Gerak Harga Saham Asia Terkoreksi Di Awal Bulan, Kebijakan China Berimbas Kuat Kembali

10202_319892867068749_43506705_nPergerakan nilai apresiasi mata uang negara Australia, yaitu yang lazim disebut dengan mata uang Aussie, telah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (31/ 08/ 2015) kemarin, kembali dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan kebijakan yang diberlakukan oleh China. Hal tersebut membuat mata uang Australia ini nilai apresiasinya bergerak melanjutkan gerak negatif pelemahan di sesi perdagangan pasar minggu lalu.

Gejolak yang terjadi di perekonomian negara China kembali berlanjut setelah The Financial Times pada hari Senin kearin melaporkan bahwa pihak Pemerintah Beijing akan menghentikan program pembelian saham dalam skala besar yang digunakan untuk membantu pasar. Sementara pada hari ini, Selasa (01/ 09/ 2015) ini, akan dilaporkan indeks aktivitas manufaktur oleh Pemerintah China, serta data final dari Caixin. Kedua data tersebut diperkirakan menunjukkan kontraksi sektor manufaktur China.

Mata uang Aussie juga mengakhiri pencatatan nilai apresiasinya untuk bulan Agustus di zona merah, dan mencatatkan angka penurunan dalam dua bulan beruntun. Apresiasi mata uang AUD/ USD pada sesi perdagangan pasar hari Senin (31/ 08/ 2015) kemarin dilaporkan telah berakhir di level 0.7113, dengan level tertinggi harian 0.7162, dan terendah 0.7082. Telah dilaporkan bahwa pada pagi tadi, nilai apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan di kisaran level harga 0.7115.

Dari dalam negeri Australia pada hari ini, akan dirilis tentang beberapa laporan ekonomi penting, yang mampu menggerakkan nilai apresiasi mata uang Aussie. Salah satu laporan yang akan dirilis tersebut adalah mengenai laporan data persetujuan membangun bulan Juli yang diperkirakan naik 3,0%, dari bulan Juni yang turun 8,2%. Fokus utama para pelaku pasar akan tertuju pada laporan lain yng juga akan dirilis hari ini. Laporan tersebut adalah mengenai hasil rapat moneter Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa ini.

Rilis laporan RBA diperkirakan oleh para pelaku pasar akan tetap mempertahankan suku bunga 2,0%. Yang menarik untuk dinanti oleh para pelaku pasar adalah, prospek atau proyeksi ekonomi Australia oleh RBA dan suku bunga kedepannya, setelah terjadinya gejolak di pasar China akibat kecemasan akan pelambatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Pernyataan RBA mengenai nilai apresiasi mata uang Aussie juga akan dinanti para pelaku pasar, Bank Sentral Australia ini pada rapat terakhir bulan lalu untuk pertama kalinya mengatakan nilai apresiasi mata uang Aussie sedang menyesuaikan terhadap penurunan harga komoditas utama, yang memberikan indikasi aussie telah mendekati fair value. Di saat-saat sebelumnya, pihak berwenang dari RBA selalu menyebut nilai apresiasi mata uang Aussie perlu turun lebih lanjut.

Gerak harga minyak mentah yang kembali dilaporkan bergerak secara rally. Dengan pergerakan tersebut gerak harga minyak mentah telah memberikan keuntungan bagi mata uang yang terkait dengan komoditas seperti mata uang dollar Kanada, atau lazim oleh kalangan pasar disebut dengan Loonie. Nilai apresiasi Loonie berbalik menguat terhadap mata uang USD atau Greenback, mengikuti harga minyak mentah yang berbalik bergerak positif menguat di sesi perdagangan pasar Amerika pada hari Senin semalam.

Dilaporkan bahwa nilai saham-saham Asia bergerak melemah di awal sesi perdagangan pertama bulan September. Hal ini terjadi karena, sentimen para pelaku pasar telah terseret oleh penutupan negatif Wall Street. Selain itu, kondisi gerak perlemahan nilai harga saham-saham Asia juga dipengaruhi oleh data manufaktur dari China yang juga mengecewakan. Dilaporkan bahwa Wall Street telah mengakhiri sesi perdagangan pasar di hari Senin dengan pencatatn nilai harga saham yang lebih rendah, yang menghantarkan ke-3 indeks utama Amerika mencatatkan hasil kinerja bulanan terburuk sejak tahun 2012.

Sementara pemerintah China melaporkan indeks aktivitas manufaktur tergelincir ke level kontraksi pada bulan Agustus, turun menjadi 49,7 dari 50 pada bulan Juli. Sedangkan data final dari Caixin/Markit menunjukkan PMI manufaktur China bulan Agustus direvisi naik. Angka revisi naik tersebut adalah menjadi 47,3 dari publikasi awal sebelumnya yaitu sebesar 47,1. Namun angka tersebut merupakan angka yang menunjukkan bahwa PMI Manufaktur China mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pencapaian sebesar 47,8 pada laporan di bulan Juli.

Indeks Shanghai Composite China dilaporkan jugan merosot lebih dari 3% di awal sesi. Hal tersebut terjadi karena menyusul rilis data manufaktur yang mengecewakan setelah mencatat penurunan untuk bulan ke-3 berturut-turut pada hari sebelumnya. Sentimen negatif yang sama juga menekan indeks Hang Seng yang juga dilaporkan bergerak turun hingga 1% lebih rendah, setelah mencatat kinerja bulanan terburuk dalam hampir 4-tahun pada bulan Agustus.

