Greenback Terimbas Rilis Manufaktur Kemarin, Minyak dan Indeks Nikkei225 Tergelincir

0Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin, gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak rally. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD sempat diperdagangkan di kisaran level 0.7325. Gerak rally dari nilai apresiasi mata uang Aussie tersebut terjadi, setelah kebijakan dari Reserve Bank of Australia untuk mempertahankan suku bunga dilakukan.

Selain itu, faktor pendukung penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Australia tersebut terjadi, karena melihat adanya peningkatan perekonomian belakangan ini. Gerak laju penguatan nilai apresiasi mata uang Aussie terhadap Greenback, tentunya berpotensi berlanjut pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu ini. Estimasi tersebut muncul, karena melihat data produk domestik bruto (PDB) Australia kuartal ketiga diperkirakan oleh para pelaku pasar akan meningkat dari kuartal kedua.

Rilis data laporan PDB Australia kuartal ketiga diperkirakan akan tumbuh 0,7%. Estimasi tersebut lebih tinggi dari kuartal kedua sebesar 0,2%. Rilis data yang sesuai perkiraan atau lebih tinggi akan mempertegas pandangan dari pihak berwenang RBA bahwa, jika perekonomian Australia mulai membaik. Sebelum data PDB dirilis, para pelaku pasar akan memperhatikan pidato Gubernur RBA Glenn Stevens pada acara Kamar Dagang Australia - Israel di kota Perth.

Langkah dari pihak berwenang RBA untuk tetap mempertahankan suku bunga 2,0% pada hari Selasa kemarin, seusai dengan perkiraan banyak pihak. Meski masih membuka peluang untuk adanya potensi gerak penurunan, namun untuk saat ini RBA merasa tingkat suku bunga masih cukup membantu transisi perekenomian.

Membaiknya kondisi ekonomi terlihat dari pemulihan sektor tenaga kerja, dan keyakinan bisnis yang lebih baik. RBA mengatakan suku bunga baru akan diturunkan lagi jika inflasi masih terus rendah, dan outlook ekonomi memburuk.
Mata uang USD dilaporkan bergerak melemah gerak nilai apresiasinya pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu. Gerak nilai apresiasi Greenback turun dari level puncak multi bulanan setelah rilis data Amerika berkontraksi di bulan November untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Gerak nilai harga indeks USD dilaporkan telah bergerak di kisaran harga 99.88, berada jauh di bawah level tertinggi 8 1/2 bulan yaitu di kisaran harga 100.31. Level tertinggi dalam kurun waktu 8 1/2 bulan, yaitu di kisaran harga 100.31, telah dicapai pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Gerak nilai apresiasi mata uang USD telah reli sebesar 3.3% pada bulan lalu pada ekspektasi bahwa Federal Rreserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan pada tanggal 15-16 Desember mendatang.

Hal yang mendorong para pelaku pasar untuk memangkas posisi di mata uang USD adalah karena hasil survei ISM. Hasil survey dari ISM menyebutkan bahwa, indeks pabrik nasional Amerika turun ke level 48.6. Hal tersebut terjadi, karena sektor tersebut terpukul oleh gerak penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD, dan juga oleh karena semakin besarnya pengurangan belanja di perusahaan energi.

Faktor lain yang juga memukul sentimen Greenback adalah, pernyataan Presiden The Fed Chicago, Charles Evans, yang menekankan perlunya Federal Reserve untuk melakukan secara bertahap dalam menaikan suku bunga Amerika. Lael Brainard juga berpendapat senada dengan Charles Evans menilik masalah kebijakan The Fed dalam menaikkan suku bunga.

Gubernur Federal Reserve, Lael Brainard pada hari Rabu telah mengatakan bahwa Federal Reserve seharusnya bergerak secara bertahap dan berhati-hati untuk menaikan suku bunga. Hal tersebut sebaiknya dilakukan, karena mengingat kondisi ekonomi global saat ini. Dalam pidatonya di Stanford University, Lael Brainard yang merupakan salah satu bankir The Fed yang bernada dovish, telah mengatakan bahwa outlook yang buruk untuk ekonomi global, kehati-hatian para pelaku pasar di dalam serangkaian krisis dan produktivitas pertumbuhan yang rendah, menerjemahkan bahwa lingkungan ekonomi dengan suku bunga rendah masih terlihat tepat.

Lael Brainard menunjukkan beberapa sikap skeptisnya dari pandangan mayoritas anggota Fed bahwa level alami dari suku bunga adalah naik secara bertahap ketika pasar kerja juga membaik. Dia mengatakan bahwa jika The Fed menaikkan suku bunga sebelum waktunya, akan sulit bagi Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan untuk melawan kesalahan dengan kebijakan suku bunga yang di dekat level nol. Di sisi lain, jika The Fed tidak membuat kesalahan, suku bunga dapat dinaikan di kemudian hari untuk menahan setiap kenaikan inflasi.

