Insiden Brusells Berdampak, Wall Street Bergerak Mix dan Minyak Koreksi

0a1y01e894920bcHasil laporan angka inflasi di Inggris, jika dilihat dari secara keseluruhan, tampak sekali bahwa telah berada di bawah target Bank of England (BoE), selama lebih dari 2 tahun. Sebagian besar kondisi tersebut adalah karena disebabkan oleh rendahnya gerak nilai harga dari komoditas minyak. Kondisi tersebut terjadi, sehingga menurunkan biaya transportasi.

Telah dilaporkan bahwa gerak laju angka inflasi di Inggris tercatat melemah dibawah perkiraan dari para pelaku pasar selama bulan Februari. Pencapaian angka inflasi tersebut masih jauh dibawah target dari BoE, yaitu berada di angka 2%. Dilaporkan juga bahwa inflasi inti di Inggris telah tumbuh 1.2%.

Angk pertumbuhan dari gerak laju inflasi konsumen tahunan Inggris juga telah dilaporkan, yaitu tercatat sebesar 0.3%. Angka pertumbuhan dari gerak laju inflasi konsumen tahunan Inggris tersebut juga dirilis dengan lebih rendah apabila dibandingkan dengan estimasi BoE sebelumnya, yaitu pada kisaran 0.4%.

Data lain yang telah dirilis di Inggris adalah hasil rilis laporan data PPI Output. Dilaporkan bahwa hasil rilis laporan data laporan PPI Output telah tercatat naik 0.1% jika dibandingkan dengan hasil laporan di bulan sebelumnya yaitu di kisaran -0.1%.

Data ini sempat memicu rebound tipis pada gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling. Meski demikian, namun secara keseluruhan trend masih condong bearish. Hal tersebut diasumsikan, seiring kekhawatiran geopolitik setelah adanya ancaman terror di Brussel, resiko keluarnya Inggris dari zona Eropa pada referendum mendatang.

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling tampak sempat kembali diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dilaporkan sempat bergerak melemah lebih dari 1%. Juga telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi cross mata uang EUR/ GBP terapresiasi sekitar 0,9%.

Tampaknya pada kondisi mendatang, para produsen, peritel dan universitas Inggris mungkin akan melihat peringkat kredit mereka tergelincir. Hal tersebut bisa terjadi, apabila masyarakat Inggris lebih memilih untuk meninggalkan Uni Eropa, demikian menurut Moody’s Investors Service yang dipimpin oleh Colin Ellis pada hari Selasa.

Apabila ternyata yang terjadi adalah kondisi dimana referendum 23 Juni mendatang menghasilkan keputusan untuk keluar dari Uni Eropa, maka besar kemungkinan angka pertumbuhan ekonomi di Inggris akan melambat. Selain itu, yang akan terjadi di Inggris adalah bahwa pihak pemerintah Inggris harus melakukan tindakan re-negosiasi. Hal tersebut dilakukan, guna memperoleh akses pasar ke negara-negara Eropa.

Hasil dari tindakan tersebut akan membutuhkan waktu bertahun-tahun, demikian menurut laporan lembaga pemeringkat tersebut. “Biaya ekonomi dari Inggris meninggalkan Uni Eropa akan lebih besar dibandingkan potensi keuntungannya,” demikian yang disampaikan oleh tim analis Moody’s Investors.

Sejumlah lembaga, temasuk juga pihak dari Bank of England (BoE) dan Confederation of British Industry, sebelumnya juga telah memberikan peringatkan. Ke dua lembaga tersebut memberikan peringatan bahwa laju perekonomian Inggris mungkin akan terdampak secara negatif oleh pemutusan hubungan, meskipun usaha kecil cenderung lebih mendukung untuk keluar dari Uni Eropa.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan tampak masih mempertahankan gerak rally beruntun selama 3 hari berturut - turut. Gerak rally dari nilai apresiasi Greenback yang telah terjadi secara beruntun selama kurun waktu 3 hari berturut - turut tersebut terjadi terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dan terhadap mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro.

Gerak rally dari nilai apresiasi Greenback atas mata uang Yen dan Euro tersebut terjadi saat memasuki sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu. Keadaan tersebut terjadi, karena ditopang oleh sinyal untuk kenaikan suku bunga dari petinggi Federal Reserve yang biasanya dovish.

Greenback dilaporkan telah berhasil menguat terhadap hampir semua major currencies di sesi perdagangan pasar pekan. Kondisi tersebut terjadi, setelah Charles Evans, Presiden The Fed bagian Chicago, pada hari Selasa bergabung bersama sejumlah petinggi The Fed lainnya dalam menetahkan ekspektasi kenaikan suku bunga sebanyak satu kali hingga akhir tahun 2016.

Charles Evans telah mengatakan proyeksi yang menunjukkan kenaikan suku bunga sebanyak 2 kali tahun ini adalah merupakan pengaturan yang bagus bagi dirinya. Komentar dari Charles Evans tersebut disampaikan, selisih sehari setelah John Williams dan Dennis Lockhart menyapaikan pernyataan mereka. Ke dua figur penting The Fed tersebut telah mengatakan bahwa tingkat suku bunga mungkin akan naik segera saat pertemuan tanggal 26-27 April.

