Gerak Harga Emas Mulai Menggeliat, Arab Saudi Kampanyekan Hemat Energi

10570438_754492561275444_52461181166959978980_nPergerakan harga emas dalam perdagangan di pasar kembali dilaporkan telah mencatatkan angka keuntungan yang tajam selama sesi perdagangan ke dua minggu ini. Hal ini terjadi setelah Indeks USD kembali mengalami gerak penurunan pada sesi perdagangan Amerika semalam menyusul buruknya data Neraca Perdagangan dan PMI Service Amerika. Gerak harga emas sempat bergerak searah bersama indeks USD selama sesi perdagangan di sesi pasar Asia hingga pertengahan perdagangan sesi pasar Eropa meski dengan keuntungan yang tidak terlalu besar.

Selama sesi perdagangan Asia, dilaporkan bahwa index USD bergerak naik mencapai level tertinggi hariannya pada 95.99. Namun index mata uang USD kembali bergerak lebih lemah pada awal sesi perdagangan sesi pasar Amerika dan akhirnya index USD ditutup pada level 95.18, turun sekitar 31 poin atau 0.33%. Pada pergerakan sebelumnya, index mata uang USD sempat diperdagangkan hingga setinggi 95.99 dan serendah 94.90. Sedangkan yang terjadi pada pergerakan harga di pasar emas adalah, harga bergerak semakin tinggi menjelang pembukaan perdagangan sesi pasar Amerika dan berlanjut setelah beberapa data ekonomi dirilis. Dilporkan bahwa deficit Neraca Perdagangan Amerika dirilis naik menjadi 51.37 milliar selama periode Maret, data dirilis lebih tinggi dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya yaitu pada -41.20 miliar (F) dan -35.89 miliar (P). Sedangkan laporan mengenai PMI Service dirilis turun menjadi 57.4 pada periode April, dirilis lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data seblumnya yaitu pada 57.8 (F) dan 57.8 (P). Pada sesi perdagangan Selasa (05/ 05/ 2015) kemarin, dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Juni sebagai kontrak teraktif saat ini, telah menyelesaikan sesi perdagangan dengan menorehkan angka keuntungan sebesar $6.40 US atau 0.5% dengan harga berakhir pada level $1,193.20 US/ ons. Dalam pergerakan harga emas berjangka sepekan lalu, emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar 50 cents US atau 0.04%. Juga dilaporkan pada sesi perdagangan Selasa (05/ 05/ 2015) kemarin, bahwa gerak harga emas spot telah menyelesaikan sesi perdagangan dengan tercatatkan angka keuntungan sebesar $5.20 US atau 0.44% dengan harga berakhir pada level $1,192.50 US/ troy ons. Gerak harga emas spot kemarin sebelumnya sempat diperdagangkan hingga ke level harga $1,1,199.780 untuk tertinggi harian dan ke level harga $1,185.620 US untuk terendahnya. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, emas spot telah mencatatkan angka kerugian sebesar $2.7 US atau sekitar 0.23%. Telah dilaporkan juga bahwa pada hari Rabu (06/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) naik Rp 1000 sehingga harga menjadi Rp 548 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam menjadi Rp 489 ribu/ gram, naik sebanyak Rp 1.000 dari hari Selasa (05/ 05/ 2015) kemarin. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari Rabu (06/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 254.300.000, pecahan 250 gram - Rp 127.250.000, pecahan 100 gram - Rp 50.950.000, pecahan 50 gram - Rp 25.500.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.775.000, pecahan 10 gram - Rp 5.140.000, pecahan 5 gram - Rp 2.595.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 548.000.

