Gerak Nilai Harga Pasar Amerika Tunggu Yellen, Indonesia Ambil Langkah

1234178_513764408697594_1379830677_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD masih berada di bawah tekanan. Kondisi tersebut terjadi, karena para pelaku pasar tengah menantikan petunjuk dari Janet Yellen mengenai arah kebijakan Amerika selanjutnya.

Gerak nila apresiasi Greenback telah bergerak melemah terhadap sebagian besar major currencies di bulan ini. Hal tersebut terjadi, seiring sentiment para pelaku pasar yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini menjadi 30%. Para analis juga mulai memperhitungkan prospek bahwa Amerika akan mengikuti langkah zona Eropa dan Jepang dalam mengadopsi tingkat suku bunga negatif jika perekonomian terus memburuk.

Testimonial gubernur The Fed di depan Kongres pada hari Rabu diperkirakan akan “menghapus” antusiasme mengenai suku bunga negative. Hal itu mungkin akan mendorong yield obligasi Amerika dan menopang USD, demikian menurut Citigroup Inc.

Harapan dari testimoni Yellen nanti akan mengurangi sentimen beairsh pada pasar aset dan ini akan menopang gerak nilai apresiasi mata uang USD, obligasi, dan gerak nilai harga di bursa saham, demikian menurut salah satu strategis mata uang Citigroup di New York. Bagaimanapun juga, saat pasar sangat pesimis, berita baik hanya dianggap sebagai kesempatan untuk menjual pada level yang lebih tinggi, tambahnya.

Gerak nilai harga di pasar ekuitas Amerika dilaporkan telah ditutup di dekat flatline pada hari Selasa kemarin. Kondisi tersebut terjadi, setelah sesi perdagangan yang choppy, karena gerak nilai harga komoditas minyak Amerika yang fluktuatif. Selain itu, hal yang turut mempengaruhi adalah, para pelaku pasar tampaknya melihat ke depan untuk testimoni ketua The Fed, Janet Yellen.

Para pelaku pasar tengah fokus melihat ke depan, bersiaga untuk menantikan hasil testimoni ketua The Fed, Janet Yellen ke Kongress, yang akan dilakukan pada hari Rabu dan Kamis ini. Sebelumnya dilaporkan bahwa, gerak nilai harga di pasar saham telah dibebani oleh meningkatnya ketakutan terhadap pertumbuhan global dan latar belakang luar negeri yang lemah.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan telah terkoreksi melemah turun. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average telah terkoreksi melemah turun hampir 150 poin tak lama setelah sesi perdagangan pasar Amerika di buka. Meski demikian, namun gerak nilai harga kemudian segera berbalik positif.

Gerak nilai harga indeks saham blue chips sempat juga naik 100 poin pada akhir perdagangan. Namun kemudian gerak nilai harga ditutup turun sekitar 12 poin, atau 0.08%, di 16,014.8. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga saham perusahaan Chevron telah memimpin gerak kerugian indeks saham. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham perusahaan farmasi Pfizer pimpin penguatan indeks.

Gerak nilai harga indeks saham indeks saham S&P 500 dilaporkan terkoreksi turun hampir 1% pada pembukaan sesi perdagangan pasar, sebelum akhirnya kembali positif. Gerak nilai harga indeks saham bergerak lebih rendah untuk sebagian besar waktu akhir sesi perdagangan pasar.

Meski demikian, namun gerak nilai harga indeks saham S&P sempat mencoba menguat menjelang penutupan. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 turun 1.23 poin, atau 0.07%, menjadi 1,852.21, dengan saham perusahaan energi memimpin lima sektor lebih rendah dan saham material memimpin penguatan gerak nilai harga indeks.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composites dilaporkan bergerak berfluktuasi. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composites dibuka turun lebih dari 1%, sebelum mengembalikan kerugian dan menguat sekitar 1%. Namun, pada akhir sesi perdagangan pasar, gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composites kembali turun lebih dari 1% sebelum mencoba lagi untuk menguat. Indeks Nasdaq tergelincir 14.99 poin, atau 0.35%, menjadi 4,268.76.

