Greenback Tampak Tertekan, Cadangan Minyak Amerika Dilaporkan Turun

12919811_1025576760849687_27762609750061219688_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback tampak masih tertekan di kisaran level rendah dalam kurun waktu dua setengah tahun terhadap mata uang Euro. Melemahnya gerak nilai apresiasi Greenback tersebut, adalah disebabkan oleh dampak dari adanya rilis data ekonomi pada Kamis malam yang menunjukkan pelemahan pertumbuhan ekonomi.

Dilaporkan hasil rilis data U.S. Institute of Supply Management (ISM) memperlihatkan bahwa, ekspansi sektor non manufaktur di Juli lalu bergerak melambat dari bulan sebelumnya. Hasil laporan ISM non manufaktur Juli sebesar 53.9, di bawah estimasi 56.9 dan bulan Juni yang sebesar 57.

Situasi seputar Presiden Amerika, Donald Trump, juga turut mempengaruhi tertekannya gerak nilai apresiasi mata uang USD. Penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dlam Pilpres Amerika pada tahun lalu mengalami perkembangan dengan mulainya penyelidikan adanya tindak pidana dalam kasus ini.

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD sempat berada di kisaran level 1.1877. Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD tampak telah sempat bergerak naik 0.08% atau 10 pip.

Pergerakan selanjunya pasangan ini akan ditentukan nanti saat sesi perdagangan pasar Amerika. Pada sesi perdagangan pasar Amerika nanti, akan dirilis hasil laporan data non-farm payroll (NFP).

Telah dilaporkan bahwa Yukitoshi Funo, anggota dewan Bank of Japan (BoJ), menyerukan reformasi struktural untuk meningkatkan permintaan dan produktivitas di Jepang. Pernyataan Yukitoshi Funo tersebut, sekaligus juga merupakan sebuah pengakuan diam-diam bahwa stimulus moneter masif saja tidak dapat mempercepat inflasi ke target 2 persen, sesuai target BOJ.

Yukitoshi Funo mengulangi keputusan pihak BoJ untuk mempertahankan sikap pelonggaran moneter “kuat”. Hal tersebut oleh mantan pimpinan eksekutif Toyota Motor Corp tersebut ditekankan, karena inflasi tetap jauh dari tujuannya meskipun ada tanda-tanda penguatan ekonomi.

Meski demikian, namun Yukitoshi Funo mengatakan bahwa upaya sektor swasta dan pemerintah untuk meningkatkan potensi pertumbuhan Jepang juga penting. Hal tersebut adalah untuk mendorong kenaikan harga yang berkelanjutan.

Komposisi populasi Jepang saat ini didominasi manusia berusia lanjut yang berarti prospek permintaan barang dan jasa akan mengendur. Karena kondisi tersebutlah, sehingga perusahaan harus mengurangi kelebihan kapasitas output dan menempatkan sumber daya manusianya dengan cara lebih baik, katanya.

“Perekonomian Jepang masih memiliki ruang untuk meningkatkan produktivitas bila dilihat dari perspektif global,” demikian kata Yukitoshi Funo dalam sebuah pidato kepada para pemimpin bisnis di Sapporo, Jepang bagian utara, pada hari Rabu. Untuk mengurangi rasa sakit dari upaya penyederhanaan tersebut, Jepang membutuhkan strategi pertumbuhan untuk mempromosikan inovasi dan menciptakan peluang bisnis baru, katanya.

Pihak pemerintah dapat membantu perusahaan mengembangkan barang dan layanan baru yang menarik, dan membawa mereka ke konsumen di luar jangkauan bisnis ini. Jepang juga harus mengambil langkah untuk mempromosikan mobilitas kerja, sementara perusahaan harus mengurangi kelebihan layanan atau operasi yang tumpang tindih untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, katanya.

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah bergerak stabil di kisaran level harga $49.00 pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat ini. Hal tersebut terjadi, menjelang rilis laporan rig mingguan dari Baker Hughes yang diperkirakan akan menyajikan hasil yang sama seperti pekan lalu.

Pada sesi perdagangna pasar kemarin, dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah tercatat dengan berahir lebih rendah. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar tengah menantikan pertemuan OPEC pekan depan. Pertemuan OPEC pekan depan tersebut, adalah sebagai petunjuk terbaru terhadap komitmen para produsen minyak dalam meningkatkan kepatuhan dalam kesepakatan pembatasan produksi.

Sentimen dari para pelaku pasar tampak memburuk, karena adanya kecemasan terhadap kenaikan suplai OPEC yang imbangi data bullish dari permintaan bensin Amerika. Angka permintaan bensin Amerika mencapai rekor tertingginya, sementara itu cadangan minyak mentah terkoreksi turun dalam kurun waktu lima pekan beruntun.

Pihak dari Energy Information Administration (EIA) pada pekan ini melaporlan bahwa cadangan minyak mentah Amerika telah tercatat turun. Cadangan minyak mentah Amerika telah tercatat turun hampir 1.5 juta barel di pekan yang berakhir 28 Juli, berada di bawah ekspektasi untuk penurunan 2.9 juta barel.

Dari hasil survei Reuters pada awal pekan ini telah menunjukkan bahwa output OPEC mencapai level tertinggi tahun 2017. Output OPEC dilaporkannya telah mencapai di level 33 juta barel/ hari, naik 90.000 barel/ hari dari bulan lalu, meskipun pihak OPEC telah berjanji untuk membatasi angka kapasitas produksinya.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Euro Masih Berusaha Pertahankan Kenaikan Didukung Komentar Positif Mario Draghi

Nilai tukar euro-dollar pada perdagangan hari ini tampak masih bergerak santai (10/01). Pasangan kurs ini belum banyak berubah dari posisi penutupannya dini hari tadi. Tadi malam euro mengalami rebound dari

Berita 0 Comments

Loonie Menguat Atas Greenback, OPEC Bantah Iran Tunda Kerja Sama

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Kanada, Canadian Dollar, atau yang lazim disebut dengan istilah Loonie, berhasil menangkal dominasi dari gaerak nilai apresiasi Greenback. Hal tersebut terjadi, karena

Forex News 0 Comments

Lemahnya Yen Berpotensi Untuk Terus Terdegradasi

Kathy Lien, managing director dari BK Asset Management mengatakan: “lemahnya tren untuk Yen Jepang masih tinggi dan masih ada sedikit alasan bahwa hal tersebut akan segera terhenti. Hanya dalam 3