Greenback Tampak Koreksi Kuat, Minyak Terdorong Optimisme OPEC

d13340735992d9b3832a19714fe75461-6-1386x768Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD telah terkoreksi. Hal tersebut terjadi, setelah adanya reli level tinggi sejak pertengahan tahun ini. Hasil rilis data perekonomian Amerika yang cukup mengecewakan ditambah dengan keraguan dari para pelaku pasar kepada Federal Reserve turut ambil bagian dalam terjadinya gerak koreksi ini.

Hasil rilis data Consumer Price Index (CPI) kemarin malam menjadi faktor pemicu dari gerak koreksi index USD. Hasil rilis data CPI pada bulan sebelumnya adalah sebesar 0,3%, telah turun menjadi 0,1%. Kondisi penurunan data CPI tersebut, berpotensi kepada kebijakan The Fed dalam meningkatkan suku bunga Amerika.

Para pelaku pasar tampak menjadi ragu akan hal ini adanya penentuan suku bunga Amerika yang direncanakan akan dilakukan pada akhir tahun ini. Kebijakan The Fed dalam hal menaikkan suku bunga Amerika di akhir tahun ini diragukan oleh pasar, terbukti dengan berhentinya tingkat optimisme pasar di level 65%.

Pada awal minggu ini, Wakil ketua The Fed, Stanley Fischer, telah mengatakan bahwa meningkatkan suku bunga bukanlah hal mudah bagi The Fed. Pendapat Stanley Fischer tersebut, merupakan komentar lanjutan dari ketua The Fed, Janet Yellen, pada Jumat lalu.

Janet Yellen sebelumnya telah menyatakan adanya kemungkinan untuk mengarahkan “ekonomi bertekanan tinggi” terhadap pergerakan perekonomian Amerika saat ini. Hal terrsebut dilakukan guna memperbaiki dampak resesi global 2008 - 2009.
Walaupun banyak tekanan terhadap indeks USD, akan tetapi masih ada harapan perubahan dari dunia politik Amerika. Adanya persaingan mencapai kursi presiden Amerika semakin memberikan harapan terhadap indeks USD sendiri.

Para pelaku pasar mengharapkan potensi kenaikan indeks USD didorong oleh optimisme pasar akan kemenangan Hillary Clinton atas Donald Trump. Harapan pasar saat Hillary menang, maka perekonomian Amerika akan lebih stabil dan berpotensi untuk terus menanjak.

Gerak nilai harga di bursa saham Amerika dilaporkan telah ditutup lebih tinggi pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, seiring para pelaku pasar yang menyambut laporan earnings kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan dari perusahaan-perusahaan besar yang termasuk Goldman Sachs Group Inc., UnitedHealth Group Inc dan Netflix Inc.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham S&P 500 telah berakhir dengan tercatat naik 13.10 poin, atau 0.6%, di kisaran level harga 2,1393.60. Hal tersebut terjadi, dengan semua dari 11 sektor utama diperdagangkan lebih tinggi, dengan gerak nilai harga saham perusahaan perawatan kesehatan, material dan utilitas telah memimpin gerak penguatan nilai harga indeks saham S&P 500.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan telah bergerak naik sekitar 75.54 poin, atau 0.4%, dengan ditutup di kisaran level harga 18,161.94. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dibatasi oleh aksi jual pada nilai harga saham International Business Machines Corp, yang ditutup turun 2.6% setelah perusahaan membukukan penurunan laba dan pendapatan pada hari Senin.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq composite dilaporkan telah pula bergerak menguat sekitar 44.01 poin, atau 0.9%, dengan ditutup di kisaran level harga 5,243.84. Penguata gerak nilai harga indeks saham Nasdaq composite terjadi, akibat didorong oleh adanya kenaikan besar di nilai harga saham perusahaan bioteknologi.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah naik pada sesi perdagangan pasar hari Rabu, dengan tetap bertahan di atas level harga $51 US/ barel. Hal tersebut terjadi, karena ditopang oleh penurunan suplai minyak mentah Amerika dan penurunan produksi di China.

Komentar dari Mohammed Barkindo, turut melambungkan gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI. Mohammed Barkindo, sekjen Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), telah mengatakan bahwa dirinya optimis terhadap prospek rencanan pemangkasan output pada pertemuan OPEC tanggal 30 November.

Pernyataan dari pihak OPEC yang optimis terhadap rencana pemangkasan output tersebut, juga turut memberikan dukungan bagi penguatan dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah. Adanya kondisi koreksi pada gerak nilai apresiasi Greenback juga turut membantu gerak nilai harga komoditas minyak mentah untuk bergerak naik, demikian menurut trader.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran level harga $51.06 US/ barel. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI telah bergerak naik sekitar 0.87%.

Dirilisnya data suplai dari American Petroleum Institute yang menunjukkan penurunan sebanyak 3.8 juta barel, telah turut membantu gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI meraih awal bullish di pasar Asia. Pihak dari Energy Information Administration (EIA) akan merilis data pasokan minyak mentah dan bahan bakar nanti malam.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Kemungkinan Emas Masih Lanjutkan Alami Tekanan

Pada sesi perdagangan emas minggu lalu, harga emas diperdagangkan melemah tajam.Harga emas tercatatkan mengalami kerugian mingguan lebih dari $30 US. Emas mengalami tekanan tajam akibat menguatan mata uang USD pada

Rilis FOMC Tak Dukung USD, Gerak Harga Minyak Beresiko Global

Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (20/ 08/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD masih terkena dampak sesi perdagangan pasar kemarin. Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu

Forex News 0 Comments

Apresiasi Poundsterling Masih Berpotensi Berlanjut

Nilai tukar poundsterling Inggris pada sesi perdagangan hari ini tampak mengalami koreksi tipis (6/6). Poundsterling masih berada di kisaran tertinggi dalam 1.5 minggu belakangan terhadap dollar AS setelah kemarin terangkat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image