Gerak Nilai Harga Komoditas Minyak Menguat, Greenback Terjerembab Minggu Lalu

12919811_1025576760849687_27762609750061219688_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak masih berusaha untuk tetap memperpanjang gerak pelemahannya atas mata uang Kanada, yang lazim disebut dengan istilah Loonie. Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang USD terhadap Loonie terjadi, pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Jumat.

Kondisi tersebut terjadi, karena dipicu oleh adanya lonjakan dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah. Kondisi lain yang turut berperan besar dalam menekan gerak nilai apresiasi Greenback atas Loonie adalah, karena adanya rilis laporan tentang ketenagakerjaan di Kanada yang lebih baik dari ekspektasi para pelaku pasar sebelumnya.

Dilaporkan oleh Statistics Canada bahwa, jumlah orang yang dipekerjakan di Kanada meningkat sebanyak 40.600 pada bulan Maret. Hal tersebut terjadi, setelah sebelumnya data yang sama pada bulan sebelumnya telah mencatatkan angka penurunan pada penyerapan tenaga kerja yaitu sebesar 2.300. Angka tersebut jauh melampaui prediksi kenaikan sebesar 10.000. Data tercatat bagus, dan telah mendorong tingkat pengangguran di Kanada turun menjadi 7,1% dari sebelumnya sebesar 7,3% pada bulan Februari, dan mematahkan estimasi tanpa perubahan.

Gerak nilai apresiasi mata uang yang erat kaitannya dengan komoditas seperti Loonie ini, telah juga duntungkan oleh pergerakan nilai harga komoditas minyak mentah pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah mampu melonjak lebih dari 5% di tengah berlanjutnya kekhawatiran tentang pasokan global.

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD terpantau diperdagangkan pada kisaran level $1.3005. Angka tersebut sekitar 1% di bawah harga penutupan pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis.

Dibutuhkan stabilitas di bawah kisaran level $1.3000 untuk mendorong pelemahan lebih lanjut menguji ulang area $1.2970. Level tersebut hendaknya tercapai, sebelum mengincar pada kisaran level $1.2945. Pada sisi sebaliknya, batas resisten dapat ditemukan di kisaran level $1.3035, $1.3070 dan pada kisaran level $1.3105.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham di bursa saham Jepang bergerak melemah pada sesi perdagangan di awal pecan. Gerak nilai harga saham yang melemah tersebut, telah memperpanjang arus kerugian dalam kurun waktu dua pekan sesi perdagangan pasar terakhir.

Kondisi tersebut terjadi, setelah gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, bergerak secara reli dalam kurun waktu enam hari. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran level 107.95.

Hal lain yang turut menekan gerak nilai harga di bursa saham Nikkei adalah, karena adanya juga laporan yang menunjukkan bahwa pemesanan mesin turun di bulan Februari untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Data dari Jepang yang dirilis pada pagi ini menunjukkan bahwa, angka pemesanan mesin inti turun sebanyak 9.2% di bulan Februari dari bulan sebelumnya, dimana para pelaku pasar memperkirakan untuk angka penurunan adalah sebesar 12%.

Gerak nilai harga Indeks saham Nikkei dilaporkan sempat tercatat bergerak melemah, sekitar 230 poin sehingga menjadi 15585. Gerak nilai harga Indeks saham Nikkei untuk hari ini diperkirakan akan berpeluang untuk bergerak melemah, mengikuti gerak tren bearish. Level harga support terdekat terlihat di area 15750 dan level resisten di 16025.

Dilaporkan bahwa tingkat inflasi konsumen di China sedikit di bawah perkiraan untuk tingkat tahunan di bulan Maret. Juga telah dilaporkan bahwa, harga produsen sedikit lebih baik dari perkiraan.

Indeks harga konsumen China dilaporkan telah naik sebesar 2.3% pada tingkat tahunan di bulan Maret, lebih rendah jika dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. Diperkirakan bahwa untuk indeks harga konsumen China akan mengalami kenaikan sebesar 2.5% dalam survei Reuters. Estimasi atas hasil tersebut sama dengan level bulan Februari. Untuk tingkat bulanan, tingkat inflasi konsumen turun 0.4%.

Beberapa hal telah berkontribusi atas kondisi tersebut. Harga makanan, yang menyumbang hampir sepertiga dari perhitungan inflasi di tahun 2015, naik ke level tertinggi dalam enam bulan di Februari dibalik semakin ketatnya suplai sayuran karena musim dingin, serta kenaikan permintaan selama libur panjang Tahun Baru Imlek.

Dilaporkan juga bahwa untuk indeks harga produsen telah turun pada tahun ini untuk bulan ke 49 beruntun, turun sebesar 4.3%. Meski demikian, namun dengan kecepatan yang lebih lambat dari bulan Februari. Hasil jajak pendapat Reuters sebelumnya perkirakan untuk penurunan 4.6%, setelah di bulan Februari turun 4.9%. Untuk tingkat bulanan, indeks harga produsen naik 0.5%.

Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan masih memperpanjang gerak nilai penguatanya. Hal tersebut terjadi, setelah lonjakan terbesar dalam hampir dua bulan pada hari Jumat karena para pengebor minyak di Amerika mulai mengurangi aktivitasnya menjelang pembicaraan antara para produsen terbesar di dunia untuk pembatasan produksi.

Gerak nilai harga komoditas minyak WTI dilaporkan telah bergerak menguat sekitar 0.6% yaitu senilai $39.95 US/ barel. Kondisi tersebut terjadi, setelah pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu, gerak nilai harga komoditas minyak menguat sebesar 6.6%. Pencapaian penguatan gerak nilai harga komoditas tersebut, merupakan kenaikan terbesar sejak 12 Februari.

Berdasarkan pada hasil rilis data dari Baker Hughes inc, jumlah rig aktif turun untuk ke 15 kalinya dalam 16 pekan ke level terendah sejak 2009. Venezuela mengatakan bahwa langkah pertama pada pertemuan tanggal 17 April di Doha diantara para pemasok yang termasuk Arab Saudi adalah seharusnya membatasi produksi.

Kepala analis di CMC Markets di Sydney mengatakan bahwa, kondisi pergerakan pedagang pasar telah mendapatkan momentum positif, jadi ada potensi gerak nilai harga komoditas minyak menguji level tertinginya yang kita lihat beberapa pekan lalu. Dia juga menambahkan bahwa perjanjian di Doha kemungkinan kecil tersepakati. Bahkan jika kesepakatan itu diumumkan, pasar akan sangat skeptir terhadap kepatuhan dari para pembuat kesepakatan tersebut.

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

Greenback Terkoreksi Kuat Setelah Menekan Sebelumnya, Minyak Terdukung Ekspektasi

Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan telah mengalami gerak koreksi pelemahan terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin. Hal tersebut terjadi, setelah adanya hasil rilis data inflasi

Fundamental 0 Comments

Emas dan Major Currencies Menggeliat Kencang Semalam

Gerak harga emas berjangka dilaporkan bergerak naik pada hari Kamis dini hari pagi. Gerak harga emas menguat naik setelah adanya rilis laporan FOMC The Fed. Setelah pertemuannya, The Fed mengungkapkan

Berita 0 Comments

Fundamental Pengaruhi Apresiasi Pasar Major, Data Cina Turut Andil

Pergerakan mata uang dunia pada beberapa waktu terakirn ini sangat rentan oleh issue fundamental. Hal ini dikarenakan keadaan ekonomi domestic masing – masing negara sedang mengalami banyak hal yang mengacupada

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image