Gerak Harga Minyak Bertahan di Kisaran Atas, Pondsterling Tunggu Momentum

0a1y01e8947aTelah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (28/ 08/ 2015) ini, bahwa tingkat paritas tengah nilai apresiasi mata uang China, yaitu mata uang Yuan, bergerak menguat sekitar 99 basis poin sehingga menjadi 6,3986 nilainya terhadap mata uang USD. Menurut Xinhua, bahwa pergerakan nilai harga di pasar spot valuta asing China, nilai apresiasi mata uang Yuan diperbolehkan untuk bergerak baik itu menguat naik ataupun melemah turun sebesar dua2% dari tingkat paritas tengahnya setiap hari di sesi perdagangan pasar.

Peoples Bank of China (PBoC), sebelumnya telah melakukan kebijakan taktis. Kebijakan tersebut adalah dengan mereformasi sistem pembentukan nilai tukar pada 11 Agustus lalu, menjadi lebih mencerminkan perkembangan pasar dalam nilai apresiasi mata uang Yuan terhadap mata uang USD. Tingkat paritas tengah mata uang Yuan terhadap mata uang USD didasarkan pada rata-rata tertimbang dari harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar setiap hari kerja dan juga mengacu pada tingkat penutupan pada hari sebelumnya, dalam hubungannya dengan kondisi penawaran dan permintaan serta pergerakan major currencies.

Nilai apresiasi mata uang Inggris, Poundsterling dilaporkan bergerak menguat terhadap mata uang USD pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (28/ 08/ 2015) ini. Hal tersebut terjadi, ketika permintaan mata uang USD mengalami kenaikan dengan didukung oleh laporan ekonomi Amerika pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (27/ 08/ 2015) tadi malam.

Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang GBP/ USD bergerak menguat mencapai 0.19% di kisaran level 1.5432 pada pagi ini. Pada penutupan sesi perdagangan pasar sebelumnya, apresiasi mata uang GBP/ USD telah mencatatkan angka penurunan dengan ditutup melemah pada kisaran level 1.5403.

Nilai Paresiasi mata uang Poundsterling terlihat mencoba bangkit kembali dengan mengalami penguatan ketika permintaan mata uang USD mengalami peningkatan dengan didukung serangkaian laporan ekonomi Amerika tadi malam. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Analis Ekonomi menyebutkan bahwa PDB Amerika telah direvisi naik menjadi 3.7% di kuartal dua dari hasil sebelumnya yang tumbuh sebesar 2.3%. Pada waktu yang bersamaan, dirilis juga laporan resmi oleh Departemen Tenaga Kerja menyebutkan bahwa angka klaim pengangguran Amerika telah mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 271K.

Pada laporan lainnya juga telah dirilis oleh National Association of Realtors. Laporan tersebut telah menyebutkan bahwa penjualan rumah tertunda Amerika telah mengalami kenaikan sebesar 0.5% di bulan Juli. Hasil dari laporan tersebut masih di bawah perkiraan dari para pelaku pasar sebelumnya.

Dampak penguatan dari nilai apresiasi mata uang USD pun terasa juga efeknya di dalam negeri Amerika sendiri. Menguatnya nilai apresiasi mata uang USD selain berdampak kuat pada sektor pariwisata Amerika, dan yang tentunya telah memukul sekali bagi para wisatawan asing yang tengah berlibur di Amerika, juga berdampak pada sektor eksportir yang mengalami pukulan yang tak kalah hebatnya pula. Menguatnya nilai apresiasi mata uang USD membuat harga produksi mereka kalah bersaiang di luar negeri, belum lagi daya beli yang melempem. Kondisi ini semakin memperparah para eksportir.

Di wilayah Detroit, Amerika, para produsen kendaraan bermotor dan teknologi otomotif juga merasakan getahnya. Yang mereka rasakan dan alami adalah bagaimana produk-produk mereka terasa mahal dan susah untuk dijual ke pasar global. Data dari Biro Analis Ekonomi menyatakan bahwa ekspor kendaraan bermotor dan suku cadang Amerika termasuk mesin, mengalami penurunan di kuartal pertama tahun ini sebesar hampir 4% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Memasuki sesi perdagangan pasar Eropa nanti, pergerakan nilai apresiasi mata uang Poundsterling akan kembali diuji ketika kondisi perdagangan pasar dihadapkan dengan serangkaian laporan ekonomi Inggris. Laporan tersebut meliputi sebuah data PDB dan index jasa di wilayah Inggris.

Gerak nilai harga minyak mentah berjangka telah dilaporkan masih memperpanjang nilai kenaikannya di sesi perdagangan pasar Asia hari Jumat siang ini. Hal ini terjadi setelah pasar keuangan menerima suntikan data pertumbuhan Amerika yang membantu harga reli pada sesi perdagangan pasar hari Kamis semalam. Gerak nilai harga minyak telah melonjak lebih dari 10% di sesi sebelumnya, terbesar satu hari persentase kenaikan sejak Maret 2009 untuk minyak mentah Nymex dan Desember 2008 untuk minyak mentah Brent.

Dilaporkan dari New York Mercantile Exchange, bahwa gerak nilai harga minyak mentah light sweet untuk pengiriman Oktober telah diperdagangkan pada $ 43,10 US/ barel, naik $ 0,56 US, atau 1,3%, pada sesi elektronik Globex. Juga telah dilaporkan pula bahwa nilai harga Brent Oktober di bursa ICE Futures London bergerak naik sekitar $ 0,38 US atau 0,8% ke kisaran harga $ 47,94 US/ barel.

Sedikit diulas mengenai gerak kenaikan harga minyak tersebut oleh daniel Ang. “Dalam hal persentase, 10% memang kenaikan spektakuler untuk kedua WTI dan Brent. Namun, dalam nilai mata uang USD, angka kenaikan ini hanya sebesar $ 4 US, “ demikian menurut kata analis Daniel Ang di Phillip Futures. Daniel Ang mengatakan bahwa sebagian besar gerak reli harga adalah berasal dari short-covering dan bargain-hunting bearish atas pasar minyak. Gerak rally juga harus dianggap sebagai penyangga untuk menghentikan minyak dari penurunan yang mencapai titik terendah baru dan sementara support harga $ 38 US untuk WTI dan $ 42 US untuk minyak mentah Brent kemungkinan akan diuji lagi, mungkin itu tidak akan terjadi minggu ini, demikian ulasnya.

About author

You might also like

Kondisi Global Dukung Geliat Emas

Gerak harga emas kembali diperdagangkan menguat diawal sesi perdagangan hari Selasa (21/ 10/ 2014) ini, setelah kekhawatiran seputar ekonomi zona eropa kembali meningkat. Meskipun demikian keuntungan yang tercatatkan dalam perdagangan

Imbas Laju Lambat China Atas Pasar Global, Yen dan Emas Ambil Kesempatan

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (21/ 08/ 2015) pagi ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah dibuka dan bergerak secara gap up. Gerak harga emas spot

Fundamental 0 Comments

Tragedi Terorisme Terjadi Di Paris, Gerak Nilai Harga Minyak Berhasil Rebound

Dilaporkan bahwa kebijakan ECB akan mengacu pada petunjuka indikator ekonomi jangka panjang. Menurut yang diucapkan oleh Dewan Eksekutif ECB, Yves Mersch, bahwa pihak berwenang dari European Central Bank (ECB) akan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image