikian menurut pendapat analis dari Teknis Forex.com, Fawad Razaqzada, dalam sebuah catatan. Dia menulis, prospek teknis emas lebih konstruktif secara tiba-tiba. Telah dilaporkan bahwa indeks USD terkoreksi dan anjlok sejak dibukanya sesi perdagangan pasar Amerika. Perlemahan index USD terjadi, menyusul buruknya data GDP negara yang hanya tumbuh sebesar 0.2% pada kuartal pertama tahun ini. Data yang dirils tersebut jauh lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya dan data sebelumnya pada 1.00% (F) dan 2.20% (P). Indeks USD dilaporkan ditutup turun sebanyak 93 poin atau 0.98% berakhir pada level 95.16, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 96.21 dan serendah 94.71. Telah dilaporkan bahwa gerak harga spot emas naik 2,1 % menjadi senilai $ 1.203,30 US/ ons. Pencapaian gerak harga emas ini jauh di atas sesi sebelumnya dalam lima pekan terakhir. Gerak harga emas berjangka untuk pengiriman Juni dilaporkan telah ditutup dengan mendapatkan angka naik sekitar 2,4 % pada posisi level harga $ 1.203,20 US/ ons. Permintaan emas fisik di pasar Asia utama saat ini positif setelah pekan lalu mengalami kejatuhan harga, kata para dealer, dengan premi Shanghai bergerak naik ke posisi US$ 4 US/ ons. Telah dilaporkan juga bahwa pada hari Kamis (30/ 04/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 551 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam menjadi Rp 490 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari Kamis (30/ 04/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 255.800.000, pecahan 250 gram - Rp 128.000.000, pecahan 100 gram - Rp 51.250.000, pecahan 50 gram - Rp 25.650.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.850.000, pecahan 10 gram - Rp 5.170.000, pecahan 5 gram - Rp 2.610.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 551.000. Menyinggung komoditas lain, dilaporkan bahwa harga gas alam naik untuk sesi kedua berturut-turut pada penutupan Rabu dan sesi pagi asia, karena pelaku pasar mengamati perkembangan informasi harga mingguan yang kian membaik dan data persediaan gas Amerika yang juga mengukur kekuatan permintaan untuk bahan bakar. Di New York Mercantile Exchange, gas alam untuk pengiriman Juni terkerek 2,7 sen atau 1,08% dan diperdagangkan pada level $ 2,564 US/ juta British thermal unit selama pagi. Sehari sebelumnya, gas alam naik tipis 2,3 sen atau 0,91% dan ditutup pada level $ 2,537 US. Laporan penyimpanan dari Administrasi Informasi Energi Amerika yang akan dirilis Kamis ini memperkirakan bahwa pasokan akan berkisar pada angka 86 miliar kaki kubik untuk pekan yang berakhir 24 April. Persediaan naik 77 miliar kaki kubik pada minggu yang sama tahun lalu, sedangkan lima tahun perubahan rata-rata meningkat 55 miliar kaki kubik. Dilaporkan pada sesi pasar Asia hari ini bahwa, apresiasi USD/ JPY, mata uang USD terkoreksi dan bergerak melemah terhadap mata uang yen pada sesi Asia pada hari Kamis ini. Perlemahan terjadi setelah BoJ meninggalkan kebijakan tidak berubah, mengecewakan beberapa pelaku pasar yang melihat adanya kesempatan untuk pelonggaran tambahan yang akan berdampak pada penguatan USD. Mata uang USD lanjutkan pelemahannya dari semalam terhadap mata uang Jepang, setelah pertumbuhan ekonomi Amerika yang lesu meredakan spekulasi dari kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam jangka pendek. Keputusan dari BoJ juga mendorong penurunan lebih lanjut pada bursa saham Jepang, mendorong turun indeks Nikkei hingga 2.6% dan menggiring investor untuk memburu aset safe haven seperti yen. Spekulasi telah mencuat diantara beberapa pelaku pasar yang memperkirakan untuk adanya kejutan pada pelonggaran kebijakan mengingat keputusan BOJ pada akhir Oktober. Keputusan pelonggaran telah mendorong USD ke level 112.47 yen dari 109.22. Namun seperti perkiraan banyak pelaku pasar, bank sentral meninggalkan kebijakan tidak berubah pada hari ini, mempertahankan pandangan bahwa Jepang masih berada pada jalurnya untuk mencapai target inflasi 2% meskipun pertumbuhan harga stagnan dan spekulasi berkepanjangan bahwa diperlukan tindakan lebih lanjut. Bank sentral memutuskan untuk mempertahankan pembelian aset tahunan sebesar 80 triliun yen ($672.2 miliar US), mengabaikan seruan dari anggota parlemen yang mendesak bank sentral untuk meningkatkan pembelian hingga 90 triliun yen.

Dari Jerman telah dilaporkan bahwa, penjualan ritel Jerman secara mengejutkan kembali memperlihatkan angka negatif di bulan Maret, memperpanjang penurunan yang tercatat di bulan Februari, menurut laporan kantor statistik federal Destatis hari Kamis. Penjualan ritel bulan Maret merosot 2,3% setelah turun 0,1% di bulan sebelumnya. Angka tersebut mementahkan estimasi kenaikan 0,4% dari para pelaku pasar. Kendati demikian, data penjualan ritel Jerman dinilai sebagai indikator yang volatile dan rawan mengalami revisi besar. Oleh karena itu, para pelaku pasar cenderung menyikapi angka bulanan dengan hati-hati dan lebih mempertimbangkan rata-rata angka dalam 3 bulan. Pada basis tahunan, penjualan ritel Jerman mencatat kenaikan sebesar 3,5% di bulan Maret. Sedangkan dalam 3 bulan pertama tahun 2015, penjualan ritel meningkat 3,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tambah Destatis. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (30/ 04/ 2015) ini, pasar emas akan kembali diperdagangkan pada volatilitas yang cukup besar. Pergerakan harga di pasar diperkirakan akan menguat memasuki sesi perdagangan pasar Eropa hingga pasar Amerika hari ini.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Terganjal Data Ekonomi Negatif

Menjelang rilis data China yang dijadwalkan akan dirilis besok (11/01), pergerakan nilai tukar valuta Australia masih bercokol di kisaran 1.0500 di awal perdagangan pasar Asia. Aussie sempat menembus level 1.0530

Fundamental 0 Comments

Gerak Harga Minyak Bertahan di Kisaran Atas, Pondsterling Tunggu Momentum

Telah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (28/ 08/ 2015) ini, bahwa tingkat paritas tengah nilai apresiasi mata uang China, yaitu mata uang Yuan, bergerak menguat sekitar

Berita 0 Comments

Pernyataan Yellen Versus Atas Draghi’s Comment, Greenback Tekan Kuat Para Oposan

Telah dilaporkan bahwa, pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (04/ 11/ 2015) kemarin gerak nilai harga emas mengalami koreksi yang kuat. Gerak nilai harga emas melemah dan terperosot tajam.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image