Gerak Positif Harga Emas Mulai Ada, Meski Di Kisaran Rendah

dollar-as-usd-forexPada sesi perdagangan Asia di hari Selasa (05/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas dan perak dilaporkan merangkak naik dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah mengalami gerak penurunan di sesi sebelumnya, ketika para pelaku pasar masih fokus dengan rencana kenaikan suku bunga di Amerika. Telah dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka mencetak penurunan seiring kenaikan imbal hasil laporan treasury Amerika dan penurunan klaim pengangguran di Amerika. Hal itu memicu permintaan investasi para pelaku pasar untuk emas. Gerak harga emas diperdagangkan melonjak cukup tajam selama sesi perdagangan Senin (04/ 05/ 2015) kemarin, dan telah bisa mencatatkan keuntungan lebih dari $20 US di perdagangan pasar emas spot. Pergerakan harga di pasar emas menerima dukungan yang cukup kuat selama sesi perdagangan kemarin setelah mengalami kerugian tajam sejam pertemuan FOMC minggu lalu. Indeks USD yang diperdagangkan flat kemarin, telah memberikan sedikit angin segar bagi perdagangan di pasar emas. Akan tetapi, sayangnya masih tidak mampu membawa gerak harga emas untuk bisa kembali bergerak pada kisaran level harga $1,200 US/ troy ons.

Rilis data ekonomi dari Amerika telah mempengaruhi gerak harga emas. Gerak harga emas jatuh kembali ke posisi terendah setelah data klaim untuk tunjangan pengangguran Amerika turun lebih dari yang diharapkan ke level terendah dalam 15 tahun dari 262 ribu pada 25 April 2015. “Harga emas terpukul tidak hanya dengan peningkatan angka pengangguran tetapi juga klaim pengangguran masuk level terendah dalam 15 tahun. Ini menarik untuk dicatat karena tingkat pengangguran pada waktu terakhir ini terjadi pada April 2000. Itu juga menandai puncak gelombang,” demikian kata yang disampaikan oleh Chief Executive Officer Sharps Pixley, Ross Norman, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Jumat (01/ 05/ 2015) lalu. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Biro Sensus Amerika telah menyatakan bahwa hasil produksi industri Amerika tengah alami lonjakan kenaikan sebesar 2.1% di bulan April, dimana hasil tersebut telah berhasil melampaui perkiraan pasar. Pada hasil laporan tersebut juga telah mengisi kembali kekhawatiran pasar atas jatuh tempo kenaikan suku bunga di wilayah Amerika, karena dalam beberapa pekan terakhir ekonomi Amerika telah mengalami perlambatan pertumbuhan. Para pelaku pasar juga merasa yakin, bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi Amerika dalam beberapa minggu lalu tidak akan terjadi kembali ke depannya, dengan kata lain ekonomi Amerika akan mengalami pemulihan kembali. Dengan demikian, pemulihan ekonomi Amerika ke depannya akan membawa para pembuat kebijakan The Fed untuk segera melakukan normalisasi keadaan di Amerika. Gerak harga emas berjangka di divisi Comex Mercantile Exchange, New York untuk pengiriman Juni dilaporkan telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.07% di level $1.187.60 US/ troy ons. Pada hari Selasa (05/ 05/ 2015) pagi ini, gerak harga emas telah bergerak menyentuh level harga $1.186.10 US/ troy ons untuk sesi terendah harian dan level $1.188.30 US/ troy ons untuk sesi tertinggi harian. Berdasarkan kontrak paling aktif, harga emas turun 0,1 % sepanjang April 2015. Telah dilaporkan juga bahwa pada hari Selasa (05/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) naik Rp 2000 sehingga harga menjadi Rp 547 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam menjadi Rp 488 ribu/ gram, naik sebanyak Rp 3.000 dari hari Senin (04/ 05/ 2015) kemarin. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari Selasa (05/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 253.800.000, pecahan 250 gram - Rp 127.000.000, pecahan 100 gram - Rp 50.850.000, pecahan 50 gram - Rp 25.450.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.750.000, pecahan 10 gram - Rp 5.130.000, pecahan 5 gram - Rp 2.590.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 547.000. Sedangkan untuk gerak harga perak berjangka pengiriman Juli juga diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.16% di level $16.468 US/ troy ons. Harga perak pada pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $16.398 US untuk sesi terendah harian dan level $16.473 US untuk sesi tertinggi harian. Selain itu, gerak harga perak dan emas melemah 2,7 % dibandingkan dengan penutupan kontrak paling aktif pada 31 Maret lalu. Gerak harga tembaga untuk kontrak Juli 2015 dilaporkan dibuka stagnan di posisi $291,05 per pound sebelum melemah 0,14% ke posisi $291,65 US pada sesi perdagangan menjelang siang. Sedangkan kemarin, harga komoditas bahan bangunan itu tercatat melemah 0,31% hingga berada di level $ 292,05 US/ pon. Pelemahan harga tembaga terjadi setelah terjadi penguatan per pekan tertinggi sejak Desember 2011 pada saat penurunan kinerja sektor manufaktur di China sebagai konsumen terbesar. Harga logam tersebut melemah 1,3% di bursa New York. “Pertumbuhan yang lambat di China akan berpengaruh pada pertumbuhan di kawasan lainnya,” ujar Helen Lau, Analis Metal Argonaut Securities Ltd. sebagaimana dikutip Bloomberg, pada hari Selasa. Pada dasarnya akan ada pelonggaran ke depan dan restrukturisasi masih akan berjalan sehingga pemulihan belum dalam waktu dekat ini, ujarnya.

