Greenback Tengah Dominasi Major Curencies, Minyak Mengalami Profit Taking Pasar

285538_488353261222710_45250526_nGerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan tengah mempertahankan gerak penguatannya terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Dilaporkan bahwa, Indeks USD bergerak naik sekitar 0.3% di kisaran level 95.92.

Hal tersebut terjadi, terutama adalah karena setelah hasil rilis data Amerika yang mendukung gerak penguatan nilai apresiasi mata uang USD. Hasil dari rilis data Amerika menunjukkan bahwa, aktivitas manufaktur di wilayah Chicago kembali ke area ekspansi di bulan Juni. Rilis data positif atas Amerika tersebut terjadi, di saat kondisi pasar masih mencoba untuk pulih dari dampak sentimen Brexit.

Data rilis menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian Chicago naik ke level 56.8 pada bulan ini dari pembacaan 49.3 di bulan Mei. Para pelaku pasar sebelumnya telah memperkirakan bahwa, indeks akan naik ke 50.7 di bulan Juni.

Laporan tersebut datang setelah Departemen Tenaga Kerja Amerika merilis hasil laporannya. Hasil dari laporan Depnaker Amerika tersebut menyebutkan bahwa, jumlah individu yang mengajukan tunjangan awal pengangguran dalam pekan yang berakhir 25 Juni naik 10.000, sehingga menjadi 268.000.

Pada laporan hasil total di pekan sebelumnya, dilaporkan bahwa pengajuan tunjangan awal pengangguran Amerika adalah sebanyak 258.000. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa, klaim pengangguran Amerika akan mengalami kenaikan sebesar 9.000 jiwa, sehingga menjadi 267.000.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Eropa tampak tengah melanjutkan gerak penguatannya hingga di 3 sesi berturut-turut pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, dengan ekspektasi stimulus dari bank sentral membantu meredakan kecemasan para pelaku pasar terhadap hasil keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa pada pekan lalu.

Setelah diperdagangkan dalam range ketat di sepanjang sesi perdagangan pasar, gerak nilai harga indeks saham bergerak menguat menjelang penutupan sesi perdagangan. Hal tersebut terjadi, setelah adanya pidato dari Gubernur Bank of England (BoE), Mark Carney, di London.

Dalam pidatonya tersebut, Mark Carney mengatakan bahwa aka nada kemungkinan apabila BoE mengambil langkah taktis, dengan mengambil kebijakan dengan menggelontorkan stimulus tambahan pada musim panas ini dan memiliki banyak alat kebijakan yang tersedia.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham FTSE 100 telah ditutup secara menguat sebesar 2.3%. Hal tersebut terjadi, seiring gerak nilai apresiasi mata uang Sterling yang bergerak melemah akibat peluang bertambahnya likuiditas pasca voting Brexit. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga indeks saham DAX ditutup menguat sebesar 0.71% pada kisaran level harga 9,680.09.

Gerak nilai harga saham perusahaan Deutsche Bank terkoreksi melemah, dengan bergerak anjlok ke rekor rendah. Hal tersebut terjadi, setelah unitnya di Amerika gagal melewati stress tests dan IMF, dan mengatakan bahwa Deutsche Bank memiliki potensi risiko terbesar terhadap sistem keuangan secara luas.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan tengah terkoreksi pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, karena aksi profit taking dari para pelaku pasar yang telah berhasil membukukan keuntungan dari gerak penguatan satu hari terbesar dalam lebih dari dua bulan.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI dilaporkan telah sempat bergerak melemah sebesar50 sen, atau sekitar 1%. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI telah diperdagangkan di kisaran level harga $49.38 US/ barel. Level harga support terdekat berada di kisaran level harga $48.75 dan level harga resisten berada di kisaran level harga $50.00.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah kemarin telah bergerak secara reli sebesar $2.03, atau sekitar 4.24%. Pergerakan nilai harga komoditas minyak mentah kemarin adalah merupakan gerak kenaikan harian terbesar nilai harga komoditas minyak sejak April.

Hal tersebut terjadi, setelah hasil rilis data menunjukkan bahwa suplai minyak di Amerika dilaporkan turun lebih besar dari perkiraan pada pekan lalu, sementara itu output minyak mentah domestik terus turun. Pihak berwenang dari Energy Information Administration Amerika dalam rilis laporan mingguannya, mengatakan bahwa cadangan minyak mentah Amerika telah turun sebesar 4.1 juta barel pada pekan lalu sehingga menjadi 526.6 juta. Sebelumnya para pelaku pasar memperkirakan bahwa penurunan cadangan minyak adalah sebesar 2.4 juta barel.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Gerak Emas Terdukung Bailout Yunani, USD Masih Berupaya Merangsek

Dilaporkan bahwa gerak harga emas di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Selasa (12/ 05/ 2015) pagi ini, telah mengalami penurunan harga yang tipis. Kondisi krisis hutang yang tengah dialami

Umum 0 Comments

Kondisi Global Pengaruhi Gerak Emas

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (17/ 10/ 2014) ini, harga emas diperdagangkan flat. Hal ini terjadi karena para pelaku pasar fokus menunggu laporan ekonomi global pada hari

Fundamental 0 Comments

Aksi Taking Profit Warnai Pasar Kemarin Di Perdagangan Emas

Harga emas ditutup dengan harga cenderung menetap pada sesi perdagangan hari Kamis (03/ 10/ 2013) kemarin. Komoditi emas sempat diperdagangkan hingga level harga rendahnya di 1,301.95 USD selama sesi perdagangan