Gerak Harga Emas Menggeliat, Suku Bunga Amerika Diharapkan Naik

gold bricks 6Gerak harga emas dilaporkan pada sesi pasar Asia di hari Kamis (16/ 04/ 2015) ini, bergerak positif, dan berhasil memangkas angka kerugian yang telah diderita oleh komoditas emas selama ini. Gerak harga emas kembali diperdagangkan menguat cukup tajam, berbalik dari sesi terendah hariannya pada kisaran $1,188.00 US kemarin malam. Gerak harga emas berangsur mulai naik setelah melihat beberapa data ekonomi Amerika yang dirilis dengan hasil yang tidak terlalu baik. Telah dilaporkan bahwa Retail Sales data dirilis dan tercatat lebih lemah dari yang diharapkan para pelaku pasar. Selain itu, gerak positif harga emas juga didukung oleh pernyataan pihak ECB seputar ekonomi di zona ekonomi eropa yang nampak mulai membaik. Meski demikian, gerak harga emas masih tetap berada di bawah kisaran level harga $ 1.200 US/ ons.

Indeks mata uang USD semalam waktu sesi pasar Amerika berlangsung, dilaporkan bergerak menguat pada awalnya. Namun kemudian index mata uang USD terkoreksi turun cukup besar sekitar 0,8 %, dan kembali ditutup dibawah level 99. Indeks mata uang USD akhirnya ditutup dengan mengalami penurunan angka sebanyak 42 poin atau 0.43% dengan berakhir pada level 98.36, setelah sempat diperdagangkan hingga di level 99.38 tingginya dan serendah di level 98.23. Sedangkan indeks FTSEurofirst pan-Eropa 300, berbalik lebih rendah setelah mencapai level tertinggi sejak 2000 dan saham Amerika bergerak naik tipis. Kondisi ini tentunya tidaklah disia - siakan oleh para pelaku pasar, untuk mengambil kesempatan dengan masuk ke perdadagangan pasar kontra mata uang USD termasuk di komoditas emas. Dilaporkan bahwa Departemen Perdagangan Amerika mengatakan penjualan ritel meningkat 0,9 %, di bawah 1 %, demikian survei ekonom Reuters. Juga dilaporkan dari Departemen Tenaga Kerja Amerika secara terpisah mengatakan bahwa indeks harga produsen untuk permintaan akhir meningkat 0,2 % bulan lalu. Tapi dalam 12 bulan sampai Maret, harga produsen turun 0,8 %, penurunan terbesar tahun ke tahun sejak 2009. “Penjualan ritel berada di bawah harapan … Jadi kita melihat di bagian belakang USD,” demikian kata Tony Walters, Analis Senior Deutsche Boerse. Telah dilaporkan dengan melansir dari laman Reuters, bahwa gerak harga emas spot tengah jatuh sekitar 1,2 % ke level terlemah dalam dua minggu dengan berada di kisaran harga $ 1.183,68 US/ ons dalam perdagangan sebelumnya, kemudian memotong kerugian perdagangan lalu menjadi turun 0,4 % pada kisaran harga $ 1.193,16 US. Untuk gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Juni telah menyelesaikan sesi perdagangan hari Rabu (15/ 04/ 2015) kemarin, dengan mengalami kerugian sebesar $8.70 US atau sekitar 0.70% dengan harga berakhir pada level $1,201.30 US/ ons. Dalam sepekan lalu, emas berjangka catatkan keuntungan sebesar $3.7 atau 0.31%. Juga dilaporkan di hari Kamis (16/ 04/ 2015) ini, bahwa harga emas batangan Logam Mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk. (ANTM), telah naik harganya dibandingkan pada sesi perdagangan kemarin. Harga pembelian kembali juga ikut menguat. Berdasarkan situs resmi Logam Mulia Antam, dilaporkan bahwa harga emas Antam tercatat Rp 550.000/gram. Naik dibandingkan perdagangan kemarin yaitu di harga Rp 547.000/gram. Sementara harga buyback emas naik dari Rp 487.000/gram menjadi Rp 490.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari Kamis (16/ 04/ 2015) ini, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 255.300.000, pecahan 250 gram - Rp 127.750.000, pecahan 100 gram - Rp 51.150.000, pecahan 50 gram - Rp 25.600.000, pecahan 25 gram - Rp 12.825.000, pecahan 10 gram - Rp 5.160.000, pecahan 5 gram - Rp 2.605.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 550.000. Kini gerak harga emas berhasil menekan laju penguatan mata uang USD sehingga gerak harga emas menjadi lebih murah bagi pelaku pasar dari negara diluar Amerika, dan telah meningkatkan permintaan akan komoditas emas. Kondisi ini bisa membawa gerak harga emas dalam penguatan harga secara mingguan setelah 2 pekan berturut emas ditutup melemah. “Kami berharap harga emas lebih rendah, karena mata uang USD yang lebih kuat dan sentimen risiko membaik di pasar keuangan … yang menyebabkan arus keluar dari komoditas emas dan ke aset berisiko,” kata Jens Pedersen, Analis senior Danske Bank. Kondisi positif yang sering mendukung nilai apresiasi mata uang USD, yang telah mendapatkan manfaat dari kemungkinan jika Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini, telah menjadi angin bagi emas batangan selama beberapa bulan terakhir. Dengan adanya kenaikan tarif-tarif di negara Amerika, yang akan menjadi yang pertama dalam hampir satu dekade, akan bisa meredupkan daya tarik para pelaku pasar untuk berperan dan berspekulasi atas aset seperti komoditas emas yang tidak membayar bunga. Presiden Federal Reserve bagian Richmond, Jeffrey Lacker hari Kamis pagi telah mengatakan bahwa masih ada alasan baik untuk menaikkan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan kebijakan di pertengahan Juni nanti. Menurut Lacker, ada alasan kuat agar tingkat suku bunga seharusnya naik saat ini. Ia menambahkan bahwa meski dengan sejumlah sinyal aktivitas perekonomian melambat pada awal tahun, menurutnya peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral di bulan Juni masih cukup tinggi. Jeffrey Lacker merupakan salah satu anggota voting panel kebijakan moneter Federal Open Market Committee (FOMC). Pernyataannya menyusul meredanya outlook kebijakan akibat serentetan data perekonomian Amerika yang lemah. Sebagian besar petinggi The Fed memperkirakan adanya kenaikan suku bunga tahun ini.

