Gerak Sterling Tampak Menguat, Dudely Nyatakan Pasar Tidak Perlu Risau

0_british_10152999_567681066709603_1818365414619373904_nDilaporkan bahwa yield Treasury naik pada Kamis saat investor mendorong turun saham-saham acuan jauh lebih rendah dalam sesi yang dramatis dan volatil pada bursa Wall Street didorong oleh kekhawatiran inflasi, namun surat berharga acuan 10 tahun bertahan pada pergerakan naik. Yield untuk Treasury Note 10 tahun mencapai 2,848 persen, naik 0,8 persen, setelah mencatatkan level tertinggi harian di 2,875 persen.
Yield note 2 tahun turun 0,4 poin ke 2,130 persen, sementara bunga obligasi 30 tahun bergerak naik 1,8 poin ke 3,134 persen. Setelah peralihan singkat ke aset-aset aman mendorong yield lebih rendah pada Senin, dengan Dow Jones Industrial Average kehilangan lebih dari paling sedikit 800 poin, surat berharga pemerintah menyaksikan kelanjutan penjualan, sehingga mendorong yield kembali naik.
Kenaikan obligasi membantu membalikkan penjualan setelah Bank of England (BoE) mengatakan bahwa inflasi yang kuat dapat mempercepat kenaikan suku bunga, sehingga memberikan tekanan pada obligasi pemerintah Inggris. Komite Kebijakan Moneter BoE memutuskan dengan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga di 0,5 persen.
BoE telah menerima kritik dari para analis yang mengatakan bahwa bahwa bunga pinjaman negara tersebut terlalu rendah karena nilai pound yang lmeah dapat memicu tekanan inflasi. Yield obligasi 10 tahun Inggris melonjak 7,9 poin ke 1,617 persen, menurut Tradeweb, sementara itu, sterling naik ke $1,3914, naik dari $1,3882 sebelum laporan BoE rilis.

Dilaporkan bahwa Presiden Federal Reserve New York, William Dudley, menyebut kekacauan pasar terkini pada pasar saham Amerika “tidak ada apa-apanya”, dan tetap pada outlook bahwa ekonomi kemungkinan akan melanjutkan ekspansi diatas peringkat normal. Dalam beberapa hari terakhir, pasar saham Amerika telah mengalami penjualan besar sebagian dikarenakan peningkatan prospek bahwa regulator global akan memperkuat kebijakan moneter yang didorong oleh peningkatan pada ekonomi global, menurut pejabat The Fed.
William Dudley mengatakan bahwa pasar hanya memberi tanggapan sebagaimana mestinya. Pernyataan William Dudley muncuk seiring pasar yang menunjukkan penurunan signifikan lainnya, dengan industri Dow Jones turun 650 poin atau lebih dari 2,5 persen pada sesi trading terkini.
Meskipun terdapat volatilitas pasar, William Dudley mengatakan bahwa pandangannya terkait The Fed perlu menromalisasikan suku bunga belum terpengaruh. Pasar sangat mengantisipasi bank sentral akan mengumumkan kenaikan seperempat poin di bulan Maret, kemudian dua lainnya selama satu tahun.
William Dudley mengungkapkan keyakinannya dalam penguatan ekspansi dan mengatakan dirinya lebih yakin bahwa Fed akan terus melanjutkan akomodasi kebijakan moneter. William Dudley mengatakan bahwa jika penjualan saham berlanjut dan resiko melukai bisnis dan pengeluaran rumah tangga, pandangannya mungkin tidak akan menentu, namun ia mengatakan skenario tersebut tidak mungkin terjadi.

Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan telah melanjutkan tren penurunan selama enam hari beruntun pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, setelah pihak Iran mengumumkan target produksi yang lebih tinggi dan produksi minyak mentah Amerika yang mencapai rekor tertinggi.

Karena adanya kondisi tersebut, sehingga menambah kekhawatiran para pelaku pasar akan kenaikan tajam persediaan global. Penurunan muncul di tengah tumbangnya bursa-bursa ekuitas global sementara kekhawatiran inflasi membingungkan para investor.

Dilaporkan bahwa kontrak berjangka Brent diperdagangkan turun 44 sen atau 0,7 persen di $64,37 per barel. Kamis, acuan internasional tersebut turun 1,1 persen ke level terendahnya sejak 30 Desember. Minyak mentah WTI Amerika diperdagangkan 62 sen atau 1 persen di $60,53 per barel, setelah berakhir turun 1 persen di sesi sebelumnya pada penutupan terendah sejak 2 Januari.

Kedua kontrak telah mencatatkan penurunan lebih dari 9 persen dari level puncak tahun ini yang dicapai pada akhir Januari. Pada hari Kamis, anggota OPEC Iran mengumumkan rencananya untuk meningkatkan produksi dalam empat tahun ke depan minimum 700.000 barel per hari.
Sementara itu, pihak dari EIA pada pekan ini melaporkan bahwa produksi di pekan ini naik ke rekor tertinggi sebesar 10,25 juta barel per hari. Pada level tersebut, produksi Amerika berada pada jalurnya untuk mengambil alih jumlah produksi terbaru Arab Saudi, produsen minyak terbesar di OPEC.

About author

You might also like

Emas Tertekan Kembali Di Awal Minggu

Pada sesi pasar sesi Asia pagi, pasar emas dibuka dengan kondisi gap down. Indeks USD dibuka rally mendekati level tertinggi baru pada 87.00. Indeks USD diperdagangkan naik 102 poin atau

USD Melambat Penguatan Atas Major Jelang FOMC

Pada sesi pasar hari Rabu (29/ 10/ 2014) siang ini, apresiasi mata uang USD tampak melemah terhadap major currencies. Para pelaku pasar tengah berhati-hat dalam mengambil sentiment, menunggu hasil dari

Forex News 0 Comments

Pasar Tunggu Hasil G20

Mata uang yen mengurangi penguatan setelah kebijakan BoJ menegaskan lebih besarnya manfaat yang diberikan oleh program Quantitative Easing yang sedang dijalankan BoJ dari pada resiko yang mungkin timbul. Anggota dewan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image