Gerak Nilai Harga Minyak Terjerembab Lagi, Won Terkoreksi Karena China

0a1y01e8949yi0oDilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi dari mata uang Korea Selatan, yaitu mata uang Won, terkoreksi melemah. Gerak nilai mata uang Won bergerak jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua bulan, karena adanya kondisi spekulasi bahwa Negara China akan mengizinkan mata uangnya, yaitu mata uang Yuan, untuk bergerak melemah. Hal tersebut diasumsikkan, karena setelah para pembuat kebijakan meluncurkan ukuran gerak nilai apresiasi yang menilai mata uang Yuan terhadap kisaran gerak nilai mata uang secara luas.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yuan bergerak melemah anjlok ke level terendah dalam empat tahun. Hal tersebut terjadi, setelah China Foreign Exchange Trade System (CFETS) yang digerakan oleh PBoC untuk menfasilitasi perdagangan interbank, pada hari Jumat lalu mempublikasikan bahwa indeks akan ‘membawa pergeseran pada bagaimana publik dan pasar mengamati’ pergerakan nilai apresiasi mata uang. CFETS mengatakan Para pelaku pasar global menjual saham Korea Selatan untuk hari ke Sembilan, karena kejatuhan gerak nilai harga minyak dan prospek kenaikan suku bunga dari Federal Reserve pada pekan ini yang merusak permintaan untuk aset beresiko.

Gerak nilai apresiasi mata uang Won terkoreksi melemah sebesar 0.7% menjadi 1,187.84/ USD pada sesi perdagangan pasar Asia pagi ini. Level tersebut adalah level terendah sejak 30 September, dan memimpin gerak penurunan nilai apresiasi mata uang di kawasan Asia pada bulan ini dengan penurunan 2.4%. Pihak Kookmin Bank memperkirakan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Won akan diperdagangkan diantara 1,178 sampai 1,192 pada pekan ini.

Analis mata uang di Kookmin Bank di Seoul mengatakan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Won sedang menghadapi tekanan pelemahan yang bersamaan dengan mata uang regional. Hal tersebut terjadi, karena indeks China besar kemungkinannya untuk mendukung gerak nilai apresiasi mata uang Yuan lebih rendah. Arus keluar dari pasar berkembang diperkirakan masih akan terus terjadi sebelum kebijakan moneter Amerika. Ada kecemasan bahwa otoritas akan melangkah untuk meredam penurunan gerak nilai apresiasi mata uang Won.

Dilaporkan bhawa gerak nilai apresiasi mata uang USD, atau Greenback, berhasil mendominasi gerak nilai apresiasi atas Loonie, atau Canadian dollar, hingga naik ke level tertinggi sejak Mei 2004. Selain faktor peluang kenaikan suku bunga di Amerika yang kemungkinan akan dilaksanakan di pekan ini, kondisi terus merosotnya gerak nilai harga minyak mentah turut memberikan tekanan bagi gerak nilai apresiasi mata aung Loonie.

Gerak nilai harga minyak mentah WTI pada sesi perdagangan pasar hari Jumat lalu, dilaporkan telah menyentuh level terendah sejak Februari 2009. Hal tersebut terjadi, setelah International Energy Agency (IEA) memperingatkan kemungkinan meningkatnya stok global pada tahun depan. Pada bulan November lalu, IEA lalu memberikan estimasi surplus minyak mentah sebanyak 1,7 juta barel per hari di kuartal ketiga fiskal 2015.

Komoditas ekspor utama negara Kanada ini mulai merosot sejak 4 Desember lalu, Kondisi tersebut terjadi, setelah OPEC memutuskan mempertahankan plafon produksi harian. Data yang dirilis belakangan menunjukkan OPEC memproduksi minyak 31,7 juta barel pada bulan November, atau merupakan yang terbanyak sejak akhir 2008. Jika gerak nilai harga minyak kembali merosot, maka besar kemungkinan gerak nilai apresiasi mata uang Loonie turut melanjutkan pelemahan. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD telah diperdagangkan pada kisaran level 1.3744, dengan level terendah harian 1.3716, dan tertinggi 1.3755.

Gerak nilai harga minyak mentah yang turun ke level terendah tujuh tahun, menyeret kondisi gerak nilai harga di bursa Amerika. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Dow Jones bergerak merosot lebih dari 300 poin. Anjloknya gerak nilai harga di bursa saham Amerika pada sesi perdagangan pasar hari Jumat minggu lalu, telah memberikan efek negatif kepada gerak nilai harga di bursa saham Asia.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Kospi Korea Selatan telah bergerak dengan berada di zona merah. Naikknya produksi industri di China yang merupakan mitra dagang utama Korsel telah gagal memberikan sentimen positif kepada gerak nilai harga indeks saham Kospi. Biro Statistik China melaporkan produksi industri November naik 6,2% dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan bulan Oktober 5,6%, dan lebih tinggi dari ekspektasi 5,7%.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga spot Kospi (KS11) telah terkoreksi turun sekitar 1,5% sehingga menjadi menjadi 1919.40. Untuk gerak nilai harga Kospi (KS200) melemah 1.36% menjadi 237.08. Sementara untuk gerak nilai harga indeks Kopsi Futures dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran 234.90. Para pelaku pasar juga tengah menanti hasil rapat moneter Federal Reserve Amerika pada pekan ini.

