Hasil Rilis Data Jepang Positif, Produksi OPEC Diperkirakan Turun

0a0a_0aa_0002_02751_0a0aaa01_0021275_06785546_n_1426068017-xdxysasaki_nozomi_ypzcDilaporkan bahwa hasil rilis data harga grosir Jepang meningkat di laju tercepat tahunan hampir sembilan tahun di bulan Agustus. Hal tersebut terjadi, karena permintaan China yang kuat mendorong harga komoditi.

Hal ini telah mampu meningkatkan harapan bahwa inflasi konsumen akan naik menuju target dua % bank sentral. Hasil rilis data harga grosir telah naik 2,9 % di bulan Agustus dari tahun sebelumnya, naik ke bulan kedelapan berturut-turut dan menandakan laju tercepat dari pertumbuhan sejak Oktober 2008, demikian menurut data dari Bank of Japan (BoJ).

Meski demikian, namun beberapa analis khawatir bahwa kenaikan pada inflasi grosir tidak akan terlihat cukup untuk mendorong perusahaan meningkatkan harga barang ritel. Angka pertumbuhan pada indeks harga barang perusahaan, yang mengukur harga yang menguat membebani satu sama lain untuk barang dan jasa, diperkirakan sesuai dengan perkiraan pasar median untuk kenaikan 3,0 %. Kenaikan bulan Juli di 2,6 %.

Menurut data, kenaikan sebagian besar di dorong oleh kenaikan harga impor minyak mentah, besi tua dan komoditi lain terkait permintaan kuat dari China. Harga barang final dalam negeri, yang melacak indeks harga konsumen, naik 0,7 % dari tahun sebelumnya. Ekonomi Jepang naik di tingkat tahunan 2,5 % di triwulan kedua dikarenakan ekspor kuat dan laju konsumsi swasta.

Dilaporkan bahwa pasar Amerika merasakan tekanan penjualan dihari Selasa, mengendalikan yield naik, dengan catatan obligasi terlihat kembali ke level yang di capai di akhir Agustus. Hal tersebut terjadi, seiring ketegangan geopolitik yang mereda.

Dilaporkan bahwa hasil yield 10 tahun obligasi Treasury naik 4,5 basis poin hingga 2.171 %, mencatatkan kenaikan satu minggu dan lebih tinggi lebih dari 11 basis poin. Sementara itu, Yield Treasury obligasi 30 tahun naik 3,5 basis poin hingga 2.774 %.

Hasil yield Treasury naik 1,6 basis poin hingga 1,335 %. Dilaporkan bahwa pada hari Selasa, pasar obligasi menunjukkan peningkatan penjualan tertinggi dalam satu bulan, mendorong yield seiring penurunan aset safe haven setelah Badai Irma melanda Florida dengan sedikit dampak dari yang diperkirakan dan Korea Utara menarik diri dari uji peluncuran rudal selama akhir pekan.

Hasil yield obligasi Treasury 10 tahun dan 30 tahun menunjukkan kenaikan yield terbesar sejak akhir Juli, sementara itu yield catatan obligasi dua tahun menunjukkan kenaikan tertinggi sejak 24 April, data WSJ menunjukkan. Para investor obligasi akan menantikan data inflasi yang akan dikeluarkan akhir minggu ini. Indeks harga produsen dijadwalkan akan rilis hari Rabu sementara itu indeks harga konsumen diperkirakan hari Kamis.

Dilaporkan bahwa, perkiraan volume produksi minyak OPEC diproyeksikan akan menunjukkan penurunan bulanan pada bulan Agustus sebagai anggota kartel terbesar, Arab Saudi memangkas produksinya, demikian kata sumber-sumber. Dua belas anggota organisasi produsen yang berkomitmen pada kesepakatan untuk menurunkan produksi dilaporkan dipompa keluar 30.004 juta bph pada Agustus, berdasarkan data dari sumber yang dikutip oleh Bloomberg.

Pihak dari OPEC menghasilkan 30.113 juta bpd pada bulan Juli, menurut sumber sekunder yang dikutip oleh Bloomberg. Libya dan Nigeria, yang juga anggota OPEC, dikeluarkan dari perkiraan Agustus karena mereka tidak berpartisipasi dalam kesepakatan untuk menurunkan produksi.

Secara total, kartel 14 anggota tersebut memompa 32,76 juta barel per bulan, mengindikasikan angka 79, 1000 bpd dibandingkan bulan Juli. Pada bulan Agustus, Arab Saudi menghasilkan 10.022 juta barel per hari, menurut data sumber sekunder, menunjukkan penurunan dari 10.049 juta bpd pada bulan sebelumnya.

Perkiraan ini kontras dengan data Arab Saudi yang diberikannya kepada OPEC yang menunjukkan bahwa Kerajaan menghasilkan 9,95 juta barel per hari pada bulan Agustus. Angka tersebut turun dari 10,01 juta barel per hari pada bulan Juli, demikian menurut sumber Bloomberg.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Suplai Minyak Cemaskan Pasar, Sterling Masih Cenderung Menurun

Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan telah diperdagangkan secara flat pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu, sehari setelah menyentuh level terendah sebulan. Hal tersebut

Forex News 0 Comments

Yen Menguat Terkait Aksi Profit-Taking Terhadap USD

Yen terus bergerak menguat terhadap dollar AS dan Euro di awal sesi perdagangan hari Rabu ini walau ekspektasi adanya pelonggaran kebijakan lanjutan dari Bank of Japan masih bertahan, saat para

Kebijakan The Fed Tak Kuasa Tahan Deflasi

Mata uang yen mengalami pelemahan apresiasinya terhadap USD hingga menyentuh level harga 100.93 di awal sesi perdagangan pasar Asia. Pelemahan yen juga disebabkan oleh adanya publikasi data yang menunjukan meningkatnya