Hasil FOMC Rilis Gairahkan Pasar, Kenaikan Suku Bunga Acuan Dirasa Belum Saatnya

11695_3839381302391_2012187366_nGerak harga emas dilaporkan telah ditutup lebih tinggi pada sesi perdagangan semalam. Dilaporkan bahwa gerak harga emas mampu bergerak menguat setelah hasil keputusan pertemuan FOMC meeting minutes yang akhirnya menegaskan bahwa tidak mungkin bagi The Fed untuk mengambil tindakan menaikkan suku bunga Amerika di bulan Juni. Gerak harga emas ditutup menguat meski gerak harga sempat melemah dan bahkan hampir memecahkan level psikologis $1,200 US/ troy ons. Gerak harga emas melemah dan anjlok pada awal sesi perdagangan pasar Eropa setelah secara tak terduga indeks mata uang USD melonjak tajam mencapai level tertingginya pada 95.90. Sesaat setelah memasuki sesi perdagangan Amerika, gerak harga emas kembali bergerak lebih tinggi dan berhasil mencapai level tertinggi baru menyimak dirilisnya hasil pertemuan FOMC pada 27-28 April lalu. Catatan pertemuan The Fed menunjukkan bahwa para petinggi merasa kenaikan suku bunga acuan di bulan Juni adalah hal yang prematur.

Banyak kalangan pejabat The Fed yang mengatakan data ekonomi pada bulan Juni tidak akan cukup kuat menjamin untuk menaikkan suku untuk pertama kalinya sejak tahun 2006, sesuai dengan minutes yang dirilis kemarin. Selain itu, ditegaskan kembali bahwa Federal Reserve mengharapkan pertumbuhan ekonomi setelah mengulur-ulur waktu di kuartal pertama. Para petinggi The Fed pada pertemuan April percaya bahwa kenaikan inflasi dihalangi oleh melemahnya data dari sektor tenaga kerja. Pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (19/ 05/ 2015) kemarin, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah menyelesaikan sesi perdagangannya dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $1.80 US atau 0.15% berakhir pada level $1,209.300 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,213.390 US dan serendah $1,203.177 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $35.80 US atau 3.02%. Dilaporkan juga bahwa gerak harga emas berjangka kontrak Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange telah menyelesaikan perdagangan pasar hari Selasa (19/ 05/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $2.0 US atau 0.20% dengan berakhir pada level $1,208.70 US/ ons Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $36.40 US atau 3.06%. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (21/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) dilaporkan tidak berubah dari hari sebelumnya. Gerak harga emas Antam kemarin turun sebesar Rp 2.000/gram dari harga hari Selasa lalu. Harga buyback emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) juga masih bertahan, tidak mengalami perubahan. Berdasarkan situs logam mulai Antam nilai harga emas batangan dibanderol Rp 557.000/gram, sama seperti posisi pada perdagangan kemarin. Sementara harga pembelian kembali oleh emiten berkode ANTM ini dari konsumen jug masih sama di posisi Rp 497.000/gram. Sedangkan daftar harga emas Antam untuk sesi perdagangan pasar hari Kamis (21/ 05/ 2015) ini, antara lain adalah: untuk pecahan 500 gram - Rp 258.800.000, pecahan 250 gram - Rp 129.500.000, pecahan 100 gram - Rp 51.850.000, pecahan 50 gram - Rp 25.950.000, pecahan 25 gram - Rp 13.000.000, pecahan 10 gram - Rp 5.230.000, pecahan 5 gram - Rp 2.640.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 557.000. Dilaporkan juga bahwa harga emas spot LLG dan berjangka mengalami penutupan di teritori positif pada akhir perdagangan Kamis dini hari tadi (21/ 05/ 2015). Gerak harga logam mulia rebound terbatas setelah sempat mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari satu minggu pada perdagangan malam tadi. Gerak harga emas berusaha untuk melanjutkan pola gerak penguatannya. Kenaikan gerak harga emas melanjutkan rally yang telah terjadi sebelumnya. Gerak harga emas dilaporkan telah mampu merespon dengan cukup baik atas hasil dirilisnya pertemuan FOMC April lalu, setelah hanya beberapa anggota Member FOMC yang melihat kenaikan suku bunga pada Juni mendatang. Meski hanya bergerak pada kisaran harga yang sempit karena minimnya data ekonomi sepanjang sesi perdagangan kemarin, namun gerak harga emas ternyata mampu bertahan di atas level harga $1,200.00 US.

