Greenback Tengah Terkoreksi, Dukung Geliat Para Oposan

11695_38382381302391_2010187365_nGerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan telah bergerak rally menuju level 110 terhadap Greenback. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen tengah menuju pada level terkuat sejak Oktober 2014. Hal tersebut terjadi, di tengah pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang USD pasca Federal Reserve meredupkan outlook pengetatan kebijakan moneter.

Setelah mempertahankan kebijakan pada pertemuan hari Senin lalu, para pelaku pasar yakin bahwa Bank of Japan (BoJ) menggunakan pendekatan wait-and-see untuk menilai dampak keputusan suku bunga negatif. Namun dengan Gerak nilai apresiasi mata uang Yen di level saat ini, sangat sulit untuk melihat BoJ tidak menambah stimulus pada pertemuan tanggal 28 April mendatang, demikian menurut para pelaku pasar.

Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen tersebut dapat membuat BoJ, menggelontorkan stimulus tambahan sesegera bulan depan. Langkah tersebut dilakukan, meski diperkirakan untuk berdiam diri menyusul kejutan di bulan Januari untuk mengadopsi tingkat suku bunga negatif.

Penguatan yen akan melukai perekonomian Jepang. Dampak langsung ata penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yena atas ekonomi Jepang adalah, terutama sektor ekspor. Hal tersebut terjadi, karena penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen akan membuat nilai harga barang lokal menjadi lebih mahal bagi para pembeli asing. Hal tersebut juga akan memberikan keuntungan bagi perkembangan manufaktur Asia lainnya dengan mata uang yang lebih lemah, seperti Korea Selatan.

Dilaporkan bahwa hasil laporan indeks aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia denagn secara tak terduga mampu berbalik positif pada bulan Maret. Hal tersebut menjadi pelaporan angka positif pertama dalam 7 bulan.

Hasil laporan Federal Reserve Bank of Philadelphia pada hari Kamis telah menunjukkan indeks bisnis di wilayahnya melonjak ke 12,4 dari -2,8 pada bulan Februari. Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan estimasi sebelumnya, yaitu -1.7 dalam jajak pendapat Reuters.

Angka di atas nol menunjukkan bahwa kondisi Amerika yang membaik. The Fed Philadelphia juga telah melaporkan bahwa, angka kenaikan dalam indeks pesanan baru dan pengiriman. Dilaporkan bahwa indeks pesanan baru naik sebesar 21 poin menjadi 15,7, dan untuk indeks pengiriman dilaporkan naik sekitar 20 poin menjadi 22,1.

Data tersebut dirilis bersama dengan data klaim awal pengangguran Amerika. Hasil rilis data klaim awal pengangguran Amerika dilaporkan lebih baik dari ekspektasi. Baiknya hasil rilis data tersebut seharusnya bisa menghadirkan dorongan positif bagi Greenback.

Akan tetapi, adanya tekanan jual yang kuat setelah adanya pernyataan dovish dari Federal Reserve masih terus memaksa gerak nilai apresiasi mata uang USD untuk bergerak negatif terhadap major currency lainnya. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD dan GBPUSD terpantau masih bergerak menguat masing-masing sekitar 0,9% dan 1,6%.

Juga dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, juga telah terapresiasi sekitar 1,2% terhadap mata uang USD. Gerak nilai apresiasi USD/ JPY dilaporkan sempat merosot sekitar 1,25% Atas Greenback. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CHF dilaporka telah kehilangan 1,1%.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah ditutup positif, dengan bergerak naik sebesar 13.37 poin, atau sekitar 0.7%, di kisaran level 2,040.59. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah sempat di wilayah positif untuk tahun ini,. Sembilan dari 10 gerak nilai harga saham perusahaan sektor utama ditutup lebih tinggi, dengan sektor perawatan kesehatan menjadi satu-satunya yang dalam kondisi terpuruk gerak nilai harga sahamnya.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nasdaq komposite telah ditutup naik 11.01 poin, atau 0.2%, di 4,774.99. Hal tersebut terjadi, meskipun gerak penurunan di gerak niolai harga saham sektor industry bioteknologi telah berperan membatasi gerak kenaikan nilai harga indeks saham Nasdaq komposite. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga saham The iShares Nasdaq Biotechnology ETF terkoreksi melemah, dengan bergerak turun sekitar 1.2%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average telah bergerak menguat untuk sesi kelima beruntun pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Kamis. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan telah ditutup di wilayah positif untuk tahun 2016 untuk pertama kalinya pada tahun ini.

