Inggris Antara Tetap Atau Hengkang Dari Uni Eropa, Teheran Belum Tunjukkan Kesediaan Pangkas Produksi Minyak

Untitled-1Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, bergerak menguat. Gerak nilai apresiasi Aussie bergerak mendekati level resisten yang belum pernah ditembus sejak tahun 2014. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie dilaporkan sempat bergerak menguat naik sebesar 0.1% menjadi $0.7215, setelah naik sebesar 1% pada sesi perdagnagna pasar di hari Senin.

Gerak nilai apresiasi Aussie tersebut adalah merupakan gerak penguatan terbesar sejak 3 Februari. Pergerakan rata-rata 200 hari di level $0.7275. Kondisi tersebut membuka prospek bagi gerak nilai apresiasi Aussie untuk bisa memperpanjang gerak penguatannya setelah kenaikan harian terbesar dalam kurun waktu lebih dari dua pekan pada sesi perdagangan pasar di hari Senin.

Aussie dilaporkan sempat berada 0.5% gerak nilai apresiasinya, di bawah level pergerakan rata-rata 200 hari, yang terakhir diperdagangkan di atas bulan September 2014. Kondisi tersebut terjadi, karena relinya ekuitas dan komoditas yang meningkatkan permintaan untuk aset Australia.

Mata uang Dollar Australia pada sesi perdagangan pasar di hari Senin bergerak menguat nilai apresiasinya bersama dengan mata uang lainnya yang berbasis sumber daya alam. Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang berbasis komoditas dipimpin oleh mata uang Real milik Brasil, dan mata uang Rand milik Afrika Selatan.

Kepala analis di IG Ltd di Melbourne mengatakan bahwa pada saat ketika aset beresiko dan sentimen meningkat dan volatilitas mereda, jadinya aset berimbal hasil tinggi seharusnya menguat. Anda akan dapatkan lingkungan berimbal hasil tinggi dimana volatilitas menurun dan dollar Aussie akan berkinerja denga baik pada sentimen tersebut.

JPMorgan dalam laporannya mengatakan bahwa penguatan gerak nilai apresiasi Aussie meningkatkan prospek bahwa reli akan mempertahankan momentumnya. Bank juga mengatakan bahwa pergerakan dikisaran $0.7245 - $0.7280 cukup menarik, kisaran tersebut termasuk level tertinggi di awal Februari serta pergerakan rata-rata 200 hari.

Dilaporkan pula bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, Poundsterling dan mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, tengah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk. Indeks volatilitas mata uang global JPMorgan Chase & Co dilaporkan turun dalam tiga dari empat sesi terakhir. Hal tersebut terjadi, di tengah kecemasan para pelaku pasar bahwa Inggris mungkin akan mengadakan pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa.

Keputusan yang diambil oleh Boris Johnson, Walikota London, untuk mengkampanyekan agar Inggris meninggalkan Uni Eropa memicu respon cepat dari London Assembly. London Assembly adalah merupakan badan yang ditunjuk untuk memantau kinerjanya.

Pengumuman Boris Johnson pada hari Minggu lalu bahwa ia akan berkampanye untuk Brexit menaikkan peluang untuk meninggalkan Uni Eropa menjelang referendum tanggal 23 Juni yang akan digelar oleh Perdana Menteri David Cameron. Walikota London, Boris Johnson, kemungkinan adalah orang yang akan menjadi penerus David Cameron nantinya sebagai pemimpin Partai Konservatif dan Perdana Menteri.

London Assembly yang beranggotakan 25 orang mendukung mosi pada hari Senin mengusulkan agar Inggris tetap bertahan di dalam Uni Eropa dengan 14 suara dibanding 7 suara, menurut pernyataan melalui surel. Menurut kepala grup Partai Buruh, Len Duvall, yang disampaikan pada London Assembly bahwa, keanggotaan Inggris di dalam Uni Eropa sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan prospek tenaga kerja London.

Kami ingin agar walikota menanggapi dengan serius kecemasan organisasi seperti London First dan The City yang telah memperingatkan bahwa London akan dikeluaran dari Uni Eropa. Hal tersebut dapat mengakibatkan kerugian milyaran pound dan kehilangan pekerjaan sebanyak pulihan ribu, demikian tambah Len Duvall.

