Hang Seng 33 Positif Respons Wall Street’ Stocks Movement, Greenback Terkoreksi Major Usai FOMC

11225726_878774782196553_1598436056223782061_nTelah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Pounsterling, bergerak menguat. Gerak nilai apresiasi mata uang Sterling bergerak positif, melonjak signifikan terhadap Greenback ke level terkuatnya di minggu ini pada sesi perdagangan pasar hari Rabu kemarin. Kondisi ini terjadi, setelah Deputi Gubernur BoE, Ben Broadbent menyatakan bahwa para pelaku pasar seharusnya lebih terfokus pada indikator pertumbuhan ekonomi yang lebih luas daripada proyeksi inflasi semata.

Deputi Gubernur Ben Broadbent dalam pidatonya di depan event yang diadakan Reuters, telah memperingatkan agar para pelaku pasar untuk tidak terlalu fokus secara berlebihan pada proyeksi inflasi BoE, yang sempat dipublikasikan di awal bulan ini. Sebelumnya, pihak berwenang BoE telah mempublikasikan kebijakannya.

Kebijakan BoE tersebut adalah, bahwa BoE akan merubah ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi lebih lama dibanding estimasi semula. Namun gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling berhasil pulih diatas level 1.5205 beberapa menit setelah detail pidato Broadbent terkait laporan inflasi dan kapasitas ekonomi yang secara keseluruhan cenderung hawkish.

Peluang kenaikan suku bunga BoE di September tahun depan juga semakin terbuka lebar. Kondisi tersebut semakin memungkinkan, dimana kontrak short Sterling bertambah sekitar 2 -3 basis point mendiskon kenaikan suku bunga Juni atau September, yang mengindikasikan terbangunnya ekspektasi kenaikan suku bunga lebih dini.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan telah terkoreksi terhadap hampir semua major currencuies. Hal tersebut terjadi, setelah pihak berwenang dari Federal Reserve mensinyalkan laju kenaikan suku bunga akan berjalan lambat. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh currencies oposan mata uang USD, terutama oleh New Zealand dan Australia.

Kiwi, sebutan lazim bagi mata uang New Zealand Dollar (NZD), baru memimpin gerak rally dengan penguatan sebanyak 1.1%. Baik kondisi Kiwi dan Aussie, telah bergerak menguat gerak nilai apresiasinya, dengan menguat paling tajam di antara mata uang negara lainnya. Keadaan tersebut terjadi, seiring tindakan sentiment para pelaku pasar mencari aset ber-yield tinggi.

Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, dilaporkan juga turut bergerak positif. Mata uang Euro bergerak rebound nilai apresiasinya dari elvel rendah 7-bulan. Mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen juga dilaporkan bergerak menguat nilai apresiasinya. Mata uang Yen bergerak menguat gerak nilai apresiasinya, menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank of Japan.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD melemah meski setelah The Fed’s Federal Open Market Committee (FOMC) minutes dari pertemuan bulan Oktober. Hasi dari minutes telah menunjukkan, bilamana FOMC menyatakan bahwa kenaikan suku bunga di bulan Desember mungkin merupakan langkah yang tepat. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa peluang kenaikan suku bunga di bulan Desember sebesar 66%.

Menurut strategis, The Fed yang berhasil meyakinkan pasar bahwa kenaikan suku bunga akan berjalan sangat bertahap. Hal ini membuat gerak nilai apresiasi mata uang USD menjadi kurang diminati. Mayoritas petinggi The Fed mensinyalkan, bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan pada tahun ini.

Pesan tersebut digarisbawahi saat mereka memasukkan kata-kata “pertemuan mendatang” pada tanggal 15-16 Desember dalam pernyataan bulan Oktober. Peserta rapat secara umum sepakat bahwa akan tepat untuk mencabut akomodasi kebijakan secara bertahap, menurut minutes, menunjukkan bahwa laju kenaikan suku bunga akan berjalan lambat pasca kenaikan awal.

Dari kawasan China, dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Hongkong, yaitu indeks saham Hang Seng 33, telah bergerak menguat. Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33 bergerak melonjak di awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis ini. Meski demikian kejadiannya, namun laporan penurunan sentimen bisnis di negara China untuk bulan ini, telah meredam momentum gerak penguatan harga.

Indeks Hang Seng mengikuti gerak rally dari indeks-indeks utama di Asia. Indeks-indeks utama Asia tersebut, bergerak positif gerak nilai harganya, karena merespons kondisi, yaitu mengikuti valuasi indeks-indeks di bursa Wall Street Amerika. Gerak nilai harga di bursa Wall Street telah ditutup dengan kondisi gerak nilai harga naik pesat. Gerak nilai harga saham Hang Seng tetap menguat, meskipun perdagangan Shanghai Composite hanya menunjukkan kenaikan moderat.