Dari Australia telah dilaporkan bahwa, laporan hasil rilis data laporan Penjualan Retail Sales Australia telah naik sebanyak 0.3% selama periode Maret. Data dirilis lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada 0.4% (F) dan 0.7% (P). Selama kuartal pertama tahun ini, Penjualan Retail Sales Australia naik sebanyak 0.7%. Lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya yaitu pada +0.9% (F) dan 1.2% (P). Dilaporkan bahwa dolar Australia atau lebih sering disebut dengan Aussie, diperdagangkan menguat tajam selama sesi perdagangan pasar hari Selasa (05/ 05/ 2015) kemarin. Perdagangan apresiasi mata uang Aussie telah mencatatlkan keuntungan lebih dari 100 poin setelah Bank Sentral Australia atau Reverse Bank of Australia telah menurunkan suku bunga sebanyak 25 Bps. Para pelaku pasar nampak merespon hasil pertemuan RBA kemarin setelah pihak dari RBA menjawab pertanyaan pasar seputar penurunan suku bunga yang sudah ditunggu sejak dua bulan lalu. Bukan merespon secara negatif tetapi antisipasi pasar justru membawa spekulasi yang besar selama sesi perdagangan kemarin. Dalam pertemuan kemarin RBA menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 Bps menjadi 2.00%. Aussie diperdagangkan naik sebanyak 106 poin atau 1.33% berakhir pada level 0.79408. Level Harga Aussie setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 0.79547 dan serendah 0.77875. Memasuki sesi perdagangan pagi ini, apresiasi mata uang AUD/USD berpotensi kembali terkoreksi menyimak beberapa data Retail Sales Astralia dan data PMI Service China dirilis dengan hasil yang mengecewakan. Dari China juga telah dilaporkan bahwa hasil rilis data laporan PMI Service China telah turun pada level 52.9. Laporan tersebut lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya yaitu pada 53.1 (F) dan 52.3 (P).

Dari Korea selatan, telah dilaporkan bahwa tingkat ekspor Korea Selatan, yang mengalami penurunan dalam 4 bulan pertama tahun ini, telah menjadi perhatian utama dari Bank of Korea (BoK). “Kami tengah memantau dampak pelemahan mata uang Yen seiring perusahaan Jepang mulai menurunkan harga produk,” kata Chang Min, direktur jenderal departemen penelitian BoK, dalam sebuah wawancara di Seoul. “Kami telah memperhitungkan depresiasi Yen ketika membuat proyeksi bulan April, namun pelemahan yang lebih besar dari perkiraan dapat mempengaruhi ekspor.” Pada pekan lalu seorang pejabat memperingatkan bahwa Korea sedang meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan mata uang Jepang dan dampaknya terhadap pendapatan eksportir. Seperti diketahui, Won telah menyentuh level puncak sejak 2008 terhadap Yen pada bulan lalu. Yang menekan ekspor Korea Selatan hingga ke level terendah dalam lebih dari 2-tahun. Meskipun pengaruh nilai tukar mata uang tidak sekrusial di masa lalu, mengingat telah banyak perusahaan yang membangun pabrik di luar negeri dan menghasilkan lebih banyak barang berkualitas tinggi yang mendominasi pasar, mereka masih tetap memiliki dampak, tambah Chang. BoK menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini menjadi 3,1% dari proyeksi bulan April yang sebesar 3,4%. Sementara proyeksi inflasi dipangkas menjadi 0,9% dari sebelumnya 1,9%. Chang mengatakan bahwa revisi turun tersebut merupakan hasil dari penilaian terhadap sejumlah faktor, seperti harga minyak yang lebih rendah dan penurunan pendapatan yang menggerus belanja pemerintah.

Dilaporkan juga bahwa, harga minyak merangkak lebih tinggi pada hari Rabu menuju ke level tertinggi 2015 yang dicapai pada sesi sebelumnya, didukung oleh pelemahan dollar dan gangguan terhadap ekspor minyak mentah dari Libya. Harga minyak mentah Amerika untuk pengiriman bulan Juni diperdagangkan 43 sen lebih tinggi di $60.83 US/ barel pada pukul 09.19 WIB. Kontrak ditutup naik $1.47 US pada hari Selasa, setelah menyentuh level tertinggi 2015 di $61.10 US. Negara-negara yang tergabung dalam OPEC diperkirakan akan mempertahankan level produksi saat ini pada pertemuan bulan depan, ucap tiga orang delegasi, seiring negara-negara Teluk masih fokus pada pangsa pasar dan reli pada harga minyak telah meredakan seruan dari anggota lain untuk mengurangi suplai. Salah satu produsen OPEC yaitu Arab Saudi mempertahankan harga tidak berubah untuk bulan Juni untuk harga minyak patokan Arab light kepada para pembeli dari Asia, lebih mencari untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan yang ketat, sementara itu naiknya harga minyak untuk Eropa mencerminkan reli harga di dalam kelas saingannya dalam beberapa pekan terakhir. Sebuah laporan dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah Amerika turun sebanyak 1.5 juta barel pada pekan lalu, untuk pertama kalinya pada tahun ini. Sementara itu dalam survei Reuters, indikasikan bahwa cadangan minyak mentah Amerika naik sebanyak 1.5 juta barel pada pekan lalu.

