Harga Minyak Terkoreksi Setelah Payroll Release, Mesir Masih Diperhatikan Pasar

Harga Minyak Terkoreksi Setelah Payroll Release, Mesir Masih Diperhatikan Pasar

Nilai tukar USD memang tergolong kuat di tengah iklim pelonggaran moneter bank sentral Amerika Serikat. Bagi para investor hal ini tidak bagus karena membuat harga beli produk seperti emas dan minyak jadi lebih mahal. Minyak WTI naik ke level tertinggi dalam 14-bulan setelah Amerika melaporkan menambahkan pekerjaan lebih dari perkiraan di bulan Juni, hal tersebut semakin membuat ekonomi lebih optimis, dan cemas pada kerusuhan di Mesir akan meningkat. Para pendukung dan penetang Presiden Mohamed Mursi dan pasukan keamanan Mesir bentrok setelah Ikhwanul Muslimin menyerukan protes setelah kejatuhan Mursi.

Mengenai harga minyak, para investor masih memperhatikan perkembangan di timur tengah, dalam hal ini Negara mesir. Mesir masih tetap bergolak setelah kudeta kepemimpinan di negeri tersebut. Diberitakan minggulalu, bahwa ratusan ribu pengunjuk rasa masih terlihat di berbagai wilayah di Mesir seiring demontran pendukung dan anti Mursi bersitegas dengan sikapnya masing-masing. Ini tentunya sinyalkan betapa labilnya kondisi politik di Mesir yang dapat meningkatkan resiko politik di Timur Tengah, wilayah produksi minyak terbesar di dunia. Sedikitnya 35 orang tewas dalam bentrokan antar demonstran pada hari Jumat dan Sabtu lalu. Meskipun situasi cukup tenang pada hari Minggu namun banyaknya demonstran yang masih bertahan di Kairo, Alexandria, dan kota-kota lainnya di Mesir isyaratkan potensi konflik yang dapat muncul kapan saja. Situasi di koalisi pemerintahan pasca tergulingnya Presiden Mursi juga sedikit mengkhawatirkan. Partai Islam, Nour, menolak mendukung calon Perdana Menteri yang diajukan oleh koalisi dan ini tentunya memperlambat efektivitas pemerintahan Mesir. Partai Nour menganggap calon yang diajukan terlalu liberal. Di lain pihak, Moeslim Brotherhood, pendukung Mursi, masih menolak mendukung koalisi. Minyak naik sekitar 1.9% seiring Departemen Tenaga Kerja mengatakan laporan payroll menambahkan 195.000 pekerja, melampui perkiraan analis untuk penambahan 165.000 pekerja. “Kita memperoleh penguatan atas angka payroll yang lebih baik dari perkiraan karena itu seharusnya diartikan akan tingginya permintaan untuk minyak,” kata John Kilduff, analis di Again Capital LLC.”Protes yang berlanjut di Mesir dan meningkatnya sejumlah resiko. Minyak akan menjadi sulit untuk sedikit turun pada akhir pekan ini dengan masih berlangsungnya kerusuhan.

Meskipun demikian, bukan berarti prospek harga komoditi khususnya minyak mentah, tidak lagi bagus untuk beberapa waktu ke depan. Salah satu hasil bumi favorit investor ini diuntungkan oleh dinamika politik yang terjadi di wilayah produsen seperti Timur Tengah dan Afrika. Belum lagi adanya pengurangan ekspor di Libya, Irak dan penurunan suplai di negara Eropa kaya minyak, Rusia. Artinya secara garis besar, faktor permintaan dan persediaan akan kembali mendominasi pergerakan harga dalam beberapa pekan ke depan. Harga minyak saat ini diperdagangkan di kisaran level harga tertinggi bulan Mei 2012 menyusul rally yang terjadi awal pekan setelah muncul laporan penurunan jumlah persediaan Amerika dan ketidakpastian politik di Yunani. Namun kinerja harga rentan berbalik turun seandainya data non-farm payroll nanti malam memperlihatkan angka tenaga kerja baru di atas perkiraan. Makin membaiknya kondisi lapangan kerja di Amerika Serikat akan memperkuat alasan bagi Federal Reserve untuk menghentikan program stimulus anggaran lebih cepat dibanding perkiraan. Kontrak berjangka minyak mentah terpantau pada level 101.07 USD per barel.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Rebound Euro Terhenti, Investor Nantikan Penetapan Suku Bunga Acuan Kamis Mendatang

Mata uang euro yang sempat rebound pada perdagangan kemarin, hari ini kembali melemah terhadap dollar AS (4/2). Euro tergerus turun di tengah anjloknya bursa-bursa saham di kawasan Asia pada sesi

Komoditas 0 Comments

Koreksi Aksi Jual Emas Masih Warnai Pasar, Jelang Rilis Data FOMC

Mundurnya mantan Menkeu Amerika, Larry Summers, dalam pencalonan kursi Gubernur Bank Sentral Amerika, atau yang lebih dikenal sebagai Federal Reserve, membuat mata uang USD melemah. Kondisi ini akhirnya memberikan peluang

Berita 0 Comments

Yen Rebound Di Tengah Bursa Saham Berfluktuatif Jelang Pertemuan ECB

Mata uang Jepang, yen, rebound dari level terendah dalam sebulan dan bursa saham Asia berfluktuasi sebelum bank sentral Eropa umumkan kebijakan moneternya pada hari ini. Yen menguat sebesar 0.2% menjadi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image