Greenback Menguat di Hari Jumat, Minyak Melemah di Hari Jumat

0_usa_10152999_567681066709603_1818365415729374906_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD menguat tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, setelah data menunjukkan jumlah pekerja di Amerika naik lebih besar dari perkiraan untuk periode Juli dan meningkatnya nilai upah, meningkatkan kemungkinan untuk kenaikan suku bunga dari Federal Reserve pada tahun ini.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi Greenback telah mencapai level puncak dalam kurun waktu sepekan terhadap mata uang Euro dan Swiss franc, dan berbalik positif terhadap mata uang Yen setelah data tenaga kerja Amerika. Jumlah pekerja di luar sektor pertanian di Amerika bertambah 255.000 pekerja pada bulan lalu, setelah direvisi naik untuk lonjakan sebesar 292.000 untuk bulan Juni.

Sebelumnya para pelaku pasar memperkirakan untuk pertumbuhan jumlah pekerja di luar sektor pertanian di Amerika adalah sebesar 180.000 di bulan Juli. Berdasarkan data dari CME FedWatch, setelah laporan kerja Amerika, Fed fund futures menilai sebesar 18% kesempatan untuk The Fed akan naikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan depan, dari 9% pada Kamis lalu. Untuk pertemuan bulan Desember, futures menunjukkan hampir 47% kesempatan untuk kenaikan suku bunga, dibandingkan dengan 32% pada hari Rabu lalu.

Gerak nilai harga di bursa saham Amerika dilaporkan telah ditutup secara menguat tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Dilaporkan bhawa, gerak nilai harga di indeks saham S&P dan indeks saham Nasdaq telah mampu meraih rekor level penutupan tertinggi, setelah rilis data tenaga kerja yang positif.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dilaporkan telah bergerak menguat sekitar 190 poin dan berhasil meraih penguatan mingguan. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dipimpin oleh gerak penguatan nilai harga saham Merck dan Goldman Sachs.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 naik sekitar 0.8%, dengan saham sektor keuangan menguat hampir 2%. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah mampu menembus ke atas rekor tinggi pada sesi tengah hari.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq juga dilaporkan telah mampu bergerak menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq dilaporkan telah mampu bergerak menguat sekitar 1%.
Perekonomian Amerika dilaporkan telah menambahkan 255,000 pekerjaan di bulan Juli, jauh di atas ekspektasi sebanyak 180,000. Tingkat pengangguran tetap berada pada level 4.9%.

Para pelaku pasar memperhatikan data tenaga kerja tersebut mengingat data tersebut dapat memicu Federal Reserve untuk mengetatkan kebijakan lebih cepat. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa, peluang untuk kenaikan suku bunga di bulan September hanya sebesar 18%, demikian menurut FedWatch dari CME Group.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah mengurangi kerugiannya pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, akibat dari adanya efek rilis data tenaga kerja Amerika, penguatan gerak nilai apresiasi Greenback, serta laporan rig minyak Baker Hughes.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan sempat menguat, setelah adanya rilis laporan mengenai partumbuhan ekonomi Amerika. Dilaporkan bahwa, imbas dari laju perekonomian Amerika telah berhasil menambahkan 255.000 pekerjaan baru di bulan Juli, lebih tinggi dari ekspektasi.

Meski demikian, namun kenaikan gerak nilai apresiasi mata uang USD telah memangkas penguatan produk komoditas. Setelah sempat melemah sekitar 2% di awal sesi, minyak mentah kurangi kerugian seiring berkurangnya penguatan Greenback. Para pelaku pasar juga melikuidasi posisi jualnya setelah gerak nilai harga komoditas minyak mentah sempat menyentuh level bawah $40 US/ barel, kondisi yang memulihkan gerak nilai harga.

Baker Hughes melaporkan bahwa, jumlah rig minyak Amerika yang aktif naik tujuh rig menjadi 381 rig. Kenaikan jumlah tig dalam 6-pekan terakhir menambahkan kecemasan pasar akan surplus suplai.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah ditutup di level $41.98 US/ barel pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (05/ 08/ 2016), atau naik $0.17 US dari level penutupan pada sesi perdagangan pasar sebelumnya. Bias bearish dalam jangka pendek, gerak nilai harga komoditas minyak mentah akan bergerak dan menguji level harga support terdekat di kisaran level harga $41.20 US. Level harga resisten dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah terdekat berada di kisaran level harga $42.50 US.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Dollar Rebound Seiring Tipisnya Volume Perdagangan

Dollar berbalik menguat terhadap pasangan mata uangnya menjelang akhir perdagangan sesi New York seiring volume perdagangan yang tipis. Investor merevisi penilaiannya terhadap sinyal-sinyal perlambatan perekonomian AS sebagai fenomena sementara. Pasangan

Berita 0 Comments

Euro Uji Level $1.10 Dalam Mencerna Pernyataan Fed Fischer

Euro membuat upaya ketiga pada bulan ini untuk naik dan bertahan di atas level $1.10 seiring wakil ketua Fed Stanley Fischer meningkatkan spekulasi bahwa suku bunga AS akan naik pada

Komoditas 0 Comments

Harga Emas Terimbas Kondisi Eropa

Dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka naik ke level tertinggi dalam hampir empat minggu karena kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global yang melambat mendorong permintaan untuk aset ini. Gerak positif harga

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image