Greenback Terkoreksi Kuat, Para Oposan USD Menggeliat

1385831_5400335302737348_477771820_nGerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling dilaporkan telah bergerak menguat untuk hari kedua terhadap mata uang USD pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, karena merespons keputusan dari pihak Federal Reserve yang mengambil langkah dengan mempertahankan status quo terhadap suku bunga dan kembali menguarangi outlook untuk kenaikan di luar tahun ini.

Gerak nilai apresiasi Sterling masih menjadi mata uang dengan kinerja terburuk diantara 10 mata uang negara maju di bulan ini, dibebani oleh kurangnya kejelasan terhadap pembicaraan tentang Inggris yang melepaskan diri dari Uni Eropa. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah sempat bergerak naik 0.5% ke level 1.3100, setelah turun ke 1.2946 pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu, itu adalah level terendah sejak 16 Agustus.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling telah bergerak menguat naik dari level terendah dalam lima pekan terhadap Greenback yang dicapai pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Di saat Federal Open Market Committe (FOMC) menyatakan dengan jelas bahwa masih ada kemungkinan untuk naikan suku bunga tahun ini, dan menunda langkah tersebut pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu, serta mengurangi jumlah kenaikan yang mereka perkirakan untuk tahun selanjutnya untuk dua sampai tiga tahun kedepan.

Sentimen lainnya yang menopang penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling adalah, dengan adanya pernyataan dari pembuat kebijakan Bank of England, Kristin Forbes. Kristin Forbes, telah mengatakan bahwa dampak awal dari Brexit terhadap perekonomian telah “banyak berkurang” daripada perkiraan.

Kristin Forbes juga mengatakan bahwa tidak perlunya stimulus yang lebih besar untuk saat ini. Kristin Forbes dalam pidatonya mengatakan bahwa dirinya tidak yakin bahwa pelonggaran moneter akan diperlukan untuk mendukung perekonomian.

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street dilaporkan telah ditutup menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Sebelum pembukaan sesi perdagangan pasar, pihak berwenang dari Departemen Tenaga Kerja Amerika telah melaporkan bahwa jumlah klaim pengangguran turun ke level rendah 2-bulan.

Dilaporkan juga bahwa tingkat penjualan rumah tangan kedua turun 0.9% di bulan Agustus, dibandingkan estimasi kenaikan sebesar 1.3%. Indikator utama untuk bulan Agustus turun 0.2%.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq dilaporkan telah kembali meraih rekor tinggi. Hal tersebut terjadi, seiring langkah para pelaku pasar yang mencerna sejumlah data ekonomi yang dirilis sembari menilai keputusan kebijakan moneter terkini dari Federal Reserve. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq menyentuh rekor tinggi baru pada 5,342.88, dan mencetak rekor tinggi level penutupan untuk 2 sesi berturut-turut.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dilaporkan bergerak naik sebanyak 156.18 poin pada level tinggi sesi sebelum ditutup menguat sekitar 100 poin. Penguatan gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dipimpin oleh penguatan gerak nilai harga saham perusahaan Boeing.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah pula bergerak menguat sebesar 0.6%, dengan sektor real estat rally hampir sebesar 2%. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 telah beralih ke area positif untuk level bulanan.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah kembali dilaporkan bergerak menguat lebih dari 2% pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, seiring sentimen terus didukung oleh penurunan mengejutkan stok minyak mentah Amerika, menjelang pertemuan OPEC dan produsen utama lainnya minggu depan.

Penguatan dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah juga terbantu oleh pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang USD, setelah Federal Reserve mengambil keputusan dengan tetap mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah. Pelemahan gerak nilai apresiasi Greenback membuat impor energi menjadi lebih murah untuk negara-negara konsumen komoditas minyak, sementara tingkat suku bunga Amerika yang rendah mengindikasikan jika kredit masih akan mudah didapat.

Meski begitu, laporan Genscape hari Kamis menunjukkan bahwa, stok minyak di titik pengiriman Cushing, Oklahoma, naik sekitar 213.000 barrel dalam pekan yang berakhir 20 September. Persediaan di Cushing merupakan komponen penting dari jumlah stok minyak dari Amerika.

Laporan Genscape tersebut, sejalan dengan hasil rilis laporan persediaan dari pihak berwenang dari EIA pada hari Rabu. Pihak EIA juga telah merilis laporan, yang mengindikasikan bahwa jumlah stok minyak Amerika kemungkinan akan segera kembali meningkat.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Greenback Tertopang Proyeksi Ekonomi Amerika, Game Pokemon Go Berimbas di Indeks Nikkei

Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu bahwa, nilai indeks USD telah melanjutkan gerak penguatan secara rally. Hal tersebut terjadi, menyusul hasil rilis data ekonomi Amerika pada sesi

Berita 0 Comments

Yen di Level Tertinggi 5 Pekan Vs Dollar

Yen diperdagangkan menguat tiga hari beruntun terhadap dollar dan saat ini berada pada level tertinggi dalam lima pekan terakhir. Data-data ekonomi AS pekan ini yang dirilis Kamis kemarin lebih buruk

Forex News 0 Comments

Gerak Nilai Harga Di Bursa China Melemah, Brexit Hantui Inggris

Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang poundsterling dilaporkan bergerak melemah dan mendekati level terendah dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir terhadap Greenback. Sterling juga tengah bergerak meenuju

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image