Indeks Saham Amerika dan Minyak Koreksi, Ada Peluang Suku Bunga Amerika Naik

0_usa_10152999_567681066709603_18183654157293749020_nDilaporkan bahwa pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (17/ 11/ 2016) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD telah terpantau bergerak melemah dari titik terkuatnya sejak 13 tahun lalu. Gerak nilai indeks USD dilaporkan telah sempat menyentuh level 100,57 semalam sebelum kembali menurun pada pagi hari.

Dilaporkan dari situs Bloomberg bahwa gerak nilai indeks USD telah bergerak melemah sekitar 0,12 % pada pagi tadi, ke kisaran level 100,29. Gerak nilai indeks USD telah sempat mencapai poin tertinggi di kisaran level 100,57 pada hari Rabu malam, yang mana pencapaian level tersebut adalah merupakan pencapaian tertinggi sejak bulan April 2003.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan juga telah bergerak melemah tipis sekitar 0,2 % terhadap mata uang Yen. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah sempat menyentuh level 108,86, setelah sebelumnya menyentuh level 109,76 pada hari Kamis dini hari, yang merupakan level nilai apresiasi yang tertinggi
sejak kurun waktu 1 Juni lalu.

“Tampaknya, kenaikan imbal hasil obligasi Amerika di pekan ini tidak secepat di pekan lalu, jadi penguatan Greenback saat ini juga terhenti sementara,” demikian yang dikatakan oleh Masafumi Yamamoto, chief forex strategist dari Mizuho Securities, Tokyo. “Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang juga naik, sehingga menipiskan gap antara imbal hasil obligasi Amerika dan Jepang, khususnya tenor dua tahun,” demikian imbuh dari chief forex strategist dari Mizuho Securities, Tokyo, tersebut.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang mengalami kenaikan, kendati masih di teritori negatif yaitu -0,095 %, level tertinggi sejak awal Februari. Masafumi Yamamoto juga mengingatkan jika pihak Bank of Japan (BOJ) tidak memangkas kenaikan imbal hasil ini maka akan memberi tekanan pada pergerakan USD/ JPY alias yen berbalik menguat terhadap Greenback.

Gerak nilai harga di bursa saham Amerika dilaporkan telah berakhir variatif pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Gerak reli nilai harga di bursa saham setelah hasil pemilu Presiden Amerika dirilis, mulai menunjukkan pelambatan.

Hal tersebut terjadi, setelah sektor finansial mengalami penurunan sebesar 1%. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dilaporkan telah terkoreksi turun sebesar 55 poin atau sekitar 0,3%.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones terkoreksi hingga terakhir tercatatkan menjadi 18.868,14, dimana kondisi tersebut telah menghentikan gerak reli dalam tujuh hari beruntun. Goldman Sachs berkontribusi paling besar terhadap penurunan gerak nilai harga indeks saham Dow Jones.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah pula terkoreksi, bergerak melemah sekitar 0,16% sehingga tercatat menjadi 2.176,94. Dilaporkan bahwa, sektor finansial telah memimpin gerak penurunan nilai harga indeks saham S&P 500.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq dilaporkan tengah unggul. Hal tersebut terjadi, setelah gerak nilai harga indeks saham Nasdaq bergerak menguat sekitar 0,36% sehingga tercatat menjadi 5.294,58, meski sempat melemah di awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu.

Data ekonomi yang telah dirilis meunjukkan bahwa, indeks harga produsen Amerika dilaporkan tengah stagnan di bulan Oktober. Produksi industri juga dilaporkan tengah stagnan di bulan Oktober.
Hasil rilis data indeks harga produsen Amerika, lebih rendah dari perkiraan. Perkiraan hasil rilis data indeks harga produsen Amerika yaitu akan ada angka kenaikan sekitar 0,3%.

Para pelaku pasar kini probabilitas kenaikan suku bunga The Fed di bunga di bulan Desember, menjadi 90%, setelah adanya pernyataan dari Presiden Federal Reserve St. Louis, James Bullard, berdasarkan perangkat FedWatch CME Group. James Bullard mengatakan bahwa, hanya kejutan pada perekonomian Amerika yang akan mengagalkan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga di bulan Desember.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga kompditas minyak mentah telah berakhir melemah di sesi perdagangan pasar di hari Rabu, dengan berakhir di kisaran level $45.33 US/ barel. Para pelaku pasar menimbang pernyataan Rusia mengenai kemungkinan bertemu dengan Arab Saudi, serta peingkatan stok minyak Amerika yang lebih banyak dari perkiraan.

Pada hari Selasa, dilaporkan bahwa gerak nilai harga kompditas minyak mentah telah sempat bergerak menguat hampir 6%. Hal tersebut terjadi, karena merespon kabar bahwa pihak dari OPEC akan mengambil langkah baru untuk membatasi produksi.

Pihak Rusia sebelumya telah mengatakan akan siap mendukung langkah dari pihak OPEC untuk membekukan produksi. Alexander Novak, Menteri Energi Rusia, melihat kemungkinan besar kartel minyak tersebut akan mencapai kesepakatan pada pertemuan 30 November mendatang.

Pihak berwenang dari Energy Information Administration (EIA) telah melaporkan bahwa, stok minyak Amerika telah bertambah sebanyak 5,3 juta barel sepanjang pekan lalu. Hasil rilis laporan dari pihak berwenang EIA tersebut, lebih banyak dari perkiraan sebelumnya, yaitu penambahan sebesar 1,5 juta barel oleh para analis yang disurvei Reuters.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Euro Melemah Atas Ketegangan Di Ukraina

Euro berada di jalur untuk penyelesaian penurunan mingguan terhadap sebagian besar mata uang utama di tengah meningkatnya ketegangan di Ukraina dan investor mempertimbangkan apakah Bank Sentral Eropa akan mempertimbangkan tambahan

Komoditas 0 Comments

Indeks USD Menguat, Euro Menggeliat Saat Yanis Varofakis Mundur

Gerak harga emas dilaporkan telah ditutup lebih tinggi dari penutupan harga di sesi perdagangan pasar hari Jumat sebelumnya selama sesi perdagangan pasar hari Senin di hari Selasa dini hari (06/

CFD News

Gerak Apresiasi Greenback Melandai, Inggris Cemaskan Warganya di Rusia

yeezy 500 Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan bergerak melandai rendah di bawah level 90 seiring pasar Asia yang dibuka pada Senin pagi. Didorong oleh risk aversion, mata uang anti risiko

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image