Gerak nilai harga indeks saham perusahaan blue chip dilaporkan menguat, dengan naik sebesar 155.73 poin, atau 0.9%, menjadi 17,481.49. Gerak nilai harga saham dari perusahaan General Electric Co. dan Boeing Co. dilaporkan tengah memimpin gerak penguatan atas gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average, dengan masing-masing telah bergerak reli sekitar 2.6% dan 2.5%.

Gerak nilai harga saham di sektor perusahaan energi, material dan industri dilaporkan juga telah bergerak naik tajam. Kondisi tersebut terjadi, karena dibantu oleh lonjakan di harga komoditas.

Nilai kontrak dari komoditas minyak berjangka dilaporkan telah melonjak di atas kisaran harga $40 US/ barel. Hal tersebut terjadi untuk pertama kalinya sejak 3 Desember lalu. Kondisi tersebut terjadi, karena ditopang oleh harapan para pelaku pasar akan berkurangnya output dan juga karena adanya koreksi penurunan tajam atas gerak nilai apresiasi mata uang USD.

Gerak nilai harga komoditas minyak telah menyentuh level tertinggi di tahun 2016, dengan minyak mentah Amerika ditutup di atas kisaran harga $40 US/ barel. Kondisi tersebut terjadi, karena optimisme para pelaku pasar bahwa produsen utama akan membuat kesepakatan pembatasan output pada bulan depan di tengah melonjaknya permintaan bensin di Amerika Serikat.

Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang USD setelah rilis hasil kebijakan FOMC Federal Reserve pada hari Rabu lalu juga telah menarik para pembeli minyak yang menggunakan mata uang lainnya seperti mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro. kebijakan FOMC Federal Reserve sebelumnya telah indikasikan bahwa hanya ada dua kali tindakan kenaikan suku bunga dari empat kali pada tahun ini.

Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan telah melonjak lebih dari 50% dari level terendah 12 tahun. Dilaporkan bahwa sejak OPEC mempertimbangkan ide pembatasan produksi, telah mampu untuk melonjakkan gerak nilai harga komoditas minyak Brent dari kisaran level harga $27 US/ barel dan gerak nilai harga komoditas minyak WTI dari kisaran level harga $26 US/ barel.

Dilaporkan bahwa Gerak nilai harga komoditas minyak WTI berakhir 4.5% lebih tinggi, di $40.20 US/ barel pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Kamis. Gerak penguatan yang terjadi atas nilai harga komoditas minyak WTI tersebut telah mampu membukukan level penutupan terbaik sejak 3 Desember 2015.

Dilaporkan bahwa pemimpin dari Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) yaitu Arab Saudi dan pemimpin dari non OPEC yaitu Rusia akan bertemu pada tanggal 17 April di ibu kota Qatar, Doha. Hal tersebut dilakukan, guna meningkatkan kemungkinan untuk adanya kesepakatan pertama untuk suplai global dalam 15 tahun terakhir.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Rebound Euro Terhenti, Investor Nantikan Penetapan Suku Bunga Acuan Kamis Mendatang

Mata uang euro yang sempat rebound pada perdagangan kemarin, hari ini kembali melemah terhadap dollar AS (4/2). Euro tergerus turun di tengah anjloknya bursa-bursa saham di kawasan Asia pada sesi

Komoditas 0 Comments

Pergerakan Harga Emas Setelah FOMC

Pasar emas mengakhiri sesi perdagangan Kamis (22/ 08/ 2013) dengan keuntungan tipis, hampir tidak berubah dari sesi penutupan sebelumnya dan diperdagangkan hanya pada kisaran yang sempit. Selama awal sesi perdagangan

Komoditas 0 Comments

Hasil FOMC Gamangkan Pasar, Hasil G20 Tak Tergubris

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan tampak masih bergerak lesu di sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin. Sentimen para pelaku pasar masih belum berubah setelah pekan lalu Federal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image