Meski mata uang USD masih di bawah tekanan, hal itu tidak mendukung penguatan harga emas. “Akan tetapi pelemahan mata uang USD bisa menjadi positif bagi harga komoditas dalam unit Amerika. Hal itu lantaran membuat harga komoditas emas lebih murah dalam hal mata uang lainnya,” demikian menurut kata Eugen Weinberg, Commodity Strategist Commerzbank. Eugen Weinberg menambahkan, kenaikan imbal hasl US treasury juga telah menahan penguatan harga emas. Apalagi bursa saham Amerika turut tertekan juga tidak membantu harga emas untuk kembali berkilau. Pada awal sesi perdagangan pasar Asia hari Selasa ini, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD sedikit menguat terhadap major currencies, termasuk menguat terhadap mata uang euro dan sterling dalam rentang perdagangan yang tipis dengan beberapa pusat keuangan utama ditutup untuk hari libur. Mata uang euro diperdagangkan di kisaran level harga $1,1140 US, lanjutkan pelemahannya dari level puncak dua bulan di $1,1290 US yang dicapai pada hari Jumat lalu. Mata uang zona eropa, euro, juga sedikit kehilangan tenaganya terhadap mata uang jepang, yaitu mata uang yen, tergelincir ke level 133.85, dari level tertinggi dua bulan pada hari Jumat di 135.29. Sementara itu untuk mata uang sterling masih bergerak defensif sebelum dimulainya pemilihan umum Inggris yang diperkirakan akan berlangsung dengan secara ketat. Mata uang Inggris, poundsterling, atau lebih sering disebut dengan sterling, berada di kisaran level harga di $1.15116 US, tidak jauh dari level terendah dalam sepekan di $1.5091 US yang dicapai semalam. Sterling telah bergerak melemah, jatuh lebih dari 2% dalam beberapa sesi terakhir. Gerak bullish pada mata uang USD telah mereda akhir-akhir ini karena perlambatan tajam pada ekonomi Amerika selama kuartal pertama yang membuat pasar bertanya apakah Federal Reserve akan naikan suku bunga pada tahun ini atau tidak. Semalam, presiden The Fed branch Chicago, Charles Evans, tidak memberikan kejelasan tentang isu tersebut. Dia mengatakan bahwa suku bunga bisa dimulai pada tahun ini, meskipun denngan tingkat inflasi yang nyaman di level rendah dan tingkat pengangguran yang masih terlalu tinggi, namun sebaiknya The Fed seharusnya menunda kenaikan suku bunga sampai tahun depan.

