Gerak Nilai Harga Di Bursa Saham Jepang Naik, Amerika Libur Hari Thanksgiving

0a0a_0aa_0002_12751_0a0aaa01_0021275_06785550_nTelah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD terdongkrak oleh rils data positif, sehingga mampu bergerak rebound menguat kembali. Apiknya data-data ekonomi Amerika pada sesi perdagangan pasar hari Rabu membuat Greenback kembali mendapat momentum penguatan. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu berakhir di kisaran level harga 0.7249, dengan level tertinggi harian 0.7283, dan terendah 0.7227.

Gerak nilai apresiasi Greenback kembali mendapat momentum penguatan yang berdampak pada melemahnya gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yaitu mata uang Aussie. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (26/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang Aussie berpeluang untuk kembali melanjutkan gerak pelemahan jika data belanja modal dunia usaha Australia dirilis dengan hasil mengecewakan.

Hari libur merayakan Thanksgiving di Amerika pada hari Kamis ini membuat data klaim tunjangan pengangguran dirilis sehari lebih awal. Dilaporkan bahwa hasil rilis data klaim tunjangan pengangguran menunjukkan angka 260.000 klaim sepanjang pekan lalu. Angka tersebut turun sebesar 12.000 klaim dari laporan di pekan sebelumnya. Rilis data lain menunjukkan pesanan barang tahan lama inti naik sekitar 0,5% di bulan Oktober, seusai dengan ekspektasi para pelaku pasar.

Juga telah dilaporkan bahwa indeks harga PCE yang dikatakan sebagai acuan Federal Reserve untuk melihat inflasi, telah naik 0,1% di bulan Oktober dari bulan November, atau 0,2% dari Oktober 2014. Sementara indeks harga PCE inti tetap stagnan 0% untuk periode bulanan, dan naik 1,3% untuk periode tahunan.

Biro Statistik Australia pada pagi ini telah melaporkan data belaja modal dunia usaha pada kuartal ketiga. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie terkoreksi melemah terhadap major currencies setelah data pemerintah menunjukkan investasi bisnis yang turun lebih besar dari perkiraan di kuartal ketiga.

Diperkirakan sebelumnya bahwa, data belaja modal dunia usaha pada kuartal ketiga akan turun 2,8% setelah merosot 4,0% di kuartal sebelumnya. Karena hasil laporan kembali negatif, maka belanja modal akan membukukan penurunan dalam empat kuartal beruntun.

Gerak nilai apresiasi mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro, dilaporkan masih bertahan di dekat level terendah tujuh bulan terhadap Greenback, dan terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar tengah berspekulasi bahwa European Central Bnak (ECB) akan memperluas stimulus pada pertemuan pekan depan.

Mata uang Euro berada di jalur untuk penurunan gerak nilai apresiasi bulanan terbesar terhadap Greenback sejak bulan Maret. Gerak penurunan nilai apresiasi mata uang Euro terjadi di tengah perbedaan kebijakan moneter seiring Federal Reserve mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember mendatang untuk pertama kalinya dalam hampir sedekade. Pihak berwenang dari Bank of Japan (BoJ), dilaporkan telah mengambil langkah kongkrit, yaitu dengan meninggalkan kebijakan pelonggaran moneter yang yang tidak berubah dari sebelumnya pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu.

Analis senior di Royal Bank of Scotland Group Plc di Singapura telah mengatakan bahwa, diperkirakan ECB akan memangkas suku bunga deposito lebih besar dari perkiraan pasar pada pekan depan. Kondisi tersebut seharusnya akan membuat mata uang Euro dalam posisi di jual ketika reli menjelang pertemuan ECB dan memungkinkan euro untuk menguji ke $1,05 jika ECB memenuhi ekspektasi pasar.

Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, hanya sedikit berubah. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro bergerak di level $1.0620 pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu kemarin. Kondisi tersebut terjadi, ketika gerak nilai apresiasi mata uang Euro terkoreksi melemah, bergerak turun sebesar 0.2% dan menyentuh level $1.0566. Level harga tersebut adalah merupakan level yang belum terlihat sejak 14 April.

Gerak nilai apresiasi mata uang Euro telah melemah sebesar 3.5% pada bulan ini. Apresiasi cross mata uang Euro terhadap mata uang Yen, telah diperdagangkan di kisaran level 130.25 di sesi perdagangan pasar Amerika, di New York semalam. Sebelumnya nilai apresiasi cross mata uang Euro dan mata uang Yen berada di kisaran 130.39, pernah turun ke kisaran level 129.75, level terendah sejak 28 April.

Gerak nilai harga di bursa saham Jepang dilaporkan telah bergerak menguat naik. Kondisi penguatan gerak nilai harga di bursa saham Jepang tersebut terjadi, karena data ekonomi Amerika yang positif, telah memberikan lebih banyak dukungan untuk The Fed berpotensi menaikkan suku bunga pada bulan Desember depan, dan telah mendorong gerak reli nilai apresiasi Greenback terhadap mata uang negara Jepang, yaitu mata uang Yen.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 brgerak menguat sebesar 140 poin, atau 0.71% menjadi 19,990 pada pagi tadi. Levl harga tersebut berada di dekat level tertinggi tiga bulan. Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen diperdagangkan di 122.65 terhadap mata uang USD setelah melemah pada sesi perdagangan pasar hari Rabu. Kondisi tersebut terjadi, seiring rilis data laporan yang telah menunjukkan jumlah pemesanan barang tahan lama Amerika dilaporkan naik lebih besar dari perkiraan.

