Iran Berencana Akan Gelontor Minyak Ke Dunia, Loonie Menggeliat Kembali

oil-minyak-forex-ayotradingGerak nilai apresiasi mata uang negara Kanada, yang lazim disebut Loonie, dilaporkan tampak bergerak positif. Hal tersebut terjadi, karena adanya gerak rebound nilai harga minyak mentah pada perdagangan pasar di hari Senin kemarin, sehingga membuat gerak nilai apresiasi Loonie atas mata uang USD mampu untuk turut bergerak menguat.

Gerak nilai apresiasi Loonie sedikit beranjak dari level terendah sejak Mei 2004. Apabila gerak nilai harga minyak mampu terus melanjutkan gerak penguatannya, maka gerak nilai apresiasi Loonie berpeluang untuk kembali bergerak menguat. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi Lonnie pada sesi perdagangan pasar hari Senin kemarin bergerak positif, dengan menguat sekitar 0,2% terhadap Greenback.

Selain dari kondisi dari para pelaku pasar yang berfokus pada pergerakan nilai harga minyak, adanya beberada data ekonomi yang dirilis hari Selasa ini dapat memberikan pengaruh signifikan bagi sentimen para pelaku pasar yang tentunya berpengaruh terhadap gerak nilai harga di perdagangan global. Dari wilayah Kanada nanti akan dirilis laporan penjualan manufaktur bulan Oktober. Laporan penjualan manufaktur bulan Oktober Kanada, diperkirakan akan turun sekitar 0,4% dari laporan di bulan sebelumnya.

Sementara dari Amerika nanti akan dirilis laporan data inflasi bulan November yang disinyalir akan stagnan 0%. Untuk laporan angka inflasi Amerika, diperkirakan akan naik sekitar 0,2%. Ekspektasi para pelaku pasar atas kenaikan suku bunga di Amerika akan semakin meningkat jika data inflasi Amerika lebih baik dari perkiraan saat ini.

Stephen Poloz, Gubernur Bank of Canada (BoC), juga dijadwalkan mengadakan konfrensi pers mengenai Financial System Review pada malam nanti. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD telah sempat diperdagangkan di kisaran 1.3716, menjauhi level tertinggi harian yaitu di kisaran level 1.3733.

Perkembangan kondisi ekonomi Australia, pihak berwenang Reserve Bank of Australia (RBA) dalam pertemuan tanggal 1 Desember lalu, telah mengatakan bahwa data domestik akhir-akhir ini secara umum hasilnya adalah positif. Telah dilaporkan bahwa, pihak berwenang dari RBA mengatakan bahwa suku bunga rendah mendukung belanja rumah tangga dan pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang membantu memulihkan perusahaan lokal, walaupun mereka juga menegaskan bahwa inflasi yang lesu berikan outlook untuk ruang lingkup pelonggaran lebih lanjut jika diperlukan.

Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie dilaporkan bergerak merangkak lebih tinggi, sempat diperdagangkan di kisaran level $0.7258 dari kisaran level $0.7242 sebelum laporan dirilis. Meskipun begitu, para anggota mengakui masih ada bukti untuk kapasitas cadangan di dalam ekonomi.

Pemerintah Australia telah mencatat adanya angka kenaikan jumlah pekerja bulanan dua sesi beruntun sejak tahun 1998 setelah menambahkan 71.400 pekerja di bulan November, dan tingkat kepercayaan konsumen naik karena masih lebih tingginya jumlah konsumen yang optimis daripada yang pesimis. Ekspektasi bahwa RBA akan menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang untuk meningkatkan pertumbuhan yang rata-rata masih di bawah telah menjadi moderat, dengan para trader menilai sebesar 44% kesempatan untuk pemangkasan suku bunga di bulan Juni.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD hanya sedikit berubah terhadap mata uang negara Jepang, yaitu mata uang Yen, dan mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro pada hari Selasa. Tentunya hal tersebut terjadi, karena gerak nilai harga minyak mentah dan ekuitas pulih moderat setelah gerak penurunan yang telah terjadi pada kondisi akhir-akhir ini.

