Hari Penentuan Suku Bunga Amerika, Kepemilikan Treasury China atas Amerika Susut

20611_1422090778099665_681208571439640980_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD pada sesi perdagangan pasar Asia pada hari Kamis (17/ 09/ 2015) pagi ini masih berada di bawah tekanan. Hal tersebut terjadi, setelah data inflasi yang lemah telah membimbing investor untuk mengurangi keyakinan bahwa Federal Reserve akan hadirkan kenaikan suku bunga pada malam nanti. Hasil dari pertemuan dua hari Fed terus menarik perhatian investor, khususnya setelah hasil yang mengejutkan dalam penurunan sebesar 0.1% pada CPI Amerika di bulan Agustus.

Nilai apresiasi mata uang USD beringsut lebih rendah terhadap mata uang Euro dan Yen pada sesi perdagangan pasar hari Rabu. Hal tersebut terjadi setelah hasil rilis data menunjukkan harga konsumen Amerika (Consumer Price Index - CPI) jatuh pada bulan Agustus untuk pertama kalinya sejak awal 2015. Tapi pergerakannya sebagian besar masih tetap dalam kisaran sempit terhadap mitra seperti Jepang dan Eropa karena para pelaku pasar menunggu keputusan dari para pembuat kebijakan Federal Reserve soal kebijakan pengetatan moneter. Keputusan akan terungkap Kamis ketika The Fed mengeluarkan pernyataannya pada akhir pertemuan dua hari.

Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang EUR/ USD telah diperdagangkan pada kisaran level $ 1,1284 US, naik 0,11% dari level $ 1,1272 US sebelumnya, level akhir Selasa di New York. Apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah sempat diperdagangkan pada level 120,60, naik 0,13% dari penutupan sesi perdagangan pasar hari Selasa lalu. Nilai indeks USD, DXY, turun 0,27% ke level 95,34. Nilai apresiasi mata uang GBP/ USD diperdagangkan di level $ 1,5491 US, level tertinggi dalam hampir tiga minggu, naik 0,96% dari level $ 1,5346 US pada akhir Selasa di New York. Rubel, RUB/ USD, juga menjadi salah satu mata uang berkinerja terbaik karena lonjakan gerak nilai harga minyak. Nilai apresiasi mata uang RUB/ USD diperdagangkan pada level 65,37, naik 2,2% dari level 66,81 pada akhir sesi perdagangan pasar hari Selasa lalu.

Indeks USD pada sesi perdagangan pasar Asia pada hari Kamis (17/ 09/ 2015) pagi ini, turun sekitar 0.1% di 95.30, namun masih bertahan di atas level terendah tiga pekan di 94.91 yang dicapai pada hari Senin. Apresiasi mata uang USD dilapog diperdagangkan di 120.40 yen, masih tidak jauh dari level akhir perdagangan Amerika dan bertahan di atas level terendah 119.40 yang di sentuh pada hari Selasa. Euro juga stabil di 136.18 yen.

Dengan hasil pertemuan The Fed yang menjadi fokus, para pelaku pasar tidak banyak merespon pengumuman dari Standard & Poor, yang datang pada akhir perdagangan Asia hari Rabu semalam, yang menurunkan peringkat kredit Jepang satu tingkat menjadi A+. Pemangkasan pada tingkat peringkat tersebut sejalan dengan rivalnya yaitu Moody’s Investor Service dan Fitch Ratings.

Berdasarkan data yang dirilis pada sesi perdagangan pasar hari Rabu, dilaporkan bahwa China masih menjadi pemimpin dari kepemilikan atas Treasury Amerika dengan jumlah kepemilikan sebesar $1.24 triliun US di bulan Juli. Meski demikian, namun China diperkirakan telah menjual setidaknya $30.4 miliar US dalam rentang satu bulan. Hal ini terjadi karena China bertindak agresif untuk melakukan intervensi di dalam pasar nilai tukar mata uang untuk menopang mata uang China, yaitu mata uang Yuan.

Ward McCharty, kepala ekonom di Jefferies dalam sebuah laporan mengatakan bahwa berita utama mengenai penjualan Treasury oleh China yang terjadi di bulan Agustus terutama setelah mereka mendevaluasi mata uang Yuan di pertengahan Agustus. Data menunjukkan bahwa mereka meningkatkan lilkuidasi sebelum melakukan pengumuman.

Gerak nilai harga minyak dilaporkan bergerak stabil di awal perdagangan hari Kamis setelah penurunan besar di dalam cadangan minyak mentah Amerika, sementara itu para trader juga masih menunggu hasil keputusan The Fed pada malam nanti apakah mereka akan naikan suku bunga yang pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Tingginya suku bunga Amerika kemungkinan akan menarik lebih banyak uang dari para pelaku pasar mata uang, meningkatkan nilai apresiasi mata uang USD. Penguatan gerak niulai apresiasi mata uang USD dapat menjadi bearish untuk minyak yang berdenominasi dengan greenback karena harga komoditas tersebut akan menjadi lebih mahal untuk para importir yang memegang mata uang lainnya.

Gerak harga minyak melonjak sebesar 6% pada perdagangan pasar hari Rabu, ketika data dari Energy Information Amerika menunjukkan penurunan besar di dalam cadangan minyak mentah Amerika dalam tujuh bulan terakhir di titik pengantaran utama di Cushing, Oklahoma. Dilaporkan bahwa harga minyak WTI saat ini diperdagangkan di $46.97 US/ barel pada pukul 09:53 WIB, harga tidak jauh berbeda dari level penutupan di sesi sebelumnya. Harga minyak Brent juga bergerak datar di $49.77 US/ barel.

Analis dari salah satu bank di Australia mengatakan bahwa harga minyak WTI naik ke level tertinggi pada bulan ini setelah EIA melaporkan penurunan sebesar 2.1 juta barel di dalam cadangan minyak pada pekan lalu karena tingkat operasional kilang yang naik untuk pertama kalinya sejak bulan Juli. Kilang Amerika biasanya akan memperlambat outputnya selama bulan September untuk masa perawatan.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Hasil FOMC Rilis Gairahkan Pasar, Kenaikan Suku Bunga Acuan Dirasa Belum Saatnya

Gerak harga emas dilaporkan telah ditutup lebih tinggi pada sesi perdagangan semalam. Dilaporkan bahwa gerak harga emas mampu bergerak menguat setelah hasil keputusan pertemuan FOMC meeting minutes yang akhirnya menegaskan

Rupiah Cenderung Konsolidasi, Sentimen Muncul Bervariasi

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (27/6) diprediksi konsolidasi. Rilis nursing papers PDB AS yang di bawah ekspektasi jadi salah satu

Berita 0 Comments

Aussie Mengarah ke Teritori Positif Setelah RBA Pertahankan Suku Bunga

Mata uang aussie terpantau mulai mengarah ke teritori positif setelah dirilis keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan di negara tersebut (5/8). Di akhir rapat bulanannya RBA memutuskan untuk mempertahankan suku

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image