Gerak Harga Pasar Mulai Menyesuaikan Diri Setelah Imbas China

10570438_754492561275444_52461181166959978982_nApresiasi mata uang USD dilaporkan bergerak menguat lebih dari 1% terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (25/ 08/ 2015) ini. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak menjauh dari level rendah 7-bulan seiring meredanya sentimen risk aversion dari para pelaku pasar, namun outlook masih tertutupi oleh kecemasan melambatnya pertumbuhan di China.

Menurut para pelaku pasar, gerak kenaikan pada indeks saham berjangka Amerika dan rgerak ebound pada bursa saham Tokyo dari level rendah sesi membantu memicu aksi beli mata uang USD terhadpad mata uang Yen. Terbersitnya isu aksi beli mata uang USD oleh para pelaku pasar di Jepang turut mendongkrak penguatan tersebut.

Faktor-faktor tersebut membantu menopang gerak nilai apresiasi mata uang USD, yang mana telah anjlok sebanyak 4% terhadap mata uang Yen dalam 2 hari sebelumnya seiring kekacauan belakangan ini pada pasar keuangan global mengikis peluang kenaikan suku bunga oleh federal reserve di bulan September. Bagaimanapun juga, mata uang USD masih diperdagangkan di bawah level sekitar 123-124 Yen pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis lalu.

Dilaporkan bahwa nilai Index USD pada sesi perdagangan pasar hari Senin, telah ditutup anjlok sebanyak 167 poin atau 1.79% berakhir pada level 93.26, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 94.94 dan serendah 92.49.

Diperkirakan oleh para pelaku pasar bahwa, minat para pelaku pasar untuk melakukan tindakan beli pada mata uang USD tergantung pada outlook perekonomian Ameriika. Meningkatknya kecemasan mengenai perlambatan global memicu pergerakan belakangan ini, dan mengingat tidak ada perubahan berarti dari China, maka kuncinya akan ada pada Amerika.

Gerak harga emas spot pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (25/ 08/ 2015) ini, dibuka lebih rendah namun masih dalam kisaran yang cukup sempit, meski pasar saham Asia kembali dibuka anjlok. Gerak harga emas diperdagangkan cukup volatile pada sesi perdagangan semalam, namun diperdagangkan pada kisaran yang lebih sempit meski hampir seluruh pasar global diperdagangkan pada kisaran 2 - 5 kali lipat lebih besar dari biasanya.

Telah dilaporkan bahwa gerak harga emas spot menyelesaikan sesi perdagangan Senin (24/ 08/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $5.50 US atau 0.47% dengan gerak harga berakhir pada level $1,154.400 US/ troy ons. Gerak harga emas spot sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,169.920 dan serendah $1,145.550. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan, gerak harga emas spot telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $50.40 US atau 4.5%.

Gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Desember dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan Senin (24/ 08/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan kerugian sebesar $6.0 US atau 0.50% dengan gerak harga berakhir pada level $1,153.600 US/ ons. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan, gerak harga emas berjangka kontrak Desember mencatatkan kerugian sebesar $46.90 US atau 4.2%.

Gerak harga minyak mentah pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (25/ 08/ 2015) ini, dilaporkan telah mulai tampak berangsur pulih. Menjelang akhir sesi Asia, gerak harga minyak mentah sempat berada di kisaran level $38.86 US/ barel menjauhi level terendah harian $38.16 US. Berkurangnya sentimen risk aversion memulihkan perdagangan minyak mentah.

Meskipun demikian, indeks Shanghai masih melemah membuat sehingga potensi penurunan masih mengintai. Pelemahan pasar saham China ditakutkan akan berdampak pada tingkat permintaan dari konsumen minyak mentah terbesar kedua dunia tersebut. Gerak harga minyak mentah di sesi perdagangan pasar Asia masih bertengger di dekat level terendah 6,5 tahun.

Pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (25/ 08/ 2015) ini, para pelaku pasar menantikan rilis data dari Amerika, yaitu rilis laporan Keyakinan Konsumen versi CB untuk bulan Agustus serta laporan penjualan rumah baru untuk bulan Juli. Data aktual yang lebih baik dari prediksi dapat menambahkan tenaga penguatan nilai apresiasi mata uang dan sebaliknya membebani perdagangan minyak mentah.

Data mingguan suplai minyak mentah versi American Petroleum Institution (API) juga akan menjadi perhatian para pelaku pasar dalam perdagangan komoditas minyak mentah. Pada pekan lalu minyak mentah lebih dari $42 US/ barel setelah API melaporkan penurunan suplai minyak mentah sebesar 2,3 juta barel. Platts, agensi independen untuk sektor energi, memprediksi suplai minyak mentah di Amerika akan naik 1,9 juta barel pada pekan lalu.

Sebelumnya, gerak harga minyak mentah anjlok dan menyentuh level terendah 6½ tahun baru di sesi perdagangan pasar hari Senin. Gerak harga minyak pada sesi perdagangan pasar hari Senin kemarin, ditutup pada level $38,06 per barel, dengan level tertinggi harian $40,47 US dan terendah $37,75 US. Hal tersebut dipicu oleh aksi para pelaku pasar yang khawatir akan pelambatan ekonomi China akan menyeret perkonomian global yang akan memukul permintaan minyak secara drastis, sementara persediaan minyak masih berlimpah.

Jumlah pasokan minyak mentah dunia yang dikabarkan terus meningkat tajam dan diikuti dengan meningkatnya jumlah pengeboran minyak dengan jumlah yang cukup tinggi diduga akan semakin memperbanyak nilai cadangan minyak dan memicu lemahnya inflasi global. Tekanan terhadap minyak semakin meningkat setelah tanda-tanda semakin membaiknya hubungan Iran dengan kekuatan Barat terlihat dari Inggris yang membuka kembali kedutaannya di Tehran pada hari Minggu. Beberapa perusahaan minyak dan gas, termasuk perwakilan dari Shell, juga dikabarkan berkunjung ke Iran bersama Menlu Inggris Philip Hammond. Hamond mengatakan sanksi Iran kemungkinan akan mulai dicabut pada musim semi tahun depan. Pencabutan sanksi tersebut berpotensi meningkatkan ekspor minyak dari Iran.

Para pelaku pasar pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (25/ 08/ 2015) ini, hendaknya memperhatikan pergerakan gerak nilai di pasar saham global dan gerak harga minyak. Keuntungan pada gerak harga emas nampaknya dapat terhapuskan dan berubah trend jika pasar saham global sudah mulai stabil. Pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (25/ 08/ 2015) ini, para pelaku pasar menantikan rilis data dari Amerika, yaitu rilis laporan Keyakinan Konsumen versi CB untuk bulan Agustus serta laporan penjualan rumah baru untuk bulan Juli.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Koreksi Pagi Nilai Apresiasi Aussie, Gerak Harga Minyak Merambat

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (16/ 09/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak tertekan dan terkoreksi. Hal tersebut terjadi, karena naiknya yield

Fundamental 0 Comments

Sterling Terkoreksi Akibat Inflasi, Pasar Fokus Ke Amerika

Laju inflasi CPI negara Inggris tengah mengalami penurunan 2.4% di tahun ini dibawah estimasi sebelumnya yaitu 2.6%, dan lebih rendah dibanding sebelumnya 2.8%. Hal ini disebabkan oleh jatuhnya harga minyak

Forex News 0 Comments

Poundsterling Melempem untuk 2 Hari Berturut-turut Akibat Mendinginnya Aktivitas Manufaktur

Mata uang poundsterling Inggris kembali mengalami penurunan pada sesi perdagangan Jumat di Asia (03/01). Poundsterling kemarin anjlok paling tajam dalam 12 minggu terhadap dollar setelah sempat menyentuh posisi paling tinggi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image