Pada sesi perdagangan hari Kamis (16/ 04/ 2015) ini, diperkirakan komoditas emas akan kembali diperdagangkan pada volatilitas pasar yang besar. Hal ini diasumsikan, karena banyaknya data yang akan dirilis sepanjang sesi perdagangan hari ini. Kondisi ini tentunya akan bisa kembali meningkatkan gairah para pelaku pasar untuk masuk ke pasar. Data Perumahan Amerika dan Klaim Pengangguran akan jadi fokus para pelaku pasar malam ini pada sesi pasar Amerika. Pergerakan harga emas spot diperkirakan akan cenderung kembali menguat karena mata uang USD diperkirakan kembali melemah akibat sentimen data Amerika yang menjadi perhatian para pelaku pasar berupa jumlah izin pembanguanan perumahan dan unemployment change yang akan direalease pada hari ini diperkirakan hasilnya akan buruk.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Harga Minyak Mentah Terkoreksi Melemah, Meski Pasar Masih Tunggu Rilis Data

Harga minyak mentah berjangka Amerika melemah pada hari Selasa (25/ 06/ 2013). Harga bergerak mundur hampir 2% menjelang laporan yang diekspektasikan menunjukan pelemahan pada persediaan minyak mentah. Minyak mentah untuk

Forex News 0 Comments

Mata Uang USD Akan Dominasi Pasar, Dukungan Rilis Data Amerika

Gerak rally apresiasi mata uang USD terhadap mata uang yen Jepang dilaporkan untuk sementara terhenti di perdagangan sesi Asia awal minggu ini. Pada gerak mata uang USD minggu lalu telah

Komoditas 0 Comments

Pelaku Pasar Masih Fokus Atas China, Gerak Harga Minyak Terkoreksi

Gerak nilai saham Asia bergerak secara negatif pada awal sesi perdagangan pasar hari Kamis (10/ 09/ 2015)ini. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar yang tengah mencerna beberapa data ekonomi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image