Harga Minyak Mentah Terkoreksi Melemah, Meski Pasar Masih Tunggu Rilis Data

Harga Minyak Mentah Terkoreksi Melemah, Meski Pasar Masih Tunggu Rilis Data

Harga minyak mentah berjangka Amerika melemah pada hari Selasa (25/ 06/ 2013). Harga bergerak mundur hampir 2% menjelang laporan yang diekspektasikan menunjukan pelemahan pada persediaan minyak mentah. Minyak mentah untuk pengiriman Agustus turun 30 sen atau 0,3% ke $94,88 per barel di perdagangan elektronik, sementara itu, gas alam untuk pengiriman Juli tidak berubah pada level harga 3,74 USD per juta British thermal unit, dan Juli bensin turun 2,73 USD per galon dan di bulan Agustus pengiriman minyak pemanas masih tetap di level 2,85 USD per galon.

Harga minyak kemarin (Senin, 24/ 06/ 2013) dilaporkan mengalami pergerakan turun di sesi pasar Asia setelah berlanjutnya penguatan USD dan merebaknya kekhawatiran terhadap negara China, membuat para investor cemas dengan outlook permintaan energi dunia.

Investor dicemaskan dengan berlanjutnya perlambatan ekonomi negara China, yang merupakan salah satu konsumen minyak utama dunia. Investor khawatir menghadapi efek berkurangnya likuiditas di pasar kuangan China pasca masih tingginya suku bunga interbank Shanghai. Kenaikan suku bunga interbank Shanghai bertenor 7 hari hingga menyentuh 25% membuat investor khawatir dengan meningkatnya biaya pendanaan perbankan dan dunia usaha yang dapat turut memperlambat aktivitas perekonomian. USD menguat akibat ekspektasi Federal Reserve dapat mengurangi pemberian stimulus moneter dalam waktu dekat. Jika Fed mengurangi pemberian stimulus maka ini dapat mengurangi likuiditas global sehingga dapat turut mengurangi permintaan terhadap komoditas. Data baru pada minyak mentah komersil Amerika akan di rilis akhir hari perdagangan New york, dan diperkirakan turun 2 juta barel pada akhir minggu lalu. Amerikan Petroleum Institute (API) akan merilis laporan mingguannya nanti malam, sedangkan Energy Informastion Administration (EIA) Amerika akan dirilis besok malam.

Minggu lalu, laporan EIA secara mengejutkan naik 300.000 barel pada persediaan mencapai 394.1 juta barel. Pada level ini disebut oleh EIA bahwa persediaan berada pada batas atas dari jumlah umum pada tahun ini. Ben Bernanke menyatakan, kenaikan suku bunga KPR tidak memiliki banyak dampak pada layanan utang bulanan, sementara peminjam akan membutuhkan sekitar 18% lebih pendapatan tahunan untuk memenuhi syarat untuk 4,5% dengan suku bunga hipotek 30 tahun ini semua menurut persyaratan utang terhadap pendapatan terhadp suku bunga tetap KPR 3,5%. Pada hari ini, para investor juga mungkin mengawasi laporan permintaan energi dari laporan Consumer Confidence bulan Juni, juga laporan Durable-goods orders bulan Mei. Minyak berjangka Amerika kemarin naik 1.6% per barel setelah kabar penutupan pipa minyak di Canada ditutup akibat banjir besar. Tetapi sebelum berlanjut naik harga minyak kembali turun atas kekuatiran pengetatan kredit di China. FOMC menyatakan, suku bunga pengaturan tidak dihapus oleh kenaikan suku bunga KPR, akan tetapi sebelum berbalik lebih tinggi dari harga minyak, selama di sesi perdagangan Senin telah merosot di tengah kekhawatiran tentang krisis kredit di China.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Menyambut Baik Komentar RBA’s Stevens

Aussie melanjutkan rally setelah RBA’s Stevens tidak mengkritik nilai tukar aussie dan juga sinyalkan tidak akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut. Gubernur RBA, Glenn Stevens, mengatakan nilai tukar Dollar Australia

Forex News 0 Comments

Dollar Lebih Jinak, Rupiah Nikmati Penguatan Sesaat

Nilai tukar Rupiah berhasil menguat setelah terperosok ke posisi terendahnya dalam 16,5 tahun terakhir di 13.244 per Dollar kemarin. Namun demikian bukan berarti penguatan kurs domestik akan menjadi tren karena

Forex News 0 Comments

Euro Meredup Di Tengah Spekulasi Pelonggaran Lanjutan ECB

Euro di perdagangkan dekat level terendah dalam tiga pekan sebelum di publikasikannya data yang di perkirakan akan menunjukkan tingkat inflasi di wilayah tersebut melambat di tengah spekulasi bahwa bank sentral

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image