Analis dari BNP Paribas mengatakan bahwa kami saat ini lebih berhati-hati terhadap penambahan posisi beli Greenback menjelang keputusan The Fed. Adanya ketakutan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD akan kembali melemah apabila pihak berwenang The Fed menekankan kehati-hatiannya dan mengatakan adanya hambatan di pasar forex dalam konfrensi mereka.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, tampak kembali menguat di kisaran level harga 122.90 dari level tertinggi hari Senin di 123.34. Gerak nilai apresiasi Greenback masih dalam mode konsolidasi terhadap mata uang Jepang sejak menyentuh level tertinggi tiga bulan di 123.77 di pertengahan November.

Gerak nilai harga saham Jepang dilaporkan telah bergerak secara berfluktuasi pada awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Gerak nilai ahrga indeks saham Nikkei225, dilaporkan tengah terkoreksi. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 tergelincir sekitar 0,2%.

Hal tersebut terjadi, seiring para pelaku pasar masih mempertimbangkan data semalam yang menunjukkan kontraksi mengejutkan di sektor manufaktur di Amerika. Kondisi tersebut berpotensi untuk mempengaruhi prospek kebijakan kenaikan suku bunga The Fed yang kiranya akan dilakukan pada bulan Desember ini.

Laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa, aktivitas sektor manufaktur Amerika menyusut pada laju tercepat sejak resesi terakhir. Rilis data manufaktur Amerika merosot menjadi 48,6 di bulan November dari 50,1 di bulan Oktober.

Gerak nilai harga saham-saham perusahaan pengiriman terpantau memimpin penurunan, sementara saham-saham real estate dan konstruksi mencatat kinerja terkuat. Gerak nilai harga saham Minebea Co. dilaporkan terkoreksi kuat, bergerak anjlok sebesar 4,8% yang telah mencatatkan gerak penurunan nilai harga terbesar di indeks saham Nikkei225, setelah melaporkan penurunan penjualan lampu Liquid Crystal Display di bulan November.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak tampak sedikit melemah di awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Rabu. Kondisi tersebut terjadi, seiring kenaikan cadangan minyak yang lebih tinggi dari ekspektasi. Hal tersbut memperburuk kondisi kelebihan suplai minyak yang terlihat sudah surplus ratusan barel minyak yang di produksi setiap hari dari jumlah permintaan. Dilaporkan bahwa nilai kontrak minyak WTI diperdagangkan di $41.63 US/ pada hari Rabu. Angka tersebut turun sebesar 22 sen dari level penutupan terakhir mereka dan turun lebih dari 10% sejak awal November.

Para pelaku pasar berpendapat bahwa, gerak penurunan harga minyak dikarenakan kenaikan cadangan minyak secara tak terduga. Kenaikan cadangan minyak secara tak terduga tersebut yang sebelumnya adalah sebesar 1.6 juta barel di dalam cadangan minyak mentah Amerika, menjadi 489.9 juta barel dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 471.000 barel. Kenaikan ini akan menambahkan kondisi kelebihan suplai yang masih berjalan yang terlihat antara 0.5 sampai 2 juta barel/ hari dari minyak yang di produksi dari permintaan. Keadaan ini telah menyebabkan penurunan gerak nilai harga minyak lebih dari 60% sejak Juni 2014.

Pertemuan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada hari Jumat mendatang di Vienna, diperkirakan tidak akan membawa perubahan dalam kebijakan kelompok tersebut. Asumsi tersebut muncul karena terlihat OPEC masih mempertahankan output tinggi dalam upaya untuk mempertahankan pangsa pasar terhadap produsen lain seperti Rusia dan Amerika Utara.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Poundsterling Terkoreksi Tajam Di Awal Minggu, Hard Brexit Gusarkan Pasar

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD terkoreksi kuat, dengan telah bergerak melemah anjlok sekitar 200 poin bergitu sesi perdagangan pasar di awal minggu ini dibuka. Hal tersebut

Forex News 0 Comments

Yen Menguat Terkait Aksi Profit-Taking Terhadap USD

Yen terus bergerak menguat terhadap dollar AS dan Euro di awal sesi perdagangan hari Rabu ini walau ekspektasi adanya pelonggaran kebijakan lanjutan dari Bank of Japan masih bertahan, saat para

Fundamental 0 Comments

Euro Kondisi Tertekan Di Pasar, USD Sementara Masih Berkibar

Gerakan apresiasi mata uang USD pada hari ini (Rabu, 06/ 11/ 2013) bergerak menguat terhadap mata uang negara Jepang, yen. Harga pembukaan pasar berada pada 98.51 di awal perdagangan (00.00

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image