Seorang eksekutif di Ichiyoshi Asset Management Co. di Tokyo mengatakan bahwa data ekonomi Amerika sejalan dengan ekspektasi dan berikan beberapa kenyamanan terhadap investor. Para pelaku pasar telah memperkirakan bahwa gerak nilai harga pasar akan naik setelah kenaikan suku bunga Amerika sejak ketidakpastian sudah tidak ada. Mereka ingin membeli saham saat ini.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak menguat setelah jumlah pemesanan barang modal non-militer diluar pesawat naik sebesar 1.3%. Angka tersebut adalah pencapaian yang tertinggi dalam tiga bulan. Para pelaku pasar menilai bahwa, tingkat peluang kesempatan kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan depan adalah sebesar 72%.
Menjelang hari libur Thanksgiving, dan setelah rilis serangkaian data ekonomi Amerika pada hari Rabu, bursa saham Amerika diperdagangkan dengan volume yang kecil dan berakhir dengan kondisi gerak nilai harga mixed.

Belanja personal di bulan Oktober dilaporkan naik 0,1% sementara pendapatan personal naik 0,4%. Indeks harga PCE naik 0,2% pada periode tahunan, sama dengan kenaikan di bulan September. Indeks harga PCE merupakan acuan inflasi Federal Reserve. Pesanan barang tahan lama naik 3,0% di bulan Oktober, di atas ekspektasi para pelaku pasar. Juga telah dilaporkan bahwa angka klaim pengangguran mingguan turun menjadi 260.000. Para pelaku pasar menyebutkan bahwa, data tenaga kerja yang akan dirilis 4 Desember akan menjadi kunci bagi kebijakan bagi The Fed.

Hewlett-Packard melaporkan earning terakhir sebelum perusahaan tersebut dipecah menjadi dua perusahaan, HP Inc. dan Hewlett Packard Enterprises. Produsen komputer tersebut telah mencatat laba kuartal ke-empat fiskal sebesar 93 sen/ lembar saham dan pendapatan sebesar $25,7 milyar. Angka tersebut telah turun sekitar 9% dari tahun lalu. Bursa Wall Street sebelumnya memperkirakan HP akan meraih laba 97 sen/ lembar saham dengan pendapatan sekitar $26,36 milyar.

Juga telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks S&P 500 dilaporkan berakhir nyaris tidak berubah di 2.088,878. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones menguat tipis, hanya menambah 1,27 poin menjadi 17.813,46. Gerak nilai harga indeks Nasdaq dilaporkan telah bergerak menguat sekitar 0,3% sehingga menjadi 5.116,14.

Gerak nilai harga minyak dilaporkan masih mempertahankan penguatannya untuk bergerak dikisaran $43 US/ barel. Hal tersebut terjadi, karena laju pengeboran rig minyak Amerika tengah melambat di negara dengan tingkat konsumsi terbesar di dunia di tengah surplus global.

Nilai kontrak berjangka hanya sedikit berubah di New York setelah naik sebesar 0.4% pada hari Rabu. Telah dilaporkan oleh Baker Hugher dalam situsnya bahwa, jumlah pengeboran minyak rig Amerika turun sebanyak 9 menjadi 555. Angka tersebut adalah level terendah sejak Juni 2010.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan Januari bergerak di $43.18 US/ barel. Gerak nilai harga minyak WTI tersebut naik sebesar 14 sen. Nilai kontrak menguat sebesar 17 sen menjadi $43.04 US pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu.

Jumlah cadangan minyak mentah Amerika dilaporkan telah naik. Kenaikan jumblah cadangan minyak Amerika tersebut telah terjadi untuk pekan ke Sembilan. Kenaikan jumblah cadangan tersebut mempertahankan suplai untuk lebih dari 100 juta barel di atas level rata-rata lima tahunan, demikian yang telah dilaporkan oleh Energy Information Administration (EIA).

Gerak nilai harga minyak telah turun lebih dari 40% dari tahun lalu di tengah spekulasi bahwa melimpahnya suplai global akan berkepanjangan. Kondisi tersebut terjadi, karena dipicu oleh keadaan dimana Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) masih akan memompa di atas kuota kolektif mereka.

Negara Iran juga dilaporkan akan melemparkan kepada para investor asing, sebanyak lebih dari 50 proyek migas. Kebijakan pemerintah Iran tersebut telah disampaikan dalam suatu kesempatan di konfrensi selama dua hari di Teheran yang dimulai pada hari Sabtu lalu. Langkah tersebut dilakukan oleh pemerintah negara Iran, di tengah kondisi dimana negara Teluk Persia tersebut sedang mempersiapkan diri menjelang berakhirnya sanksi embargo.

About author

You might also like

Para Pelaku Pasar Bersiap Sambut Hasil FOMC, Gerak Nilai Apresiasi USD Relatif Stabil

Telah dilaporkan bahwa, indeks mata uang USD bergerak secara stabil di akhir sesi perdagangan pasar di hari Jumat (12/ 03/ 2016) lalu. Kondisi tersebut terjadi, sebelum memasuki pekan yang penuh

CFD News 0 Comments

FOMC Dongkrak Greenback, Aussie Terpelanting

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan bergerak merosot tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin hingga menyentuh level terendah 11 pekan. Gerak penurunan nilai apresiasi Aussie

Forex News 0 Comments

Apresiasi AUD/ USD Jelang NFP Berinteraksi Melemah, Pasar Cenderung Lepas Yen

Mata uang USD menguat ke level tertinggi 6-minggu di atas 100 per yen pada hari Kamis kemarin. Hal ini dipicu spekulasi bahwa tanda-tanda perbaikan ekonomi Amerika akan memaksa Federal Reserve

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image