Gerak Nilai Apresiasi Greenback Berkonsolidasi, Minyak Merangkak Terpicu Pidato Abdullah al-Badri

817d66a50f4d4d2d4d4efa8459714475Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (10/ 11/ 2015) ini bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD tengah mengalami gerak konsolidasi sejak sesi perdagangan pasar Amerika pada hari Senin. Greenback terhampar gerak penguatan nilai apresiasinya di kisaran level tinggi dalam 7-bulan terhadap sejumlah major currencies pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa. Greenback mengkonsolidasikan gerak rally apresiasinya, setelah rilis data payrolls yang tercatat dengan hasil postif.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, tampak masih berada di bawah tekanan. Kondisi tersebut dikarenakan empat anggota dewan kebijakan European Central Bank mengatakan bahwa ECB telah sepakat untuk menurunkan tingkat suku bunga acuannya lebih dalam lagi ke area negatif di bulan Desember. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD sempat diperdagangkan di kisaran level 1.0781, dengan level terendah harian 1.0719 dan tertinggi 1.0789.

Gerak nilai apresiasi mata uang Euro dilaporkan bergerak menguat. Mata uang Uni eropa tersebut bergerak positif nilai apresiasinya. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro bangkit dari level terendah enam bulan di awal pekan ini. Meski demikian, namun penguatan gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Euro tersebut kemungkinan besar adalah karena sentimen para pelaku pasar semata. Hal tersebut adalah sebuah reaksi pasar, yaitu akibat aksi profit taking yang menerpa Greenback, pasca gerak kuat melesat tajam di sesi perdagangan pasar pada pekan lalu.

Dilaporkan bahwa hasil rilis data ekonomi dari Jerman menunjukkan angka ekspor di bulan Oktober telah naik sekitar 2,6% dari bulan September, begitu juga dengan nilai impor yang juga dilaporkan naik sekitar 3,6%. Kondisi ini telah membuat surplus neraca perdagangan jadi menyempit menjadi €19,4 milyar dari sebelumnya €19,7 milyar. Naiknya angka impor sebesar 3,6% atau dengan total nilai €80,9 milyar tersebut, merupakan rekor tertinggi sejak tahun 1991, dan mengindikasikan solidnya permintaan dalam negeri.

Disebutkan bahwa pihak Uni Eropa, Eurogroup, tampaknya masih belum akan menggelontorkan kucuran dana sebesar €2 milyar kepada pihak negara Yunani pada hari Selasa ini. Penundaan langkah kucuran dana tersebut dilakukan oleh pihak Uni Eropa, karena akibat masih berlanjutnya perbedaan pendapatan terhadap implementasi reformasi di negara Yunani. Kesepakatan diharapkan akan segera tercapai pada hari Rabu mendatang.

Berkontras dengan kebijakan yang digandang oleh ECB, pihak berwenang dari The Fed saat ini dianggap berpeluang besar untuk mengetatkan kebijakan moneter Amerika bulan depan untuk pertama kalinya dalam hampir selama 1 dekade. Kondisi tersebut menyusul data payrolls yang solid yang telah dirilis pada hari Jumat di pekan lalu. Bahkan presiden Federal Reserve bagian Boston, Eric Rosengren, yang dikenal dovish, mensinyalkan bahwa Desember merupakan waktu yang tepat untuk memulai kenaikan suku bunga.

Dalam pidatonya di hari Senin kemarin, Eric Rosengren telah mengatakan bahwa saat ini cukup masuk akal untuk bertanya apakah tingkat suku bunga dekat nol dibutuhkan, mengingat kondisi perekonomian terus berekspansi di atas laju potensi sebesar 2%. Para pelaku pasar pada saat-saat ini, telah memperkirakan bahwa gerak rally mata uang USD akan berlanjut, namun dengan The Fed yang juga sensitif terhadap dampak penguatan mata uang, maka gerak rally dari mata uang USD nampaknya akan terbatas.

Telah dilaporkan dari kawasan negara China bahwa, gerak laju inflasi konsumen di negara China telah bergerak melambat di bulan Oktober. Selain itu, sementara deflasi pada harga produsen turut memperpanjang rekor penurunan, mensinyalkan diperlukannya kebijakan tambahan guna meredakan tekanan deflasioner.

Dilaporkan bahwa gerak nilai indeks harga konsumen naik sebanyak 1.3% di bulan Oktober dari setahun lalu, menurut National Bureau of Statistics. Laporan rilis angka tersebut dibandingkan dengan estimasi sebesar 1.5% dan 1.6% di bulan September. Gerak nilai indeks harga produsen turun 5.9%, memperpanjang rekor penurunan hingga sepanjang 44 bulan berturut-turut.

Resiko deflasi saat ini, bersama dengan pelemahan pada sektor niaga, menandakan diperlukannya stimulus tambahan seiring laju inflasi masih separuh dari target pemerintah. People’s Bank of China (PBoC), yang telah memangkas tingkat suku bunga 6 kali pada tahun lalu, telah mencoba menstabilkan perekonomian tanpa memicu kenaikan pada tingkat hutang. Resiko deflasi semakin tampak begitu jelas, dan hal ini membutuhkan langkah dari PBoC untuk melonggarkan kebijakan lebih agresif lagi, demikian menurut asumsi para pelaku pasar.