Namun, pergerakan nilai apresiasi mata uang USD masih rentan untuk setiap kejutan dari pertemuan dua hari Federal Reserve yang akan berakhir hari Kamis. The Fed diperkirakan oleh para pelaku pasar akan mengambil kebijakan, menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Junichi Ishikawa, analis di IG Securities di Tokyo mengatakan bahwa posisi beli Greenback telah dilikuidasi di pasar lebih cepat dari perkiraan. Mata uang USD dapat menghadapi tekanan tambahan jika Treasuries Amerika kembali dibeli dibalik bukti bahwa siklus kenaikan suku bunga The Fed akan cukup lambat. Mata uang USD bergerak datar di kisaran level 121.00 terhadap mata uang Yen, setelah bergerak menguat dari level terendah 6 pekan di 120.35 pada sesi perdagangan pasar di hari Senin kemarin.

Pada kurun waktu seminggu yang lalu, gerak nilai apresiasi Greenback diperdagangkan lebih tinggi, berada di atas 123 terhadap mata uang Yen. Namun langkah para pelaku pasar yang berwaspada dalam menyikapi kondisi perdagangan pasar global, telah mengurangi posisi beli di mata uang USD. Hal tersebut dilakukan, karena para pelaku pasar menunggu adanya petunjuk mengenai langkah ke depan The Fed yang mungkin akan menambah pengetatan moneter di tahun depan.

Gerak nilai harga di bursa saham Jepang dilaporkan bergerak melemah, terkoreksi turun untuk hari kedua. Hal tersebut terjadi, di tengah kondisi para pelaku pasar yang tengah menunggu untuk keputusan dari The Fed, mengenai kenaikan suku bunga pertama Amerika dalam hampir satu dekade.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei225 dilaporkan telah sempat bergerak turun sekitar 105 poin, atau 0.56%, di kisaran level harga 18755 pada sesi perdagangan pasar Asia hari Selasa pagi tadi. Gerak nilai harga saham sector perbankan, dilaporkan telah memimpin gerak penurunan nilai harga saham Jepang. Gerak nilai harga saham Megabank Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., Mizuho Financial Group Inc. dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc adalah kontributor terbesar untuk gerak kerugian di pasar saham Jepang.

Selain melemahnya gerak nilai harga saham di sektor perbankan, gerak nilai harga saham perusahaan produsen kimia Asahi Kasei Corp juga dilaporkan bergerak melemah, bergerak turun sekitar 4%. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham perusahaan Nippon Electrinc Glass Co telah terkoreksi melemah, dengan bergerak merosot sebesar 3.2%. Gerak pelemahan nilai harga saham individual perusahaan-perusahaan blue chips Jepang inilah, yang turut berkontribusi kuat dalam menyeret gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 untuk bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini.

Kepala analis di SMBC Friend Securities Co. di Tokyo mengatakan bahwa, para pelaku pasar saat ini fokus terhadap perkembangan probabilitas keputusan TheFed. Mereka ingin melihat apakah The Fed akan mengumumkan target kenaikan suku bunga di akhir 2016. Perkiraan dari para pelaku pasar bahwa tingkat suku bunga akan naik pada pekan ini, namun masih belum jelas setelah itu.

Gerak nilai harga di bursa saham China dilaporkan bergerak fluktuatif dalam sesi perdagnagn pasar Asia hari Selasa ini. Gerak nilai harga di bursa saham China yang perdagangan secara tipis terjadi, setelah indeks patokan dilaporkan telah membukukan angka kenaikan terbesar dalamkurun waktu lima pekan.

