Gerak Nilai Harga Minyak Terjerembab, Jepang Terbeban Pajak Tinggi

1Gerak nilai apresiasi mata uang uni Eropa, yaitu mata uang Euro, pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (08/ 10/ 2015) ini, tampak bergerak agak jatuh terhadap Greenback. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar tengah menunggu dari minute FOMC dimana bisa melihat petunjuk The Fed mengenai jadi atau tidak menaikkan suku bunga.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD telah melemah sekitar 0.16% dengan sempat berada di kisaran level 1.1256. Pada dini hari nanti, Federal Reserve akan merilis minute terbaru menganai kenaikan suku bunga. Salah satu yang paling diantisipasi karena ketidakpastian sekitar kenaikan suku bunga. bulan  sebelumnya FOMC memilih untuk menahan tingkat suku bunga antara nol dan 0,25%.

Richmond Jeffrey Lacker, yang salah satu anggota tinggi The Fed memilih untuk meningkatkan 0,25%, dan empat orang lain merasa bahwa The Fed harus menunggu sampai 2016 untuk menaikkan suku jangka pendek. Di tempat lain, Dana Moneter Internasional mengatakan gaung dari bailout Yunani yang berkepanjangan telah “terbatas,” karena kesepakatan sudah tercapai selama musim panas. Akan tetapi, ketegangan dapat muncul kembali jika ketidakpastian politik. Selain itu, IMF menurunkan outlook inflasi untuk zona euro untuk 0,2%, sedikit di bawah proyeksi Bank Sentral Eropa 0,4%.

Negara China tampaknya mulai mengambil langkah taktis dalam menyikapi perkembangan laju ekonominya saat ini. Diperkirakan bahwa negara China telah menambah cadangan emasnya sebesar 0,9% pada bulan September lalu. PBoC diperkirakan telah menambah dan menjadi 1.709 metrik ton emas sebagai upaya meragamkan cadangan devisanya.

Nilai devisa emas negara China adalah mencapai $61,2 milyar US di akhir bulan lalu, demikian yang dilaporkan dengan berdasarkan data resmi yang dirilis oleh People’s Bank of China (PBoC) di halaman websitenya pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (07/ 10/ 2015) kemarin. Nilai devisa emas China pada bulan Agustus telah dilaporkan mencapai mencapai $61,8. Jumlah itu setara dengan 54,9 juta troy ons atau sebanyak 1.709 metrik ton menurut London Bullion Market Association. Pada awal bulan lalu, jumlah cadangan emas milik China adalah sekitar 54,45 juta troy ons.

Negara China mengakui tambahan cadangan emas mereka sebesar 19 dan 16 metrik ton untuk bulan Juli dan Agustus. Sebelumnya mereka juga mengakui bahwa pada 17 Juli silam, bahwa jumlah cadangan emas mereka telah naik 57% sejak 2009. Pernyataan awal ini mengakhiri keadaan dimana dalam kurun waktu enam tahun terakhir lamanya ini, China bungkam mengenai kondisi cadangan devisa emasnya.

Posisi China ini telah mampu menggeser peringkat Rusia sebagai negara dengan cadangan emas terbanyak kelima terbesar di dunia. Meski demikian, nilai jumlah ini masih tergolong sedikit, yaitu hanya sekitar 1,6% , sementara Amerika mencapai 73%, dan Jerman 67%, demikian menurut data dari World Gold Council.

Keadaan gerak nilai harga emas saat ini tentu tidak akan disia-siakan oleh PBoC untuk terus menambah jumlah devisanya. Negara China dalam rangka tindakan penambahan cadangan emas ini, tentunya bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan pengaruhnya dalam perekonomi global, menjadi pendorong untuk melakukan aksi beli emas lebih lanjut.

Dilaporkan pada sesi perdaganagn pasar hari Kamis (08/ 10/ 2015) ini bahwa, kondisi konsumen Jepang saat ini tengah dalam posisi yang cukup berat. Kondisi ini terjadi dimana mereka tengah memanggul beban pajak yang lebih besar daripada sebelumnya.

Keputusan yang diambil oleh Abe untuk tetap terus maju dengan kenaikan pajak penjualan tahun lalu, tidak hanya mendorong Jepang ke dalam resesi. Pajak pendapatan perusahaan diproyeksikan terdiri hanya 20% dari pendapatan tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2016, sesuai dengan proyeksi anggaran turun pada tahun 1989.

“Perusahaan tidak membawa semua keuntungan kembali, tapi reinvesting beberapa di luar negeri saja,” demikian menurut pendapat dari analis pasar utama di Credit Suisse Group AG, Shinichi Ichikawa, di Tokyo. “Pendapatan pajak tidak akan meningkat jauh bahkan ketika mereka melaporkan rekor keuntungan.” Tambah Shinichi Ichikawa.

Pajak pendapatan diperkirakan akan menghantam 54.5 triliun Yen, atau setara dengan $453 miliar US dalam 12 bulan sampai Maret, demikian menurut laporan Kementerian Keuangan Jepang. Kenaikan beban pajak datang di atas upah pekerja Jepang yang datar. Upah riil yang disesuaikan untuk inflasi meluncur 2,8 % tahun lalu dan jatuh di lima dari delapan bulan hingga Agustus tahun ini, seperti yang tercatat menurut Kementerian Tenaga kerja.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak berjangka tengah mengalami gerak penurunan pertama selama empat sesi pada penutupan sesi perdagangan pasar hari Rabu. Kondisi ini terjadi, setelah sebuah laporan pemerintah Amerika menunjukkan adanya peningkatan persediaan minyak mentah mingguan bersama dengan penambahan produksi dalam negeri.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak November turun 72 sen atau 1,5% untuk menetap di $ 47,81 per barel. Brent untuk kontrak bulan November di bursa ICE Futures London turun 59 sen atau 1,1% ke $ 51,33 per barel.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin, pihak EIA telah melaporkan adanya peningkatan sebanyak 3,1 juta barel dalam persediaan minyak mentah untuk pekan yang berakhir tanggal 2 Oktober. Analis memperkirakan pasokan naik 1,75 juta barel, sedangkan American Petroleum Institute pada hari Selasa mengatakan persediaan turun 1,2 juta barel. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa total produksi dalam negeri mencapai 9,17 juta barel per hari, naik 76.000 barel dari seminggu sebelumnya. Sementara itu, pasokan bensin naik 1,9 juta barel, sementara stok distilat turun 2,5 juta barel pekan lalu, menurut EIA.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Mata Uang USD Masihkah Akan Terkoreksi Lagi?

Mata uang USD kembali melemah di perdagangan awal Senin, 15/ 07/ 2013). Perlemahan terjadi setelah sepanjang minggu lalu mengalami kemerosotan di tengah meredanya kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus moneter Amerika Serikat.

Forex News 0 Comments

Sterling Kokoh di Level Tertinggi 8 Pekan

Hingga akhir perdagangan sesi Asia, pound sterling kokoh di level tertinggi delapan pekan terhadap dollar jelang rilis data produk domestik bruto Inggris estimasi kedua hari ini. Sterling mencapai level tertinggi

Forex News 0 Comments

Proyeksi Laju Ekonomi China Terpangkas, Yen Kembali Dilirik Para Pelaku Pasar

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis ini, gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, bergerak melemah. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie terkoreksi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image