Indeks acuan Nikkei225 Jepang juga terut dilaporkan bergerak melemah. Indeks Nikkei 225 bergerak anjlok 2% karena tergerusnya sentimen para pelaku pasar oleh penutupan negatif bursa saham Amerika, dengan apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, juga bergerak lebih lanjut turut menekan saham-saham berorientasi eksport. Saham Suzuki Motor dilaporkan memimpin penurunan dengan merosot 4,2%, dibuntuti oleh saham Panasonic dan Sony yang masing-masing kehilangan 2,2% dan 1,1%. Saham-saham kelas berat juga menyumbang penurunan yang signifikan di bursa, dengan Fast Retailing dan Fanuc sama-sama terdepresiasi lebih dari 1%.

Dilaporkan juga bahwa nilai indeks saham Korea Selatan, yaitu indeks KOSPI juga terpantau bergerak turun sekitar 1,1% dengan sebagian besar saham blue-chips mengawali perdagangan dari zona merah. Nilai saham dari produsen chip SK Hynix juga dilaporkan bergerak melemah, turun sekitar 2,7%, diikuti oleh penurunan 1,3% saham produsen baja Posco. Nilai saham dari Hyundai Motor dan Kia Motors juga dibuka turun lebih dari 1%.

Gerak rally harga minyak mentah pada dua hari sebelumnya memicu aksi profit taking oleh para pelaku pasar di awal pekan ini, dan akhirnya membuat gerak harga minyak melemah di awal sesi perdagangan pasar. Namun laporan dari Energy Information Administration (EIA) memicu gerak rebound harga minyak. OPEC yang mulai cemas akan penurunan gerak harga minyak menyatakan siap untuk berbicara dengan produsen minyak lainnya, menambah dorongan atas penguatan gerak harga minyak.

Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak Amerika mencapai puncak tertinggi pada bulan April lalu sebesar 9,6 juta barel/ hari, sebelum turun sebanyak 300.000 barel/ hari dalam dua bulan setelahnya. Gerak harga minyak mentah WTI dilaporkan juga bergerak melesat hampir 9% pada sesi perdagangan pasar di hari Senin.

Minyak merupakan komoditas ekspor terbesar Kanada, sehingga pergerakan loonie sangat sensitif dengan pergerakan harga minyak. Sejalan dengan gerak rebound harga minyak, Loonie pun juga berhasil berbalik menguat dan menjauhi level terendah 10 tahun nilai apresiasinya terhadap mata uang USD.

Nilai apresiasi mata uang USD/ CAD pada sesi perdagangan pasar di hari Senin semalam dilaporkan berakhir di level 1.3136. Nilai apresiasi mata uang USD/ CAD telah mencapai level tertinggi harian 1.3326, dan terendah 1.3116 pada sesi perdagangan pasar di hari Senin kemarin.

Pada sesi perdagangan pasar hari Senin kemarin, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Senin (31/ 08/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar sebesar $1.30 US atau 0.11% dengan gerak harga berakhir pada level $1,133.900US/ troy ons. Gerak harga emas spot sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,136.505 US dan serendah $1,125.665 US. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas spot telah mencatatkan angka kerugian sebesar $27.30 US atau 2.36%. Selama periode bulan Agustus, gerak harga emas spot telah mancatatkan angka keuntungan sebesar $38.90 US atau 3.5%.

Gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Desember dilaporkan juga telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Senin (31/ 08/ 2015) kemarin, dengan mengalami kerugian sebesar $1.30 US atau 0.10% dengan gerak harga berakhir pada level $1,132.500 US/ ons. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas berjangka kontrak Desember telah mencatatkan angka kerugian sebesar $37.90 US atau 3.67%. Selama periode Agustus gerak harga emas kontrak Desember telah mancatatkan angka keuntungan sebesar $37.40 US atau 3.4%.

Pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (01/ 09/ 2015) ini, gerak harga emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) dilaporkan berada di kisaran harga Rp. 558.000/ gram. Harga buyback emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) dilaporkan berada pada kisaran harga 497.000/ gram. Berikut merupakan daftar harga emas Antam untuk sesi perdagangan pasar hari Selasa (01/ 09/ 2015) ini, antara lain yaitu, untuk pecahan 500 gram - Rp 259.300.000, pecahan 250 gram - Rp 129.750.000, pecahan 100 gram - Rp 51.950.000, pecahan 50 gram - Rp 26.000.000, pecahan 25 gram - Rp 13.025.000, pecahan 10 gram - Rp 5.240.000, pecahan 5 gram - Rp 2.645.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 558.000.

Diperkirakan bahwa kondisi pergerakan harga di sesi perdagangan pasar hari Selasa ini, bahwa gerak nilai harga pasar akan diperdagangkan pada kisaran yang cukup besar mengingat banyak data ekonomi dari zona Eropa dan dari Amerika yang dirilis disepanjang sesi perdagangan hari ini. Rilis data ketenagakerjaan Amerika akan menjadi fokus utama para pelaku pasar global di sesi perdagangan pasar di pekan ini.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Euro Bergerak Positif

Mata uang euro menuju penguatan mingguan ketiga terhadap mata uang yen dan USD seiring pelaku pasar kurangi spekulasi untuk pelonggaran tambahan dari Bank Sentral Eropa menjelang data inflasi hari ini.

Umum 0 Comments

Masih Terus Menggeliat, Harga Emas dan Minyak

Pada sesi perdagangan di pasar Asia ini, nilai harga emas masih mempertahankan kenaikannya sebagai imbas memanasnya krisis politik di Irak telah mendorong sentimen safe haven terhadap emas. Gejolak politik yang

CFD News 0 Comments

Bursa Wall Street Menguat, Minyak Terkoreksi Di Awal Sesi

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD, telah bergerak naik tipis pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image