Indikator Bisnis China yang dilakukan lembaga MNI, bagian dari Deutsche Borse Grop, dilaporkan turun 10,3% untuk bulan ini menjadi 49.9, sedikit di bawah level 50 yang menjadi batas antara optimisme dan pesimisme. Sebagian besar dari 200 perusahaan yang disurvei MNI sulit memproyeksikan kondisi bisnis di China meskipun pemerintah telah meluncurkan serangkaian stimulus untuk membatasi perlambatan.

Perekonomian China sendiri dinilai para pelaku pasar, masih dalam gerak laju perlambatan. Hal ini diasumsikan, terutama karena setelah pada pekan lalu, rilis laporan neraca perdagangan, inflasi, dan produksi industri di China masih cenderung mengecewakan.

Terkait dengan berita korporasi, sektor perbankan dan teknologi menjadi saham-saham yang memberikan performa terbaik. Valuasi saham perusahaan teknologi meningkat setelah media Xinhua memberitakan pemerintah Beijing akan mendukung pertumbuhan beberapa industri tertentu melalui pemutakhiran teknologi.

Gerak nilai harga kontrak minyak berjangka telah dilaporkan bergerak positif. Gerak nilai harga kontrak minyak berjangka bergerak menguat moderat pada sesi perdagangan pasar hari Rabu, dengan minyak patokan Amreika telah pulih dari penurunan di bawah $ 40 US/ barel untuk pertama kalinya sejak Agustus. Kondisi ini terjadi, karena didorong oleh kenaikan lebih rendah di dalam cadangan minyak mentah.

Gerak nilai harga kontrak minyak berjangka menemukan dukungannya dan mampu menguat, karena kondisi yang terjadi atas oposannya, yaitu atas Greenback. Dimana gerak reli nilai apresiasi mata uang USD terhenti setelah perilisan minutes dari pertemuan kebijakan Federal Reserve di bulan Oktober.

Greenback pada awalnya bergerak menguat, melonjak setelah FOMC minutes menunjukkan “sebagian besar” anggota komite penentuan suku bunga melihat ruang lingkup untuk naikan suku bunga di bulan Desember. Namun gerak penguatan nilai apresiasi mata uang USD hanya berjalan singkat, setelah adanya aksi taking profit para pelaku pasar. Kondisi tersebut membuat komoditas minyak berjangka, dan komoditas lainnya yang berdenominasi dengan Greenback, yang biasanya bergerak berlawanan arah dengan gerak nilai apresiasi mata uang, jadi memungkinkan untuk kembali menguat dari pelemahannya menjelang penutupan.

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan Desember berakhir dengan kondisi mengalami kenaikan. Gerak penguatanharga minyak WTI adalah sebesar 8 sen, atau 0.2%, di $ 40.75 US/ barel, setelah sempat turun ke level terendah $39.91 per barel.

Pada sesi perdagangan pasar Amerika hari Rabu, pihak Energy Information Administration (EIA) Amerika telah merilis sebuah laporan. Laporan yang dirilis oleh pihak dari EIA tersebut adalah, bahwa cadangan minyak mentah dalam negeri telah naik. Cadangan minyak mentah Amerika naik sebanyak 252,000 barel pada pekan lalu. Para analis yang disurvei oleh perusahaan Platts, sebelumnya telah perkirakan bahwa angka kenaikan sebesar 1.1 juta barel. Namun, di Cushing terdapat kenaikan sebesar 1.5 juta barel.

About author

You might also like

Pendapat Patrik Harker Semakin Dukung Ekspektasi Pasar, Minyak Dihantui Stok Melimpah Kembali

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, telah bergerak lebih tinggi di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Selasa. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata

Komoditas 0 Comments

Harga Minyak Terkoreksi Setelah Payroll Release, Mesir Masih Diperhatikan Pasar

Nilai tukar USD memang tergolong kuat di tengah iklim pelonggaran moneter bank sentral Amerika Serikat. Bagi para investor hal ini tidak bagus karena membuat harga beli produk seperti emas dan

Forex News 0 Comments

Sterling Bertahan Diatas Rendahnya 1.5750

Sterling terus bertahan di sepanjang hari ini dekat rendahnya yang terakhir terlihat di 1.5760, turun dari penutupan mingguan hari Jumat lalu dekat area 1.5800, dengan tingginya sesi di 1.5789. Perubahan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image