Mengenai komoditas minyak, telah dilaporkan bahwa harga minyak naik tipis di perdagangan Asia pada hari Kamis (21/ 05/ 2015) ini. Penguatan tipis harga minyak dipicu oleh sentimen dari para pelaku pasar yang terus mengamati prospek permintaan dalam importir China. Dilaporkan berkaitan dengan China bahwa, bahwa bursa saham Hong Kong melanjutkan pelemahan hari sebelumnya setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur China berkontraksi dalam tiga bulan beruntun. Dilaporkan hari ini bahwa nilai Indeks utama Hang Seng bergerak melemah 0.3% menjadi 27503,24. Sedangakn untuk Index Hang Seng Futures telah sempat diperdagangkan di kisaran point 27470, dengan level tertinggi harian 27527 dan terendah 27357. Notulen rapat terakhir Federal Reserve sebelumya, menunjukkan bahwa The Fed belum menutup peluang kenaikan suku bunga di bulan Juni, yang membuat Wall Street berakhir variatif pada perdagangan Rabu kemarin, dan turun memberikan sentimen negatif pada pergerakan nilai bursa di pasar Asia. HSCB melaporkan indeks aktivitas manufaktur bulan Mei sebesar 49,1, naik dari bulan April sebesar 48,9, namun masih lebih rendah dari estimasi ekonom sebesar 49,4. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi, sementara di atas 50 menunjukkan ekspansi. Dilaporkan bahwa di New York Mercantile Exchange, harga minyak WTI untuk pengiriman Juli naik 0.19% ke level $59.10 US/ barel. Sedangkan dari Intercontinental Exchange (ICE), minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 0.97 atau 1,52% ke level 64.99/ barel. Di China, HSBC manufaktur PMI naik ke level 49.1, dari bulan sebelumnya 48.9. Juga dilaporkan bahwa stok minyak mentah Amerika turun sekitar 2.7 juta barel yang dihitung pada pekan lalu, di atas perkiraan para pelaku pasar yaitu sekitar 2,1 juta. Stok minyak mentah nasional Amerika saat ini adalah di level 482.2 juta barel, demikian menurut EIA. Membahas mengenai kondisi geopolitik di wilayah Timur tengah, dilaporkan bahwa kepala PBB, Ban Ki-Moon, dijadwalkan akan melakukan lawatan tanggal 28 Mei di Jenewa, membicarakan konflik geopolitik antara pemerintah Yaman, pemimpin Houthi dan pihak lain terlibat dalam konflik di Yaman, dalam upayanya untuk mengakhiri peperangan negara Teluk Persia. Sebelumnya telah dilaporkan bahwa wilayah negara Yaman telah dibombardir oleh serangan udara dari Arab Saudi sejak awal Maret. Para pelaku perdagangan industri perminyakan juga sangat sensitif terhadap kerusuhan geopolitik yang melibatkan Arab Saudi, karena negara tersebut merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia.

Mengenai nilai apresiasi perdagangan mata uang telah dilaporkan hari bahwa pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis (21/ 05/ 2015) ini, mata uang negara Inggris, yaitu mata uang Poundsterling telah melanjutkan penguatan nilai apresiasinya terhadap mata uang . Penguatan nilai apresiasi sterling terjadi berjasil menghentikan kemerosotan dalam tiga hari beruntun pada Rabu kemarin. Notulen rapat kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang dirilis Rabu kemarin mampu mengembalikan kinerja sterling. Dalam notulen tersebut disebutkan bahwa dua dari sembilan pengambil keputusan menilai keputusan antara menaikkan atau mempertahankan suku bunga memiliki peluang yang sama. Meski seluruh anggota sepakat untuk mempertahankan suku bunga dalam rapat yang berlangsung 11 Mei tersebut, namun beberapa anggota menilai turunnya tingkat pengangguran dapat memicu percepatan pertumbuhan gaji yang dapat menaikkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan. Sebelumnya telah dilaporkan bahwa beberapa data ekonomi serta notulen rapat kebijakan moneter Federal Reserve membuat nilai apresiasi mata uang USD bergerak naik ke level tertinggi dua bulan terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang yen. Dilaporkan bahwa apresiasi mata uang USD/ JPY sempat diperdagangkan di atas level 121 yen untuk pertama kalinya sejak 20 Maret lalu. Data yang dirilis hari Selasa lalu yaitu data ijin membangun, serta jumlah rumah yang mulai dibangun masing-masing naik lebih tinggi dari ekspektasi. Pertumbuhan ekonomi negara Jepang di kuartal pertama yang lebih tinggi dari ekspektasi tidak banyak berpengaruh terhadap pergerakan mata uang yen. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD/ JPY sempat diperdagangkan di kisaran level 121.15, dengan level tertinggi harian 121.29 dan terendah 121.03.

Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (21/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas diperkirakan masih akan diperdagangkan pada kisaran yang cukup besar. Volume perdagangan akan meningkat pada sesi perdagangan pasar Eropa dan Amerika malam nanti. Dengan sederetan data ekonomi Amerika akan mendominasi sentiment pasar malam ini. Sinyal berikutnya masih ditunggu para pelaku pasar di pekan ini, adalah saat gubernur The Fed Janet Yellen memberikan pidato pada prospek ekonomi di Providence, Rhode Island. Fokus para pelaku pasar atas perdagangan mata uang hari ini adalah pada hasil rilis data penjualan ritel Inggris bulan April yang diperkirakan naik 0,4% dari bulan sebelumnya yang turun 0,5%. Apresiasi nilai mata uang GBP/ USD dilaporkan sempat diperdagangkan di kisaran level 1.5556, menjauhi level terendah harian yaitu pada level 1.5528. Para pelaku pasar juga akan lebih melihat proyeksi ekonomi maupun kebijakan moneter dari Bank of Japan pada hari Jumat besok.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Koreksi Pagi Nilai Apresiasi Aussie, Gerak Harga Minyak Merambat

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (16/ 09/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak tertekan dan terkoreksi. Hal tersebut terjadi, karena naiknya yield

Berita 0 Comments

Yen Menguat 2 Hari Berturut-turut; Eksportir Lakukan Repatriasi

Nilai tukar yen Jepang terpantau melanjutkan penguatannya terhadap dollar AS pada sesi perdagangan hari ini (10/6). Yen terangkat menguat untuk dua hari berturut-turut setelah sempat mencapai posisi paling tinggi dalam

Pengaruh Besar Isu Geopolitik Warnai Pergerakan Bursa Dunia

Untuk kali pertama tahun ini, isu geopolitik berpengaruh sangat besar terhadap peta pergerakan harga produk keuangan dunia. Mulai dari saham sampai komoditi, prospeknya sangat tergantung pada kepastian perang antara kubu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image