Greenback Terkoreksi, Bursa Asia Turut Serta

0a0a_0a0_0002_12651_0a0aaa01_00100504_02665418_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD telah bergerak melemah terhadap major currencies pada awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis ini. Hal tersebut terjadi, karena gerak nilai apresiasi Greenback dibebani oleh kecemasan terhadap pertemuan Amerika dan China dan masalah geopolitik.

Gerak nilai apresiasi Greenback tampak sempat menguat terhadap mata uang Yen ke level terbaik dalam tiga pekan di level 100.85 pada saat sesi perdagangan pasar Amerika semalam karena laporan kerja sektor swasta ADP yang hasil optimis. Meski demikian, namun gerak nilai apresiasi Greenback kemudian tumbang meskipun hasil notula dari pertemuan terakhir Federal Reserve menunjukkan hasil yang lebih hawkish.

Hasil notula The Fed tersebut, telah menunjukkan bahwa sebagian besar para pembuat kebijakan berpikir bahwa The Fed harus mulai memangkas neraca keuangan mereka sebesar $4.5 triliun US pada tahun ini. Merrill Lynch, analis dari Bank of America di Tokyo telah mengatakan bahwa meskipun isi dari notula The Fed mendukung untuk gerak nilai apresiasi mata uang USD, ternyata gerak nilai apresiasi mata uang USD melemah karena sikap hati-hati para pelaku pasar, dimana hal tersebut juga tercerminkan di dalam penurunan yield Treasury.

Gerak nilai harga di bursa saham Asia pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (06/ 04/ 2017) ini, dilaporkan telah dibuka melemah dan terhempas ke zona merah. Hal tersebut terjadi, menyusul laporan yang menyebutkan bahwa pihak Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik jarak menengah menjelang pertemuan Presiden Amerika, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, di Amerika pada Kamis dan Jumat waktu setempat.

Menyusul adanya tindakan uji coba rudal tersebut, PM Jepang Shinzo Abe mengatakan, pihak Korut bisa mengambil tindakan lebih lanjut. Meski demikian, namun seorang analis strategis menyebutkan bahwa, uji coba rudal ini tidak ada bedanya dengan uji coba sebelumnya. Karena itu, analis tersebut mengharapkan para pelaku pasar tidak perlu terlalu khawatir.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225, Jepang, dilaporkan telah dibuka melemah sebesar 189,61 poin atau turun sekitar 1,01 % ke kisaran level harga 18.671,66 pada sesi perdagangan pasar Asia pagi ini. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks saham Hang Seng, Hong Kong, telah dibuka melemah.

Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng dilaporkan melemah sebesar 122,65 poin atau turun sekitar 0,50 % ke kisaran level harga 24.278,15. Gerak nilai harga indeks saham ASX 200, Australia, dilaporkan juga telah dibuka melemah sebesar 29,20 poin atau turun sekitar 0,50 % ke kisaran level harga 5.847.

Gerak nilai harga indeks saham SSE, Shanghai, China, dilaporkan telah dibuka melemah sebesar 3,37 poin atau turun sekitar 0,10 % ke kisaran level harga 3.266,94. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga indeks saham Kospi, Korea Selatan, telah bergerak melemah sebesar 10,83 poin atau turun sekitar 0,50 % ke kisaran level harga 2.150,02.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah di pasar berjangka Asia pada awal sesi perdagangan pasar Asia di pagi ini justru telah mencatatkan penguatan. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah Brent dilaporkan telah bergerak menguat 0,68 % ke kisaran level harga US$ 54,54 US/ barel dan gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI, Amerika, menguat 0,78 % ke kisaran level harga US$ 51,43 US/ barel.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah turun ke level $50.76 di sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis. Hal tesebut terjadi karena laporan cadangan minyak mentah Amerika menunjukkan bahwa pasar masih memiliki limpahan pasokan yang tinggi dan membuat kilang penuh meskipun OPEC berupaya memangkas produksi dan menopang gerak nilai harga komoditas minyak mentah.

Pihk berwenang dari Energy Information Administration (EIA) melaporkan kenaikan cadangan minyak mentah sebanyak 1.57 juta barel, yang membuat total cadangan di rekor tertinggi baru di 535.5 juta barel. Para pelaku pasar mengatakan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah minyak turun karena kembali naiknya produksi minyak mentah Amerika yang menyebabkan cadangan berada di rekor tertinggi.

Cadangan bensin dan level produksi minyak mentah Amerika adalah kunci untuk menentukan apakah Amerika masih menjadi importir minyak terbesar di dunia atau tidak. Hal tersebut merupakan indikator yang mendukung harga, atau jika produksinya melonjak dan cadangan meningkat akan menurunkan impor dan akan berpengaruh kepada pengiriman ke seluruh dunia, yang akan membebani gerak nilai harga komoditas minyak mentah.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Terganjal Data Ekonomi Negatif

Menjelang rilis data China yang dijadwalkan akan dirilis besok (11/01), pergerakan nilai tukar valuta Australia masih bercokol di kisaran 1.0500 di awal perdagangan pasar Asia. Aussie sempat menembus level 1.0530

Berita 0 Comments

Rilis Data Amerika Berimbas Pada Sterling dan Yen

Di awal sesi perdagangan Amerika kemarin, telah dirilis laporan data Durable Goods. Durable Goods Amerika dirilis dengan hasil yang cukup baik. Indeks USD diperdagangkan menguat ke level tertingginya sejak Juli

Gerak Harga Emas Masih Belum Leluasa

Pelemahan gerak harga emas spot kembali berlanjut pada perdagangan sesi Asia di pagi ini (hari Kamis, 23/ 04/ 2015) yang sedang bergerak negatif, demikian juga dengan emas di bursa berjangka

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image