Gerak Nilai Harga Minyak Koreksi, Zona Eropa Rentetkan Rilis Data Di Minggu Ini

EXID_1447386582_af_orgTelah dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar dalam kurun waktu 2 minggu terakhir ini telah penuh diisi oleh banyaknya rilis kebijakan-kebijakan moneter dari pihak berwenang bank-bank sentral dunia. Kebijakan pelonggaran moneter yang diluncurkan oleh pihak berwenang dari European Central Bank (ECB) dan dari pihak berwenang Swiss national Bank (SNB) pada sesi perdagangan pasar di minggu-minggu sebelumnya, terlihat masih menjadi faktor pendorong atas menguatnya gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD.

Setelah adanya kondisi banyaknya rilis kebijakan dari pihak berwenang dari bank-bank sentral dunia tersebut, tampaknya situasi perdagangan pasar global juga akan mengalami keadaan yang lain. Keadaan tersebut yaitu sesi perdagangan pasar dunia akan dilaksanakan dengan keadaan, dimana sesi perdagangan harian pasar menjadi lebih pendek pada minggu ini.

Kondisi tersebut terjadi, oleh karena mayoritas perdagangan pasar utama dunia akan libur merayakan hari Paskah pada hari Jumat 25 Maret 2016 mendatang. Sebagian besar sesi perdagangan pasar utama dunia akan libur hari Paskah, terutama di negara kawasan Eropa. Pada sesi perdagangan pasar di minggu ini, kondisi yang akan terjadi adalah, pada sesi perdagangan pasar zona Eropa minggu ini akan diisi oleh beberapa rangkaian rilis data penting zona Eropa.

Rilis dari data-data penting tersebut, setidaknya akan mampu untuk bisa memberikan gambaran dari kondisi pertumbuhan ekonomi atas zona perdagangan pasar tersebut bagi para pelaku pasar. Laporan atas data-data penting yang akan dirilis tersebut, antara lain adalah mengenai laporan Consumer Confidence zona Eropa, laporan Flash Manufacturing & Service PMI untuk Jerman dan zona Uni Eropa, laporan mengenai German Ifo Bussiness Climate, laporan ZEW Economic Sentimen Jerman & Eropa, serta laporan Targeted Long Term Refinancing Operation (LTRO).

Hasil laporan dari data Consumer Confidence Eropa akan dirilis hari pada hari Senin 21 Maret 2016 ini. Hasil rilis data yang sebelumnya adalah dilaporkan pada -9, menjabarkan tingkat pesimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi eropa secara keseluruhan. Tingkat Consumer confidence yang positif setidaknya akan mampu untuk meningkatkan gerak penguatan atas nilai apresiasi mata uang EUR/ USD.

Laporan yang akan dirilis lainnya adalah mengenai laporan Flash Manufacturing & Service PMI untuk Jerman dan Uni Eropa. Data yang akan dirilis hari Selasa 22 Maret terbagi menjadi data Jerman WIB dan zona Eropa. Hasil rilis kebijakan tersebut, apabila dirilis dengan hasil yang lebih baik akan menguatkan gerak nilai apresiasi mata uang Euro atas mata uang USD.

Hasil dari rilis data sebelumnya dilaporkan telah menggambarkan adanya keadaan penurunan pada kondisi bisnis di negara Jerman dan zona Eropa. Oleh karena keadaan tersebut yang tengah terjadi, dengan adanya tindakan tersebut sehingga diharapkan mampu untuk meningkatkan harapan para pelaku pasar atas akan adanya penambahan stimulus dari pihak berwenang ECB.

Data Ifo Bussiness Climate adalah berfungsi untuk sebagai acuan, dalam mengukur tingkat kepercayaan para pelaku pasar terhadap bisnis di Jerman yang dilakukan oleh Ifo Institute sejak 1972. Survey tersebut mencakup kondisi usaha yang terjadi saat ini. Hal selain itu adalah, juga sebagai acuan atas estimasi situasi usaha untuk kurun waktu 6 bulan ke depan.