Dari Jepang, dilaporkan bahwa neraca berjalan Jepang meraih angka surplus untuk ke-15 bulan berturut-turut di bulan September, seiring penurunan gerak nilai harga minyak dan pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen, telah membantu mendorong pendapatan dari luar negeri. Perlu diketahui bahwa, negara Jepang memiliki surplus sebeasr 1.5 trilyun yen atau sekitar $ 11.9 milyar US, demikian menurut menteri keuangan Jepang pada hari Selasa. Hasil tersebut lebih sempit dari estimasi surplus sebelumnya, yaitu sebesar 2.15 trilyun Yen.

Aliran kedatangan turis mancanegara yang datang dari sektor pariwisata, serta ditambah dengan pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen dan bea impor energi yang murah, telah berkontribusi dalam mencerahkan outlook niaga di negara Jepang. Laporan angka kenaikan pendapatan yang termasuk dari investasi langsung asing telah menjadi faktor kunci pada surplus neraca berjalan seiring pelemahan yen membantu melambungkan laba dari luar negeri saat direpatriasikan. Jumlah aliran kedatangan turis mancanegara yang datang ke negara Jepang dilaporkan telah naik sebanyak 47% dari setahun lalu di bulan September. Laporan angka kenaikan tersebut adalah sebanyak 1.61 juta orang, demikian menurut hasil laporan dari Japan National Tourism Organization (JNTO).

Penguatan pada neraca berjalan mengindikasikan bahwa perusahaan terus mengakumulasi keuntungan, yang mana dapat digunakan untuk menambah tingkat investasi dan upah guna membantu perekonomian mendapatkan momentum. Neraca berjalan nampaknya akan melanjutkan trend kenaikan, demikian menurut salah satu ekonom. Hal tersebut positif bagi perekonomian, perusahaan Jepang meraup keuntungan dari luar negeri dan pedagang domestik diuntungkan oleh bertambahnya jumlah turis asing, tambahnya.

Gerak nilai harga minyak dilaporkan telah bergerak positif. Gerak nilai harga minyak telah bergerak merangkan naik pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa (10/ 11/ 2015) ini. Kondisi ini terjadi, setelah kepala OPEC, Abdullah al-Badri, telah memperkirakan akan pasar yang lebih seimbang pada tahun depan. Faktor penunjang lain untuk gerak naik harga minyak adalah, bahwa pihak berwenang dari Departemen Energi Amerika mengatakan tingkat produksi domestik mungkin akan turun untuk ke-8 bulan berturut-turut.

Gerak nilai penurunan harga minyak dipicu oleh banyaknya bukti kelebihan suplai pada pasar. Meski demikian, namun komentar oleh sekjen OPEC, Abdullah al-Badri, pada hari Senin kemarin, telah memberikan nada bullish pada gerak nilai harga di pasar minyak. Ekspektasi para pelaku pasar adalah, bahwa perdagangan pasar minyak akan kembali lebih seimbang di tahun 2016, demikian menurut ynang telah disampaikan oleh Abdullah al-Badri dalam sebuah pidato di Doha, ibukota Qatar.

Kami memperkirakan tingkat permintaan pasar global dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan yang sehat belakangan ini, kami melihat berkurangnya pasokan minyak dari negara non-OPEC, dan kenaikan tingkat permintaan minyak dari OPEC, demikian menurut kata Abdullah al-Badri. Sebagian besar kenaikan suplai minyak dalam beberapa tahun belakangan ini datang dari produksi dengan biaya tinggi, ucap Abdullah al-Badri, terkait sumber suplai seperti minyak shale Amerika.

Tingkat produksi minyak shale diperkirakan akan turun untuk ke-8 bulannya di bulan Desember, demikian menurut proyeksi dari U.S. - Energy Information Administration (EIA). Jumlah output diperkirakan akan turun sebanyak 118,000 barel/ hari bulan Desember. Angka tersebut merupakan rekor penurunan bulanan terbesar, mejadi 4.95 juga barel/ hari, yang merupakan level terendah sejak September 2014, demikian menurut data EIA.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Short Covering Topang Penguatan Euro

Euro menguat di perdagangan sesi Asia pagi ini, setelah pada perdangan kemarin mata uang 18 negara tersebut berhasil rebound dari level terendah dalam 2 ½ bulan terakhir akibat aksi short

Forex News 0 Comments

Data Manufaktur China Topang Penguatan Yen

Yen menguat terhadap semua mata uang utama setelah data manufaktur China hasilnya di bawah estimasi analis, kondisi tersebut telah memacu permintaan untuk aset safe haven seperti yen. Yen menguat terhadap

Forex News 0 Comments

Pasar Antisipasi Pidato Gubernur The Fed Ben S. Bernanke

Para pelaku pasar saat ini terfokus pada rilis nonfarm payrolls sebagai acuan sentiment pasar, terutama menjelang pidato dari Gubernur The Fed, Ben S. Bernanke, yang akan akan menyampaikan pandangannya tentang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image