Index Asia Terimbas Lesu, Jelang Rilis Data Amerika

Index Asia Terimbas Lesu, Jelang Rilis Data Amerika

Pada perdagangan pagi hari ini, tampak bursa Asia secara umum mengalami pelemahan, didorong aksi profit taking para investor dalam rangka mengantisipasi rilis data tenaga kerja Amerika nanti malam. Malam ini, pasar akan memulai ketegangan pada data Non-Farm Payrolls Amerika yang diperkirakan berada pada kisaran 180.000 lapangan kerja di luar sektor pertanian. Angka ini diperkirakan akan dirilis jauh lebih baik dari data bulan sebelumnya pada kisaran 161.000 lapangan kerja baru. Sementara tingkat pengangguran Amerika diperkirakan tetap pada kisaran 7.4%. Saham Amerika ditutup lebih tinggi pada hari Kamis terhadap data yang lebih baik dari perkiraan untuk sektor jasa negara, dengan Dow Jones industrial naik 0.04 dan NASDAQ composite indeks naik 0.27%. Mata uang lokal Korea Selatan diperdagangkan naik 2.00 won berada di 1.096.40 won terhadap dolar Amerika. Meski demikian, pergerakan saham gabungan regional Asia masih bisa ada harapan. Index Kospi, indeks Korea Selatan, dibuka tinggi pada hari Juma’at (06/ 09/ 2013), dimana keuntungan pada Wall Street pada sesi perdagangan sebelumnya meningkat ditengah data industri. Acuan Kospi naik 2.75 poin atau 0.14% menjadi 1.954.40 pada 15 menit awal perdagangan. Hampir semua bursa saham meningkat, dengan Hyundai Motor naik 1.64%, Pabrikan baja terbesar POSCO naik 0.46% dan Pabrikan suku cadang Hyundai Mobis naik 0.18%.

Indeks Nikkei mengalami koreksi di perdagangan hari ini (Jumat, 06/ 09/ 2013). Dan bahkan, nilai kontrak terjungkal hingga ke bawah level psikologis 14000 akibat di terjang oleh gelombang aksi jual setelah bursa rebound ke level tinggi dalam satu bulan terakhir. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melakukan profit taking seiring kurs yen yang tiba-tiba menurun hingga ke bawah level 100 terhadap USD dari kisaran tinggi 100.22 di awal perdagangan. Akibatnya aksi jual di kalangan eksportir pun tidak terelakkan. Indeks Nikkei tercatat melemah (-1.1%) atau -154.80 poin pada kisaran 13911.02. Sedangkan indeks Nikkei fut juga melemah (-0.61%) atau -85 poin pada area 13915. Para investor hari ini tengah menantikan laporan ekonomi bulanan dari bank sentral Jepang serta mengharapkan komentar yang optimis agar bisa membantu indeks untuk pulih kembali. Di lantai bursa Tokyo nampak saham Softbank tumbang hingga 3%, sedangkan saham Sharp, Panasonic dan Komatsu masing-masing terkoreksi sekitar 1 persen. Selain itu, saham Tokyo Electric Power merosot lebih dari 2 persen setelah regulator nuklir Jepang mengkritik operator pembangkit listrik Fukushima yang mengalami kerusakan. Karena mereka merilis data yang meresahkan tentang kebocoran air radioaktif terbaru.

Meski bergerak di teritori positif, namun indeks Hong Kong, Hang Seng, terlihat lesu di perdagangan akhir pekan (06/ 09/ 2013). Hal ini terjadi lantaran sentimen pasar masih dibayangi oleh isu pengurangan stimulus the Fed terutama menjelang data ketenaga-kerjaan Amerika yang diprediksi membaik. Di lantai bursa Hong Kong, saham sektor properti masih cukup banyak diminati oleh para trader sehingga hal itu dapat membatasi penurunan tajam pada benchmark ekuiti tersebut. Indeks Hang Seng (HSI) tercatat menguat +0.2% atau meraih gain 41 poin pada kisaran 22,633.80. Sedangkan indeks Hang Seng fut juga terpantau menguat tipis +0.19% atau +42 poin pada area 22662. Tercatat saham China Vanke Co. menguat 0.2% setelah pengembang tesebut mengatakan penjualannya naik 35% di bulan Agustus dari tahun sebelumnya berkat permintaan rumah yang solid. Sementara saham China Mobile Ltd. rally 1%, setelah menguat 1.3% di hari Kamis kemarin akibat naiknya ekspektasi bahwa perangkat tersebut segera akan mulai menjual iPhone milik Apple Inc.

20120828104614709

 

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Zona Eropa Terimbas Kondisi Referendum Italia, Perdagangan Pasar Zona Asia Tengah Tertekan

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback telah bergerak melemah terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen. Hal tersebut terjadi, karena akibat ketidakpastian risiko politik sehingga membuat para pelaku pasar

Komoditas 0 Comments

Aussie Menguat Tipis, Minyak Cenderung Flat

Mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak menguat tipis gerak nilai apresiasinya di awal sesi perdagangan pasar hari Kamis ini. Apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan di

Kebijakan OPEC Dirilis, Pelaku Pasar Cemaskan Inventory Minyak Amerika

Harga minyak mentah pada sesi pasar Asia hari Kamis (11/ 09/ 2014) mengalami rebound dari pelemahan harga tadi malam. Pada sesi pasar sebelumnya, harga minyak mentah berjangka berakhir rendah selama

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image