Hasil FOMC Gamangkan Pasar, Hasil G20 Tak Tergubris

d13340735992d9b3832a19714fe75461-6-1386x769Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan tampak masih bergerak lesu di sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin. Sentimen para pelaku pasar masih belum berubah setelah pekan lalu Federal Reserve memberikan pedoman suku bunga yang kurang “hawkish” daripada yang diharapkan para pelaku pasar.

Para pelaku pasar juga tidak banyak merespon hasil pertemuan G-20 selama akhir pekan yang masih mempertahankan kata-kata yang familiar terhadap kebijakan intervensi mata uang. Meski demikian, namun hasil pertemuan G-20 tampaknya tidak memberikan janji untuk hindari proteksionis perdagangan.

Hari libur di Jepang membuat perdagangan di sesi Asia bergerak lebih sepi, menyebabkan gerak nilai apresiasi Greenback melemah di kisaran level terendah dalam kurun waktu dua pekan di level 112.62. Gerak nilai apresiasi Greenback terhadap Euro dilaporkan telah sempat berada di level 1.0741, setelah sempat meraih level terendah enam pekan di 1.0782 pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat.

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street dilaporkan telah berakhir bervariasi pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Sabtu (18/ 03/ 2017) dini hari. Hal tersebut terjadi, setelah gerak nilai harga di bursa saham Wall Street terombang-ambing antara keuntungan dan kerugian.

Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar tampak masih mempertimbangkan sejumlah hasil rilis data ekonomi serta laporan laba perusahaan. Para pelaku pasar juga terus memantau perkembangan pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20, yang dimulai pada hari Jumat (17/ 03/ 2017) lalu di Baden-Baden, Jerman.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) dilaporkan telah bergerak melemah turun sebanyak 19,93 poin atau sekitar 0,10 % sehingga menjadi ditutup pada kisaran level harga 20.914,62 poin. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks saham indeks S&P 500 mengalami penurunan.

Gerak nilai harga indeks saham indeks S&P 500 dilaporkan telah terkoreksi sebesar 3,13 poin atau sekitar 0,13 % dengan ditutup pada kisaran level harga 2.378,25 poin. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite telah bergerak naik tipis sebesar 0,24 poin atau kurang dari 0,01 % menjadi 5.901,00 poin.

Hasil laporan rilis data produksi industri Amerika tidak berubah pada Februari, menyusul penurunan 0,1 % pada Januari, Federal Reserve melaporkan pada Jumat (17/ 03/ 2017). Pada Februari, output manufaktur naik 0,5 % merupakan peningkatan bulanan keenam berturut-turut.

“Peningkatan manufaktur Januari dan Februari menandai kinerja terbaik dua bulan dalam tiga tahun terakhir, memperkuat tanda-tanda terbaru bahwa manufaktur domestik ‘rebound’ dari posisi terendah baru-baru ini, karena ekonomi global stabil dan dolar dengan cepat menghapus penguatannya,” demikian yang dikatakan oleh Sophia Kearney-Lederman, seorang analis ekonomi di FTN Financial, dalam sebuah catatan. Sementara itu, angka awal sentimen konsumen untuk Maret naik menjadi 97,6 dari 96,3 pada Februari, menurut indeks sentimen konsumen Thomson Reuters/University of Michigan pada Jumat (17/ 03/ 2017).

Dalam berita perusahaan, saham Tiffany melonjak 2,71 % menjadi $92,42 US, setelah perusahaan membukukan hasil kuartalan lebih baik dari yang diharapkan. Peritel perhiasan itu melaporkan hasil keuangan untuk kuartal fiskal keempat yang berakhir pada 31 Januari 2017.

Penjualan bersih di seluruh dunia naik satu % pada kuartal keempat, sementara laba bersih per saham dilusian turun dua % pada periode yang sama. Dalam basis seminggu, semua tiga indeks utama mencatat keuntungan moderat, dengan Dow, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,1 %, 0,2 % dan 0,7 %.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak turun ke level $48.82 US di sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin ini. Pertemuan menteri keuangan G-20 di Jerman pada akhir pekan lalu telah meredakan sentimen dengan berkurangnya kohesi pada kebijakan perdagangan global.

Para menteri keuangan dari negara anggota G20 dengan perekonomian terbesar bertemu pada akhir pekan lalu dan kembali memperingatkan terhadap persaingan devaluasi. Meski demikian, namun gagal untuk mencapai kesepakatan untuk mempertahankan perdagangan bebas dan terbuka secara global.

Pekan lalu, gerak nilai harga komoditas minyak mentah berakhir sedikit lebih tinggi pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah mencetak kenaikan pertama dalam tiga pekan di tengah ekspektasi bahwa produsen minyak global akan memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi yang akan berakhir di bulan Juni.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah juga mendapatkan dukungan setelah Menteri energi Arab Saudi Khalid al-Falih pada hari Kamis mengatakan bahwa anggota OPEC dan non OPEC dapat memperpanjang kesepakatan pengurangan yang akan berakhir di bulan Juni. Hal tersebut dilakukan, jika cadangan masih bertahan di level rata-rata atas untuk waktu yang panjang.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

USD Tahan Penguatan Atas Major Jelang FOMC

Mata uang USD masih mempertahankan gerak penurunan selama dua hari terakhir. Hal ini terjadi karena sentiment para pelaku pasar atas asumsi bahwa Federal Reserve akan pertahankan suku bunga rendah untuk

Harga Emas Terimbas Kondisi Hong Kong

Pada sesi perdagangan hari Selasa (30/ 09/ 2014) pagi ini, harga emas bergerak sedikit menurun. Hal ini terjadi karena kekhawatiran para pelaku pasar atas kerusuhan di Hong Kong dan menjelang

Berita 0 Comments

Harga Emas Tidak Bergerak Banyak, Meski Setelah Akhirnya Senat Amerika Bersepakat

Emas sebagai komoditi safe-haven akhirnya berkilau kembali saat kondisi perekonomian Amerika yang nyaris terpuruk dimana spot emas bergerak naik. Namun kenaikan tersebut belum bisa mengangkat emas yang sempat jatuh ke

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image