Menengok perkembangan sosial ekonomi di negara Arab Saudi, dilaporkan bahwa pemerintah menginginkan rakyatnya untuk hemat energi. Arab Saudi terkenal selalu memanjakan warganya dengan harga bahan bakar yang terjangkau. Sebagai produsen minyak mentah terbesar dunia, tidak heran jika pemerintahnya tidak kesulitan memberikan subsidi energi secara merata. Namun sama seperti negara ekonomi maju lainnya, tingkat permintaan minyak mentah domestik Saudi terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah dipaksa mengambil strategi baru supaya konsumsi warganya tetap terkendali. Alih-alih memangkas subsidi, otoritas lebih memilih untuk melakukan penghematan bahan bakar dengan cara lain. Di Arab Saudi, harga solar hanya dipatok 7 sen USD/ liter atau sekitar 26 sen/ galon. Harga yang murah tersebut ikut berperan dalam pemborosan konsumsi warganya sejak tahun 1980 silam. Menurut laporan U.S. Energy Information Administration, Saudi Arabia memakai lebih dari seperempat hasil minyaknya untuk keperluan dalam negeri sehingga negara ini menduduki posisi ke-8 dalam daftar konsumen energi terbesar dunia. Bahkan pada tahun lalu, penggunaan minyak mentah untuk pembangkit tenaga mencapai jumlah tertinggi sejak tahun 2009 (data Joint Organizations Data Initiative). Untuk menekan pemborosan, pemerintah mulai mengkampanyekan pemakaian hemat energi mulai dari pendingin ruangan hingga kendaraan bermotor. Kementerian Perdagangan dan Industri dalam website-nya menyatakan sudah menyita pendingin ruangan di tempat-tempat perbelanjaan karena AC dianggap tidak memenuhi standar hemat energi. Langkah tersebut akan dilakukan lagi tahun ini sebagai cara untuk mendisiplinkan warga dan pelaku usaha. Tidak hanya itu, Badan Standarisasi Kualitas dan Metrologi Saudi juga berencana meluncurkan kendaraan irit bahan bakar. Semua kendaraan dengan standar konsumsi BBM lama akan ditarik dari pasaran mulai tahun 2016 untuk digantikan dengan kendaraan berdaya mesin kecil dengan konsumsi BBM lebih sedikit. Pemerintah menilai hal itu lebih efektif ketimbang memangkas subsidi energi seperti yang dilakukan oleh negara konsumen lainnya, seperti di Indonesia.

Memasuki sesi perdagangan pasar di pekan ini, para pelaku pasar akan fokus pada hasil data ketenagakerjaan Amerika yang dimulai dengan data ADP Employment malam ini. Lalu juga akan disusul dengan hasil rilis data Klaim Pengangguran Amerika pada hari Kamis (07/ 05/ 2015) mendatang, dan laporan Non-Farm Payrolls Amerika pada sesi pasar hari Jum’at (08/ 05/ 2015) mendatang. Para pelaku pasar hendaknya lebih waspada dan perhatikan bahwa dengan dimulainya pelaporan serentetan data ketenagakerjaan Amerika pada hari ini, akan kembali mengundang minat para pelaku pasar dan meningkatnya spekulasi pada perdagangan di pasar global.

About author

You might also like

CFD News

Rilis Data Ekonomi Amerika Positif, Gerak Nilai Apresiasi Greenback Dominasi Pasar Di Akhir Sesi Perdagangan Pasar Minggu Lalu

Yet uggs black friday Italy uggs black friday is Cyber Monday deals not uggs black friday necessarily Cyber Monday deals a http://www.exportadoraterramar.com country black friday uggs of cyber monday uggs

Berita 0 Comments

Harga Minyak Terkoreksi Setelah Payroll Release, Mesir Masih Diperhatikan Pasar

Nilai tukar USD memang tergolong kuat di tengah iklim pelonggaran moneter bank sentral Amerika Serikat. Bagi para investor hal ini tidak bagus karena membuat harga beli produk seperti emas dan

Forex News 0 Comments

China Berupaya Berbenah, Aussie Dianggap Terlalu Kuat

Gerak nilai apresiasi mata unag negara Australia, atau lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak melemah terhadap 15 major currencies. Kondisi tersebut terjadi, setelah Wall Street Journal merilis laporan tentang pernyataan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image