Beralih ke Jepang. Dilaporkan bhawa, tingkat keyakinan di dalam ekonomi Jepang di antara manufaktur besar secara tak terduga naik dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan bahwa rekor laba perusahaan mengkompensasi untuk ketidakpastian tentang dampak dari perkiraan terhadap kenaikan suku bunga Amerika dan perlambatan laju ekonomi di China.

Dilaporkan bhawa indeks kepercayaan Tankan diantara manufaktur besar tidak berubah di 12 di bulan Desember, dilaporkan oleh Bank of Japan (BoJ) pada hari Senin, sedikit lebih baik dari estimasi median 11 di dalam survei Bloomberg. Angka yang positif berarti para manufaktur banyak yang lebih optimis daripada yang pesimis.

Data terbaru dalam serangkaian laporan optimis yang beru terhadap pertumbuhan ekonomi Jepang dan belanja modal, mendukung pandangan bahwa tambahan stimulus moneter tidak akan segera terjadi. Haruhiko Kuroda , Gubernur BoJ, mengandalkan perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan investasi dan upah untuk merangsang ekonomi karena indeks harga BoJ masih turun sejak Agustus.

Ekonom di Nomura Securities Co. di Tokyo mengatakan bahwa survei Tankan menunjukan tingkat kepercayaan yang solid. Angka belanja modal juga menegaskan bahwa perusahaan mempertahankan sikap bullish pada rencana belanja modal mereka. Hasil ini juga telah mendukung tentang adanya kemungkinan untuk tidak ada pelonggaran tambahan dalam waktu dekat.

Gerak nilai harga minyak mentah berjangka, dilaporkan telah bergerak melemah, tergelincir pada awal sesi perdagangan pasar Asia. Kondisi tersebut tentunya berdampak besar, sehingga menambah kondisi kejatuhan dari hari Jumat lalu setelah perkiraan dari International Energy Agency (IEA) yang mengatakan bahwa melimpahnya minyak global kemungkinan akan semakin dalam pada tahun depan.

Gerak nilai harga minyak Brent, dilaporkan turun ke bawah $38 US/ barel untuk pertama kalinya sejak Desember 2008 pada hari Jumat. Hal tersebut terjadi, setelah IEA mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan akan melambat, sementara itu output OPEC masih tinggi, menunjukkan semakin besarnya melimpahnya minyak global dalam beberapa bulan mendatang.

Gerak nilai harga minyak mentah Amerika pada hari Jumat berakhir dikisaran $35 US untuk pertama kalinya sejak Februari 2009, mengurangi kerugian sebelumnya setelah data menunjukkan para pengebor Amerika mengurangi jumlah rig Amerika ke level terendah sejak April 2010. Untuk gerak nilai harga minyak WTI saat ini turun 24 sen di $35.38 US/ barel pada hari Senin, setelah turun 3.1% pada hari Jumat dan turun 11% untuk pekan ini. Sementara itu gerak nilai harga minyak Brent turun 5 sen menjadi $37.38 US/ barel, setelah turun 4.5% pada hari Jumat dan 12% untuk pekan ini.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Rontok Lagi, Rupiah Mulai Dekat ke 13.300

Nilai tukar Rupiah kembali merapat ke posisi terendahnya dalam 16,5 tahun terakhir, yakni di level 13.240. Tingginya permintaan terhadap Dollar mengemuka jelang pertemuan akbar Federal Reserve Bank hari Rabu besok

Berita 0 Comments

Ada Peluang Perbaikan Kondisi Amerika, Apresiasi Yen Alami Koreksi

Pada perdagangan hari ini (Jumat, 11/ 10/ 2013), apresiasi mata uang Jepang, yen, terhadap mata uang USD kembali terkoreksi negatif. Nilai apresiasi bergerak melemah melanjutkan penurunannya. Mata uang yen telah

Berita 0 Comments

Euro Meredup Di Tengah Spekulasi Pelonggaran Lanjutan ECB

Euro di perdagangkan dekat level terendah dalam tiga pekan sebelum di publikasikannya data yang di perkirakan akan menunjukkan tingkat inflasi di wilayah tersebut melambat di tengah spekulasi bahwa bank sentral