Greenback Bergerak Rebound, Minyak Melemah Tipis

18263_555676661231164_78780644529032127110_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD naik ke level tertinggi dalam kurun waktu sebulan. Hal tersebut terjadi, setelah data menunjukkan penjualan ritel bulan April telah mengalami kenaikan terbesar dalam satu tahun. Karena kondisi tersebut sehingga kembali memicu spekulasi para pelaku pasar, bahwa pihak Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Gerak nilai apresiasi Greenback bergerak menguat untuk minggu kedua. Hal tersebut terjadi, seiring pembelian konsumen melompat paling tinggi dalam setahun. Pembelian ritel akan membantu perekonomian Amerika pulih dari perlambatan awal tahun.

Laporan lain menunjukkan bahwa, kepercayaan konsumen di Amerika dilaporkan melonjak pada bulan Mei untuk tingkat tertinggi dalam hampir setahun. Indeks Spot USD Bloomberg bergerak melebihi rata-rata 50 hari untuk pertama kalinya sejak Februari. “USD berada pada jalurnya. Ini adalah refleksi langsung dari kenyamanan dalam keberlanjutan pertumbuhan ekonomi domestik,” demikian menurut kata kepala penelitian pendapatan tetap Bank Wealth Management, Jennifer Vail, di Amerika.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD memperpanjang rebound dari level terendah hampir satu tahun dengan tanda-tanda kinerja ekonomi yang lebih kuat menambah bukti yang dapat meyakinkan bank sentral untuk mengetatkan kebijakan. Indeks Spot Dollar Bloomberg yang menyandingkan Greenback dengan 10 mata uang utama, naik 0,5 % pada pukul 5 sore waktu New York, menyentuh level terkuat pada dasar penutupan sejak 28 Maret.

Indeks USD dilaporkan bergerak menguat naik sekitar 0,9 % secara mingguan. Hal tersebut terjadi, setelah menyentuh 1,150.22 pada tanggal 3 Mei, level terendah sejak Mei 2015.

Gerak nilai harga di bursa saham Nikkei, dilaporkan bergerak menguat di awal pekan ini (16/ 05/ 2016). Hal tersebut terjadi, sehingga ada harapan akan ditundanya kenaikan pajak penjualan menopang pergerakan bursa. Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen yang melemah terhadap Greenback juga turut memberikan sentimen positif.

Harian bisnis Nikkei pada hari Sabtu telah melaporkan bahwa, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, telah memutuskan untuk menunda kenaikan pajak penjualan pada April tahun depan. Hal tersebut dilakukan, karena dikhawatirkan akan mengganggu upaya pemerintah Jepang untuk mendorong inflasi.

Gerak nilai harga spot indeks Nikkei dilaporkan telah bergerak menguat sekitar 1,06% sehingga menjadi 16585,42. Gerak nilai harga Nikkei Futures juga dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran level harga 16560. Shinzo Abe diperkirakan akan mengumumkan penundaan tersebut pada pertemuan G7 di Jepang pada 26 dan 27 Mei mendatang.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen yang menguat hari Jumat, tampak telah terpantau melemah. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan sempat berada di kisaran level 108.87, menjauhi level terendah intraday yaitu di kisaran level 108.46.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah ditutup sedikit melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, karena merespon beragam faktor ekonomi yang beredar di pasar.

Meski demikian, namun gerak nilai harga komoditas minyak mentah tetap berhasil meraih penguatan mingguan. Gerak reli nilai apresiasi mata uang USD telah membuat Gerak nilai harga komoditas minyak mentah menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain.

Juga dilaporkan bahwa dalam laporan bulanannya, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) telah mencatatkan peningkatan produksi di bulan April. Dilaporkan bahwa, peningkatan produksi di bulan April lebih tinggi 188.000 barel/ hari (bph) jika dibandingkan bulan Maret menjadi total 32.44 juta bph.

Hal lain justru terjadi di Amerika. Berdasarkan data Baker Hughes, perdagangan tertopang sinyal penurunan produksi di Amerika yang menunjukkan jumlah rig minyak aktif Amerika berkurang 10 rig pada pekan kedua bulan Mei. Sehingga total rig aktif menjadi 310 rig.

Adanya laporan ledakan di fasilitas minyak Chevron di Nigeria juga bantu mengurangi kerugian minyak mentah. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah berakhir di bawah level kunci $47 US/ barel yang disentuhnya pada hari Kamis ketika gerak nilai apresiasi Greenback terluka dengan naiknya klaim pengangguran mingguan.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah ditutup stagnan di level $46.37 US/ barel pada sesi perdagangan pasar hari Jumat dibandingkan level penutupan pada sesi perdagangan pasar sebelumnya yaitu pada $46.39. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah berpotensi melemah untuk jangka pendek dengan level support terdekat terdekat terlihat di kisaran level harga 45.46 dan level resisten terdekat berada di kisaran level harga 47.00.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Menembus Support 87.70

Yen saat ini berada dekat area 87.54, kembali dari area sebelumnya di 87.64 di tingginya hari Jumat dan kemarin, di area dekat 88.39. Yen juga menemukan support di rendahnya sesi

Fundamental 0 Comments

Hasil FOMC Rilis Gairahkan Pasar, Kenaikan Suku Bunga Acuan Dirasa Belum Saatnya

Gerak harga emas dilaporkan telah ditutup lebih tinggi pada sesi perdagangan semalam. Dilaporkan bahwa gerak harga emas mampu bergerak menguat setelah hasil keputusan pertemuan FOMC meeting minutes yang akhirnya menegaskan

Komoditas 0 Comments

Investor milioner George Soros, Bacon Kurangi Kepemilikan Emas

Investor milioner George Soros dan Louis Moore Bacon mengurangi sahamnya di produk ETF berbasis emas pada kuartal keempat 2012. Data SEC terakhir menunjukan Soros Fund Management memangkas investasi di SPDR

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image