Gerak Harga Pasar Global Tengah Sensitif, Gerak Harga Minyak Terkoreksi

FederalReserveDilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD memulai pergerakannya di awal pekan ini, pada sesi perdagangan pasar hari Senin (31/ 08/ 2015) ini, dengan berada di bawah tekanan. Nilai aparesiasi mata uang USD berada di dalam jalurnya untuk angka kerugian bulanan, namun masih berada di atas level rendah baru-baru ini. Hal ini terjadi seiring para pelaku pasar masih menjaga harapan bahwa data kerja Amerika yang akan dirilis pada akhir pekan ini akan berikan The Fed alasan untuk menaikkan suku bunga paling cepat di bulan depan.

Indeks mata uang USD dilaporkan sempat berada di level 95.86. Nilai indeks USD turun sebesar 0.27% dari level di sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu dan turun sekitar 1.5% untuk bulan ini. Namun nilai indeks mata uang USD masih mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan. Selain itu, indeks mata uang USD juga masih berada di atas level terendah tujuh bulan di 92.62 yang dicapai pada sesi perdagangan pekan lalu ketika ketakutan terhadap kondisi China membuat pasar ekuitas global bergerak merosot tajam.

Terhadap mata uang Jepang, Yen, mata uang USD nilai apresiasinya dilaporkan bergerak turun sekitar 0.4% di 121.15. Nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak turun sekitar 2% untuk bulan Agustus. Meski demikian, namun apresiasi mata uang USD/ JPY masih berada di atas level terendah tujuh bulan, yaitu pada kisaran level 116.15 yang telah disentuh pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu.

Melirik pergerakan nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, Euro, telah dilaporkan nilai apresiasinya bergerak menguat sekitar 0.3% di kisaran level $1.1225. Nilai apresiasi mata uang Euro berada di bawah level tertinggi di pekan lalu yaitu di kisaran $1.1715, namun masih naik sekitar 2% untuk bulan ini.

Stanley Fischer, Wakil Ketua The Fed, telah mengatakan dalam pidatonya pada moment pertemuan bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada hari Sabtu lalu berkenaan dengan hal suku bunga ini. Stanley Fischer mengatakandalam pidatonya tersebut bahwa inflasi Amerika kemungkinan akan rebound ketika tekanan terhadap nilai apresiasi mata uang USD memudar, itu adalah kondisi yang memungkinkan bagi pihak Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga secara bertahap.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu, dilaporkan bahwa dalam wawancara di CNBC, Vice Chairman Federal Reserve, Stanley Fischer, merespon pernyataan Presiden The Fed New York sebelumnya, dengan mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyebut dorongan untuk menaikkan suku bunga di bulan September sudah berkurang atau bertambah. Fischer mengatakan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan September “cukup kuat”, meskipun terlalu cepat untuk mengatakan bahwa bank sentral mungkin akan lakukan itu. Komentar Fisher tersebut mengindikasikan bahwa, masih ada peluang untuk kenaikan suku bunga di bulan September, yang membuat nilai apresiasi mata uang USD bergerak menguat.

Gerak harga minyak mentah dilaporkan kembali terkoreksi lebih rendah pada awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Senin (31/ 08/ 2015) ini. Gerak harga minyak telah membalikkan angka keuntungan pada sesi perdagangan di pekan lalu karena para pelaku pasar mempertimbangkan permintaan global. Telah dilaporkan bahwa di New York Mercantile Exchange, gerak harga minyak mentah untuk kontrak bulan Oktober telah turun sebesar 1.75%, menjadi $44.42 US/. Pasar juga akan melihat hasil survei di sektor manufaktur dan sektor jasa, pemesanan pabrik dan data perdagangan dari negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia untuk indikasi terbaru pada waktu kenaikan suku bunga.

Komentar dari wakil ketua The Fed Stanley Fischer pada hari Jumat menunjukkan bahwa masih ada kemungkinan untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed yang akan datang yang akan berlangsung pada tanggal 16-17 September. Waktu kenaikan suku bunga telah menjadi sumber debat yang konsisten di pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Para pelaku pasar global saat ini menunggu data kunci Non Farm Payroll (NFP) pada hari Jumat mendatang. Hal ini karena selain dampak rilis data NFP umunya besar, juga sebagai acuan persepsi para pelaku pasar untuk digunakan sebagai petunjuk penunjang, apakah pihak berwenang dari Federal Reserve akan mengambil langkah yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar. Perilisan data kerja ADP pada hari Rabu dan Non-farm Payrolls pada hari Jumat akan menjadi kunci dalam menganalisa kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan September, demikian pendapat analis di Melbourne.

Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan ini, para pelaku pasar akan terfokus pada laporan kerja Amerika untuk bulan Agustus yang akan dirilis pada hari Jumat mendatang, yang dapat membantu memperjelas petunjuk pada kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Langkah kebijakan yang ditunggu oleh para pelaku pasar global tersebut adalah, apakah The Fed ada besar kemungkinan untuk menaikkan nilai suku bunga. Data-data penting dari Amerika yang akan dirilis di sesi perdagangan pasar di pekan ini diantaranya adalah survei bisnis, pemesanan pabrik dan data perdagangan.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Harga Emas Masih Di Level Lemah Pasca Hari Paskah

Emas hari ini (01/04/2013) diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,610.00 – $1,593.00, perhatikan masing-masing batas atas (resistance) dan batas bawah (support) kirasan pergerakan harga tersebut. Penembusan yang terjadi dapat megnindikasi

Gerakan Harga Emas Jelang Data Amerika Kuat Dipengaruhi Spekulasi Pasar

Pergerakan harga emas dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh spekulasi-spekulasi pelaku pasar mengenai kapan waktu pelaksanaan pemangkasan stimulus Amerika. Emas menguat pada perdagangan hari Senin (21/ 10/ 2013) menjelang musim

Forex News 0 Comments

Analisis Fundamental, Pound Bergerak Turun Tipis

Pada pergerakan forex sesi Asia siang hari ini (Selasa, 21 Januari 2014, 05:07:35 GMT), Poundsterling secara umum menunjukkan pergerakan turun terhadap mata uang utama Dollar AS setelah dibuka pada 1.6433

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image