Negara Indonesia dilaporkan berniat untuk membuka sektor-sektor perekonomian yang sebelumnya ditutup untuk modal asing, demikian menurut menteri perdagangan. Hal tersebut dilakukan, seiring pemerintah bersiap mengumumkan perubahan pada pedoman investasinya.

Kenaikan nilai investasi asing dan meningkatkan anggaran belanja pemerintah pada infrastruktur akan menutupi pelemahan sektor ekspor. Hal tersebut tentunya juga akan turut pula mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Nilai laju pertumbuhan ekonomi yang diharapkan di Indonesia adalah bisa mencapai angka 5.2% di tahun ini, demikian menurut Tom Lembong dalam wawancara hari Selasa.

Presiden Joko Widodo akan menggelar rapat kabinet pada hari Rabu. Rapat kabinet yang dipimpin oleh presiden pada hari Rabu adalah untuk mendiskusikan revisi terhadap daftar investasi negatif, dokumen yang menentukan sektor mana di Indonesia yang terbuka bagi modal asing.

Pemerintah berencana untuk mengumumkan perubahan pasca pertemuan, demikian yang diucapkan oleh Azhar Lubis. Azhar Lubis adalah wakil kepala badang pengawas investasi pada Indonesia Investment Coordinating Board.

Kami membuka diri dan merasionalisasikan rezim investasi kami, demikian menurut Lembong, lulusan Harvard yang bergabung dengan pemerintahan dalam bagian dari reshuffle kabinet di bulan Agustus. Ini merupakan dorongan besar, kita sudah tertinggal cukup jauh, ucapnya.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah berakhir turun 4% dan mencatat harga penutupan terendah sejak 20 Januari pada sesi perdagangan pasar hari Selasa. Kondisi tersebut terjadi, seiring berlanjutnya pelemahan pasar ekuitas.
Gerak nilai harga komoditas minyak mentah juga terus terbebani oleh ekspektasi bahwa rekor tertinggi stok minyak mentah Amerika. Kondisi tersebut terjadi di tengah pertumbuhan permintaan global yang lambat tidak akan dapat membantu mengikis kelebihan pasokan dalam waktu dekat.

Gerak nilai harga komoditas minyak berada di bawah tekanan menjelang laporan persediaan mingguan dari American Petroleum Institute (API). Hasil laporan persediaan mingguan dari API diprediksi akan menunjukkan kenaikan 3,9 juta barrel pada pekan lalu. Sedangkan pemerintah Amerika baru akan merilis data resmi melalui Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam.

Sentimen juga terbebani oleh proyeksi terbaru International Energy Agency (IEA). Pihak EIA melihat bahwa angka pertumbuhan permintaan global belum akan mampu mengimbangi banjir pasokan dalam waktu dekat. Pihak EIA telah memangkas proyeksi permintaan minyak untuk tahun 2016 menjadi 1,17 juta barrel per hari dan menurunkan estimasi permintaan untuk minyak mentah OPEC.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Menjelang Data AS dan Eropa, Minyak Dekat $97

Kontrak minyak mentah AS bergerak dekat $97 per barel hari Rabu ini menjelang data ekonmomi dari AS dan Eropa yang mungkin akan membantu mengarahkan petunjuk pada ekonomi global. Kontrak WTI

CFD News 0 Comments

Berkat Data China, harga minyak naik

Minyak naik ke level tertinggi dalam 3-bulan seiring melonjaknya ekspor China dan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan “pemulihan secara bertahap seharusnya dimulai” di zona Eropa pada tahun ini.

Retail Sales Data Release Di Bawah Perkiraan, Pasar Tunggu Mark Carney dan Bernanke

Mata uang USD diperdagangkan menguat apresiasinya terhadap mata uang euro dan yen pada hari Senin. Hal tersebut terjadi karena para pelaku pasar kembali mempertimbangkan potensi atas The fed. Para pelaku

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image