Gerak nilai harga di bursa saham Jepang dilaporkan bergerak menguat naik untuk hari kedua. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 dilaporkan telah bergerak menguat sebesar 0.45%, atau 80 poin menjadi 16155. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen telah diperdagangkan di kisaran level 112.50, setelah sebelumnya bergerak turun sekitar 0.3% pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Kepala analis SMBC Friend Securities Co di Tokyo mengatakan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak yang lebih tinggi menyiratkan ekonomi yang mulai pulih, yang akan membuka kemungkinan untuk kita melihat investor mendapatkan sentimen yang lebih baik.

Gerak penguatan nilai harga saham Jepang terjadi, setelah bursa saham Wall Street Amerika bergerak naik nilai harganya. Hal tersebut terjadi, di tengah pemulihan gerak nilai harga komoditas minyak. Gerak nilai harga indeks Standard & Poor 500 (S&P 500) dilaporkan bergerak reli ke level hampir tertinggi dalam kurun waktu tujuh pekan terakhir. Hal tersebut terjadi, karena gerak nilai harga komoditas minyak bergerak melonjak lebih dari 5% pada sesi perdagangan pasar di hari Senin.

Gerak nilai harga komoditas minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan Maret, dilaporkan bergerak menguat. Gerak nilai harga minyak WTI bergerak melonjak sebesar 5.2% pada sesi perdagangan pasar hari Senin, karena akibat aksi spekulasi para pelaku pasar.

Para pelaku pasar melakukan hal tersebut karena dipicu asumsi bahwa penahanan produksi oleh beberapa anggota OPEC dan Rusia pada akhirnya akan membantu mengurangi surplus. Rusia mengatakan bahwa penahanan level produksi akan dilakukan mulai 1 Maret.

Pihak berwenang dari negara Nigeria mengatakan bahwa beberapa negara harus membatasi produksi mereka di level tertingginya. Pemangkasan produksi Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat, meskipun kartel minyak terbesar ini terlihat bersemangat untuk berpartisipasi dalam setiap upaya memulihkan harga minyak mentah.

Abdalla Salem El-Badri, Sekretaris Jenderal OPEC, pada hari Senin telah mengatakan bahwa produsen minyak lainnya masih mempertimbangkan kemungkinan untuk turut andil dalam kesepakatan pembatasan produksi, dan cenderung “wait and see” untuk melihat apakah itu akan mengarah ke jenis kesepakatan lain. Para anggota OPEC seperti Negara Arab Saudi, Qatar dan Venezuela bersama produsen non-OPEC Rusia telah mensinyalkan kesediaan mereka. Mereka akan bersedia untuk memangkas produksi, jika produsen lain juga melakukan langkah serupa. Komentar El-Badri itu dilontarkan setelah sebuah diskusi panel, dimana ia berpartisipasi dalam konferensi energi IHS CERAWeek di Houston.

Dalam pertemuan itu El-Badri juga mengatakan jika usulan pembatasan produksi harus dievaluasi setelah 3-4 bulan untuk menentukan tingkat keberhasilan. Hal tersebut dilakukan, sebelum beranjak ke langkah-langkah lain di masa depan. Pernyataan tersebut mengindikasikan jika tidak semua anggota OPEC bersedia melakukan langkah terkoordinasi untuk membantu memulihkan gerak nilai harga komoditas minyak mentah.

Para pelaku pasar juga masih meragukan posisi Iran. Hal tersebut terjadi, mengingat negara ini tengah berupaya keras untuk merebut kembali pangsa pasar mereka dan berkomitmen memulihkan output ke level 1,5 juta sampai 2 juta barrel/ hari. Meskipun menyambut baik wacana pembatasan produksi, hingga saat ini Teheran belum mengeluarkan pernyataan resmi akan turut serta mengekang laju produksi mereka.

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

Laporan RBNZ Dongkrak Kiwi, Harga Minyak Menggeliat

Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD dilaporkan pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (11/ 05/ 2016) ini, telah sempat bergerak menguat hampir sekitar 70 poin. Hal

Forex News 0 Comments

Loonie Menguat Atas Greenback, OPEC Bantah Iran Tunda Kerja Sama

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Kanada, Canadian Dollar, atau yang lazim disebut dengan istilah Loonie, berhasil menangkal dominasi dari gaerak nilai apresiasi Greenback. Hal tersebut terjadi, karena

Fundamental 0 Comments

Data Kuatkan Spekulasi Kebijakan Tapering, USD Tekan Yen

Mata uang USD bergerak menguat ke level tertinggi terhadap mata uang yen dalam lebih dari 6 bulan. Hal ini terjadi seiring para pelaku pasar mempertimbangkan sinyal menguatnya perekonomian akan cukup