Telah dilaporkan dari Australia bahwa, negara Australia mengambil kebijakan, dalam hal ini Reserve Bank of Australia telah memangkas suku bunga ke rekor terendah baru dalam menanggapi outlook ekonomi yang lemah. Selain itu, tindakan kebijakan tersebut oleh Reserve Bank of Australia diambil adalah untuk mencegah penguatan lebih lanjut pada mata uang. Gubernur Reserve Bank of Australia, Glenn Stevens, dan besrta dengan para anggota dewan lainnya sepakat untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi 2 % dari 2.25 %, demikian info dari Reserve Bank of Australia dalam pernyataannya pada hari ini. Langkah ini sudah diperkiarakan baik oleh pada pelaku pasar dan juga oleh 25 orang dari 29 orang ahli ekonomi yang telah disurvei oleh Bloomberg. Para pembuat kebijakan pada bulan lalu memperingatkan bahwa investasi di industri yang diluar pertambangan, seharusnya mengisi kelesuan di dalam perekonomian, dapat turun. Pemerintah, yang akan merilis anggaran tahunan pada tanggal 12 Mei, kemungkinan tidak akan menambah stimulus terhadap ekonomi yang berpotensi tumbuh di bawah potensinya dan terhambat oleh mata uang yang rebound serta merosotnya harga bijih besi. Salah seorang ekonom senior di salah satu bank di Australia mengatakan bahwa ada resiko bahwa investasi di pertambangan dapat lebih rendah dari saat ini mengingat rendahnya harga komoditas. Keputusan RBA kemungkinan mencerminkan “penurunan perkiraan pertumbuhan.” Bank sentral akan merilis perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartalan terbaru pada hari Jumat, yang para dewan melihat pada pertemuan kebijakan pada hari ini, memberikan wawasan prospek pertumbuhan. Mata uang juga terbukti merepotkan, melonjak lebih dari 3% sejak pertemuan 7 April dan mengalami kinerja terbaik diantara mata uang utama setelah mata uang Krone, Norwegia, dan mata uang Real, Brasil, selama periode tersebut.

Sebelumnya telah dilaporkan bahwa, gerak harga emas jatuh ke level terendah dalam enam minggu pada penutupan perdagangan Jumat atau hari Sabtu pagi WIB yang lalu, karena harga emas geraknya tertekan oleh mata uang USD yang menguat seiring cerahnya data ekonomi Amerika. Pada saat tersebut juga bertepatan dengan pasar utama emas di Eropa, China dan Singapura ditutup untuk liburan Hari Buruh Internasional atau dikenal May Day. Gerak harga emas mencapai level tertinggi sejak awal April di US$ 1.215 pada awal pekan ini, namun penguatan itu gagal berlanjut setelah Federal Reserve mengisyaratkan adanya perlambatan ekonomi Amerika, namun tidak mengubah rencana kenaikan suku bunga tahun ini. Nilai tukar mata uang USD saat tersebut tercatat naik 0,7 %. Penutupan mingguan untuk gerak harga emas di bawah level support $ 1.180 US bisa menjadi katalisator untuk pelemahan lebih lanjut. Sedangkan untuk harga perak pada saat tersebut juga tercatat turun 0,4 % menjadi $ 16,06 US/ ons, sementara platinum turun 1,1 % menjadi $ 1.123,5 US/ ons dan paladium naik tipis 0,5 % menjadi $ 770,72 US/ ons.

Pada sesi perdagangan di pekan ini, para pelaku pasar emas akan terfokus pada data ketenagakerjaan Amerika pada hari Rabu hingga Jum’at mendatang. Pada sesi kedua pekan ini, perdagangan dipasar emas akan terfokus pada pertemuan Bank Sentral Australia dan beberapa data ekonomi Amerika seperti Trade Balance dan Service PMI. Para pelaku pasar nantinya akan dihadapkan dengan serangkaian peristiwa ekonomi di wilayah Amerika yang meliputi laporan data neraca perdagangan dan aktifitas jasa di kawasan Amerika. Sejalan dengan dirilisnya data tesebut, maka pergerakan harga emas berjangka memiliki potensi untuk mengalami bergerak kembali.

About author

You might also like

Mata Uang USD Tekan Kembali Euro, Rilis Data Mendatang Bangun Asumsi Pasar

Pada pergerakan pasar mata uang sesi asia hari ini (Kamis, 21/ 11/ 2013), menunjukkan pergerakan mata uang USD cenderung menguat naik terhadap beberapa mata uang major lainnya.Hal ini terjadi setelah

Komoditas 0 Comments

Para Pelaku Pasar Bersiap Sambut Hasil FOMC, Gerak Nilai Apresiasi USD Relatif Stabil

Telah dilaporkan bahwa, indeks mata uang USD bergerak secara stabil di akhir sesi perdagangan pasar di hari Jumat (12/ 03/ 2016) lalu. Kondisi tersebut terjadi, sebelum memasuki pekan yang penuh

Forex News 0 Comments

Akibat Sikap Saling Kritik Para Petinggi AS Aussie Tergerus Turun

Pada perdagangan hari ini mata uang aussie tampak mengalami penurunan terhadap rival-rivalnya, termasuk dolar AS (28/12). Aussie terpukul melemah jelang persiapan para petinggi AS untuk kembali melanjutkan perundingan mengenai cara

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image