Green Menarik Perhatian Pasar, Zona Eropa Tergencet

Green Menarik Perhatian Pasar, Zona Eropa Tergencet

USD kian menekan mata uang major lainnya pada sesi perdagangan valuta dunia beberapa waktu ini. Kondisi ekonomi di zona eropa sedang mengalami tekanan yang sangat kuat, terutama pengaruh negative atas fundamental Jerman dan Prancis, serta perhatian pasar atas fundamental Inggris, cukup mempertegas tekanan pasar tersebut. Mata uang euro mengalami pelemahan apresiasi terhadap USD setelah data GDP dua negara berpengaruh di zona eropa, yaitu Jerman dan Prancis telah menegaskan lemahnya performa ekonomi dua negara terbesar di kawasan zona-euro tersebut. Apresiasi mata uang EUR/ USD tercatat di buka di level harga 1.2918 dan telah menyentuh level harga 1.2898, di mana harga tertinggi harian sampai di level harga 1.2940 semakin ditinggalkan.

Pada sesi perdagangan pasar kemarin (Selasa, 14/ 05/ 2013), apresiasi mata euro diperdagangkan sebesar 0.42% bergerak turun menjadi 1.2921, mencapai titik terendah hariannya 1.2918 pada dan titik tertinggi hariannya pada 1.3029. Sementara itu, dolar ditutup naik sebesar 0.47% menjadi 83.61. Dalam laporan ZEW survey kemarin, sentimen ekonomi di Jerman pada bulan April mengalami penurunan sebesar 36.4, dibawah ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 38.3 dari 36.3 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, sentimen ekonomi di zona euro pada bulan April mengalami peningkatan sebesar 27.6 dari 24.9 pada bulan sebelumnya, serta diatas ekspektasi pasar untuk peningkatan sebesar 27.3. Industrial Production pada bulan April mengalami pertumbuhan sebesar 0.6% menjadi 1.0% dari 0.3% pada bulan sebelummya (direvisi turun dari 0.4%), serta jauh diatas ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesa 0.4%, yang sempat mendorong euro bergerak naik dan mencari titik resistance pada 1.3045. Mata uang euro melemah terhadap mata uang sterling dan yen. Apresiasi EUR/ GBP diperdagangkan naik sebesar 0.18% menjadi 0.8496. Sedangkan apresiasi cross pair EUR/ JPY ditutup sedkit lebih tinggi sebesar 0.16% menjadi 132.32. Pergerakan mata uang negeri Inggris dilaporkan bahwa sterling diperdagangkan melemah untuk sesi ke-4 beruntun terhadap USD seiring para para pelaku pasar memangkas kepemilikan atas mata uang Inggris tersebut menjelang rilis proyeksi inflasi terbaru dari BoE pada hari Rabu (15/ 05/ 2013) ini. Sterling terpantau telah merosot lebih dari 2% terhadap USD, sejak menyentuh level tertinggi 3-bulan di 1.5606 pada 1 Mei lalu. “Menjelang laporan inflasi besok (Rabu), sejumlah pelaku pasar terlihat melepas posisi beli pada sterling. Kegagalan dalam menembus level harga 1.56 di sepanjang dua pekan terakhir menandakan jika apresiasi mata uang Inggris telah terbatasi,” demikian yang dikatakan oleh Peter Kinsella, analis mata uang Commerzbank AG di London. Mata uang sterling juga mengabaikan sebuah laporan industri yang menunjukkan kenaikan indeks harga rumah di Inggris ke level tertinggi sejak Juni 2010.

Mata uang yen tidak banyak berubah di awal sesi pasare zona asia. Akan tetapi mata uang tersebut masih diperdagangkan dekat level terlemah dalam 4 1/2 tahun terakhir. USD/ JPY mencapai level harga 102.41 semalam setelah meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika. Hal ini kian membuat daya tarik USD jadi semakin menarik bagi para pelaku pasar. Yield obligasi pemerintah Amerika bertenor 10 tahun mencapai 1,98% dan ini cukup kontras dengan yield obligasi pemerintah negara Jepang bertenor 10 tahun yang hanya 0,9%. Jika perbedaan yield obligasi antara pemerintah Amerika dengan Jepang semakin meningkat, maka para pelaku pasar Jepang akan memiliki insentif lebih untuk menempatkan dananya di obligasi pemerintah asing. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan pemerintah Jepang terus mencermati pergerakan pasar obligasi untuk memastikan obligasi pemerintah tetap stabil. Abe berharap BoJ akan mengambil tindakan yang sesuai. “Program pembelian obligasi pemerintah Jepang yang dilakukan oleh BoJ memang dapat menimbulkan efek bagi pasar obligasi. Saya mengantisipasi BoJ akan mengambil tindakan yang sesuai,” ujar Abe kepada parlemen Jepang. Di lain pihak, yield obligasi pemerintah Jepang semalam naik 4,5 bps menjadi 0,9%; level tertinggi sejak April 2012. USD/ JPY diperdagangkan di level harga 102.18, tidak begitu jauh dari level tinggi harian 102.31.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Yunani Pilih ‘No”, Market Amerika Siap “On”, Emas dan Minyak Bearish di Sesi Asia

Gerak harga emas dilaporkan telah dibuka dengan kondisi gerak harga mengalami gap-up pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (06/ 07/ 2015) pagi ini. Hal ini terjadi karena gerak

Berita 0 Comments

Imbas Kebijakan ECB Koreksi Euro, Minyak dan Indeks Saham Respon Positif

Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, dilaporkan masih berkutat di kisaran level lemah. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro terkoreksi bergerak melemah ke level terendah

Komoditas 0 Comments

Indeks USD Menguat, Euro Menggeliat Saat Yanis Varofakis Mundur

Gerak harga emas dilaporkan telah ditutup lebih tinggi dari penutupan harga di sesi perdagangan pasar hari Jumat sebelumnya selama sesi perdagangan pasar hari Senin di hari Selasa dini hari (06/

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image