Sama seperti halnya dengan laporan data PMI, peningkatan data Bussiness Climate akan berimbas langsung pada gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa. Imbasnya adalah pada menguatnya gerak nilai apresiasi dari mata uang Euro atas Greenback.

ZEW Economic Sentimen Jerman & Eropa akan di rilis pada sesi perdagangan pasar Eropa di hari Selasa 22 Maret 2016 ini. Berbicara mengenai ZEW Economic Sentimen Jerman & Eropa, fungsi rilis data tersebut adalah sebagai indikator yang menggambarkan kondisi ekonomi pasar dan institusi di zona Eropa.

Laporan tersebut telah dilakukan oleh Zentrum für Europäische Wirtschaftsforschung (ZEW), Center for European Economic Research, di Mannheim- Jerman. Hasil dari rilis data tersebut, telah melaporkan pelemahan kondisi ekonomi Jerman dan Eropa pada data sebelumnya. Kenaikan hasil rilis pada data ini kemungkinan besar akan menguatnya gerak nilai apresiasi dari mata uang Euro atas Greenback.

Rilis data Targeted LTRO (Long Term Refinancing Operation) ini, akan diumumkan pada sesi perdagangan pasar Eropa di hari Kamis 24 Maret 2016 mendatang. TLTRO adalah merupakan program pinjaman bunga rendah untuk perbankan yang diberikan oleh ECB. Program yang telah menyebabkan pihak berwenang dari ECB melakukan kebijakan, dengan mencetak lebih banyak uang sebagai pinjaman untuk perbankan.

Tindakan ECB mencetak lebih banyak uang sebagai pinjaman untuk perbankan ini, digunakan sebagai pendukung perekonomian dan kelancaran bisnis perbankan. Tetapi makin besar dana yang diberikan oleh ECB tersebut akan melemahkan gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD.

Rangkaian rilis data dari Eropa dan Jerman mendatang inilah yang berpeluang memberikan pergerakan besar pada gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD pada sesi perdagangan pasar di minggu ini. Hasil yang baik atas rilis dari hasil data-data tersebut, diharapkan akan mampu untuk memberikan imbas pada mata uang- mata uang lainnya. Sentimen pasar yang lebih jelas dapat terbentuk dari data-data ini setelah pengumuman pelonggaran ECB bulan ini malah mendorong penguatan nilai tukar EUR/ USD, berlawanan dengan rencana dari pihak ECB sebelumnya.

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai indeks sentimen konsumen Amerika, bergerak merosot ke level terendah 5-bulan menjadi 90,0 pada bulan Maret dari 91,7 pada bulan Februari. Kondisi tersebut terjadi, karena dipicu oleh kekhawatiran para pelaku pasar atas tentang kecepatan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan ke depan serta ekspektasi kenaikan harga bensin, demikian menurut laporan dari University of Michigan pada hari Jumat lalu.

“Meskipun konsumen tidak mengharapkan terjadinya resesi, mereka tidak lagi berharap pertumbuhan ekonomi akan melampaui level 2,4% yang tercatat dalam 2 tahun terakhir,” demikian menurut kata Richard Curtin, kepala ekonom dari survey. Terakhir kali indeks menyentuh level saat ini adalah pada bulan Oktober. Indeks sentimen sempat mencapai level puncak pasca-resesi di 98,1 pada bulan Januari 2015, untuk kemudian mencatat rata-rata 92 sejak saat itu. Indeks sentimen terus berada di bawah 100 sejak tahun 2004, setelah membukukan rekor tertinggi di 112 pada bulan Januari 2000.

Pasca rilis data ini, Greenback terpaksa harus memangkas penguatan terhadap beberapa major currency. Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD dilaporkan terpantau masih melemah 0,25% setelah menyentuh level terendah harian di $1.1254. Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, Poundsterling, dilaporkan sempat menyentuh level terendah. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dilaporkan sempat berada di kisaran level $1.4409, mampu kembali bertengger di sekitar harga pembukaan.

Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dan Sweezy, sebutan lazim bagi mata uang Swiss, juga telah terkoreksi gerak nilai apresiasinya. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dan mata uang USD/ CHF telah juga sama-sama harus mengurangi penguatan menjadi hanya sekitar 0,05%.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures, dilaporkan telah mengawali pergerakan nilai harganya di sesi perdagangan pasar Asia pada awal pekan ini dalam area negatif. Dilaporkan bahwa, pelemahan gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures tampaknya akan menguji batas level support di kisaran level harga 16430, sementara konsistensi kenaikan akan menghadapi level batas harga resisten di kisaran level harga 16775.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures telah menghadapi tekanan atas adanya gerak penguatan dari mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen. Nilai valuasi mata uang Yen yang lebih tinggi akan bisa berpotensi kuat, untuk menyulitkan perusahaan ekspor Jepang dalam bersaing dalam kancah perdagangan internasional.

Gerak nilai harga indeks saham di kawasan Asia sendiri dilaporkan bergerak secara bervariasi. Telah dilaporkan bahwa indeks saham Korea Selatan, yaitu inddeks saham Kospi, terkoreksi melemah. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga dari indeks saham Hongkong, yaitu indeks saham Hang Seng 33, dan indeks saham China, yaitu Shanghai Composite Index, dilaporkan telah bergerak menguat.

Penurunan gerak nilai harga komoditas minyak mentah, serta ditunjang pula oleh adanya komentar dari pihak berwenang Bank of Japan (BoJ) telah membuat gerak nilai apresiasi mata uang Yen menguat tipis terhadap major currencies. Komentar dari pihak berwenang Bank of Japan (BoJ) tersebut adalah dengan memberikan sinyal atas tindakan selanjutnya, yaitu tidak akan menurunkan tingkat suku bunga Jepang dalam waktu dekat.

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah terkoreksi pada sesi prerdagangan pasar Amerika di hari Jumat lalu. Kondisi tersebut terjadi, setelah jumlah rig minyak aktif Amerika dilaporkan telah naik untuk pertama kalinya sejak Desember. Hal tersebut telah memperbaharui kecemasan para pelaku pasar atas melimpahnya suplai setelah pembatasan produksi mendongkrak harga ke level tertinggi 2016 dan level tertinggi multi mingguan.

Perusahaan energi di Amerika pada pekan ini dilaporkan telah menambahkan satu rig minyak yang aktif setelah 12 minggu menguranginya, ditunjukkan oleh perusahaan Baker Hughes. Penambahan tersebut datang setelah rig minyak turun sebanyak dua pertiga dari tahun lalu ke level terendah 2009, dengan menunjukkan jumlah pengeboran minyak mentah naik kembali setelah harga reli sebesar 50% sejak Februari.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak WTI untuk kontrak April berakhir di $39.44 US/ barel, turun 76 sen, atau 1.89 sen, setelah sempat menguat $1 US ke level tertinggi di $41.20. Untuk sesi perdagangan pasar di pekan ini, gerak nilai harga komoditas minyak untuk kontrak aktif menguat hampir 6.9%. Meski demikian, namun untuk kontrak April sendiri, yang berakhir pada penutupan hari Senin, dilaporkan telah menguat sekitar 2.4%.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Pasar Tunggu FOMC, Emas Cenderung Bertahan

Gerak harga emas dilaporkan bergerak melemah pada penutupan perdagangan hari Senin atau pada Selasa pagi ini. Perlemahan gerak harga emas tersebut karena didorong oleh kondisi bursa saham eropa yang bergerak

Gerak Harga Saham Asia Terkoreksi Di Awal Bulan, Kebijakan China Berimbas Kuat Kembali

Pergerakan nilai apresiasi mata uang negara Australia, yaitu yang lazim disebut dengan mata uang Aussie, telah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (31/ 08/ 2015) kemarin, kembali dipengaruhi

Berita 0 Comments

Para Pelaku Pasar Bernafas Lega, Brexit Urung Pasar Bersirkulasi Kembali

Gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, dilaporkan tengah bergerak sideways cenderung menguat. Hal tersebut terjadi, setelah adanya hasil rilis minutes rapat kebijakan moneter RBA

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image