John Williams adalah merupakan Presiden The Fed bagian San Fransisco. Dennis Lockhart sendiri, adalah Presiden The Fed bagian Atlanta. Charles Evans adalah merupakan seorang petinggi Federal Reserve yang dikenal sebagai seorang yang paling dovish.

Gerak nilai harga di bursa saham Amerika telah dilaporkan ditutup bervariasi pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi atas gerak nilai harga di bursa saham Amerika,,setelah sebelumnya dibuka lebih rendah.

Kondisi tersebut terjadi, karena dampak dari adanya laporan yang memberitakan bahwa, telah terjadi ledakan di ibukota Belgia. Insiden yang terjadi di Belgia tersebut, dilaporkan telah membunuh lebih dari dua lusin orang di wilayah bandara dan metro.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham utama Amerika, tampak mencoba untuk menguat dalam sesi perdagangan intraday pasar. Meski demikian yang terjadi, namun tampak gerak nilai harga melaju cukup berat.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan telah berakhir sekitar 41 poin, dengan berada di kisaran level harga 17,582.57. Kondisi tersebut terjadi, dengan pencapaian gerak nilai harga yang lebih rendah dan telah mengakhiri gerak laju penguatan nilai harga dalam kurun waktu tujuh sesi terakhir.

Gerak nilai harga saham dari Goldman Sachs adalah merupakan kontributor terbesar untuk menunjang gerak penurunan gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average. Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai harga saham dari UnitedHealth berkontribusi terhadap sebagian besar gerak penguatan dari gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Indeks Nasdaq Composite telah ditutup, dengan berakhir menguat hampir sebesar 0.3%. Pencapaian gerak nilai harga indeks saham Indeks Nasdaq Composite tersebut, telah mampu membukukan angka kenaikan dalam kurun waktu lima hari beruntun sejak April tahun lalu, yaitu dengan berada di kisaran level harga 4,821.66.

Gerak nilai harga saham dari perusahaan Apple dilaporkan telah ditutup menguat sekitar 0.76% lebih tinggi. Juga telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga saham dari iShares Nasdaq Biotechnology bergerak menguat sebesar 2.58%.

Gerak nilai harga indeks saham dari indeks S&P 500 dilaporkan telah mengakhiri gerak empat penguatannya 4 kali secara beruntun. Kondisi tersebut terjadi, karena saham perusahaan kebutuhan konsumen pimpin kerugian, untuk berakhir di 2,049.80. Gerak nilai harga saham dari sektor usaha perawatan kesehatan dilaporkan telah ditutup naik sekitar 0.9% untuk memimpin penguatan indeks.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah tampak telah tertekan di awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu (23/ 03/ 2016) ini. Kondisi tersebut terjadi, dengan gerak nilai harga komoditas minyak telah merespon negatif lonjakan suplai minyak mentah di Amerika. Demikian kondsi pergerakan nlai harga komoditas minyak dilaporkan, dengan berdasarkan dari hasil rilis data American Petroleum Institute (API).

Suplai minyak mentah di Amerika dilaporkan telah bertambah sebanyak 8,8 juta barel selama sepekan yang berakhir tanggal 18 Maret, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi para analis. Suplai minyak mentah kembali mendekati rekor tertinggi 532 juta barel setelah selama 5-pekan beruntun terus dilaporkan meningkat.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah minyak mentah mencoba bertahan di dekat level psikologis $41 US/ barel. Apabila gerak nilai harga komoditas minyak mentah terus melemah, maka akan berpotensi menguji kisaran level harga $40.00 US/ barel, sementara resisten terdekat terlihat di kisaran $42.20 US/ barel.

Kondisi kecemasan setelah adanya insiden pengeboman di Brussels, serta adanya kondisi penguatan dari gerak nilai apresisai Greenback, telah pula turut serta berperan dalam membebani gerak nilai harga komoditas minyak mentah. Fokus perhatian dari para pelaku pasar pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu ini akan tertuju pada rilis hasil laporan resmi suplai minyak mentah di Amerika dari Energy Information Administration (EIA).

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Greenback Terkoreksi Kuat, Rupiah Tampak Suram

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD mengalami koreksi yang kuat. Gerak nilai apresiasi Greenback terkoreksi dan melemah terhadap 23 dari 31 major currencies. Dilaporkan bahwa, gerak nilai indeks

Berita 0 Comments

Euro Menuju Penurunan Bulanan Terbesar Dalam 4 Bulan

Euro sedang menuju penurunan bulanan terbesar dalam 4 bulan di tengah spekulasi European Central Bank akan menambah pelonggaran moneter pada pertemuan kebijakan pekan depan. Indeks spot dollar menuju penguatan bulanan

Komoditas 0 Comments

Pasar Amerika Terkoreksi, Minyak Bergerak Menguat

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street, gerak nilai apresiasi mata uang USD dan gerak nilai harga di pasar yield obligasi Amerika dilaporkan dengan secara bersamaan telah bergerak melemah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image