Indeks Shanghai Composite dilaporkan hanya sedikit berubah gerak nilai harganya, yaitu di kisaran level harga 3.525 pada pagi tadi. Gerak nilai harga di Shanghai Composite Indeks telah naik sekitar 20% dari level terendah bulan Agustus. Hal tersebut terjadi, setelah pemerintah mengambil langkah yang tak terduga untuk menstabilkan pasar ekuias setelah kerugian sebesar $5 triliun US pada awal tahun ini. Mengenai laporan untuk tahun 2015, gerak nilai harga indeks telah naik sekitar 8.8%.

Gerak nilai harga saham produsen material dan perusahaan keuangan, yang menjadi kinerja terbaik pada sesi perdagangan pasar di hari Senin kemarin, saat ketika indeks melonjak sebesar 2.5%, telah berubah sebaliknya. Gerak nilai harga saham produsen material dan perusahaan keuangan justru pada sesi perdagangan pasar hari ini, memimpin gerak penurunan harga di Shangahi Composite Indeks. Volume perdagangan pasar adalah sebesar 31%, di bawah rata-rata pergerakan 30 hari.

Kenaikan suku bunga The Fed, yang bila terjadi, adalah pertama kali dalam hampir sedekade, diperkirakan akan terjadi pada pekan ini. Hal tersebut diasumsikan, setelah ketua The Fed Janet Yellen, memberikan sinyal bahwa ekonomi Amerika siap untuk biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Data akhir-akhir ini telah memberikan bukti terbaru dari stabilnya ekonomi China, membersihkan potensi rintangan untuk biaya pinjaman yang lebih tinggi. Laporan ekonomi pada akhir pekan lalu menunjukkan produksi industri, penjualan retail dan investasi aset tetap semua hasilnya lebih baik dari ekspektasi, mengikuti data yang menunjukkan impor naik moderat dan inflasi konsumen yang naik.

Tingkat belanja pemerintah China dilaporkan melonjak di bulan November pada level lebih dari dua kali lipat dari laju kenaikan untuk pendapatan. Hal ini adalah sebuah sinyal bahwa pemerintah China telah meningkatkan stimulus fiskal mereka.

Belanja fiskal melonjak 25.9% dari setahun yang lalu menjadi 1.61 triliun Yuan atau sekitar $249 miliar. Sementara itu pendapatan dilaporkan naik 11.4% menjadi 1.11 triliun Yuan, demikian menurut yang dilaporkan oleh Kementrian Keuangan China pada hari Senin kemarin.

Gerak nilai harga minyak dilaporkan bergerak rebound hampir sebanyak 2% pada sesi perdagangan pasar hari Senin kemarin. Gerak rebound harga minyak tersebut, berhasil pulih setelah sempat mendekati level rendah 11-tahun. Kondisi ini terjadi, seiring aksi short-covering dalam kecemasan bahwa penurunan terjadi terlalu cepat.

Sebelumnya, kedua minyak jenis Brent dan WTI telah terkoreksi kuat. Kedua jenis minyak tersebut bergerak melemah anjlok gerak nilai harganya, sebesar 4% dan menuju level terendah sejak awal krisis keuangan tahun 2008, sebelum akhirnya berhasil memangkas pelemahan berkat aksi short covering. Output minyak OPEC telah berada dekat rekor tinggi sejak tahun lalu dalam usaha untuk menekan produsen berbiasaya tinggi seperti perusahaan minyak shale di Amerika keluar dari pasar.

Output minyak Amerika telah mengalami penurunan meski tidak banyak, sementara tingkat produksi dari Rusia, produsen minyak besar no-OPEC lainnya, telah meningkat. Suplai minyak OPEC diperkirakan untuk naik sebanyak 1 juta barel/ hari, demikian menurut Morgan Stanley. Hampir semua kenaikan suplai minyak di tahun 2016 akan datang dari Iran, Irak, dan Arab Saudi, demikian ucap Morgan Stanley.

Negara Iran telah menyatakan, bahwa pihaknya akan menaikkan suplai pasokan minyaknya ketika sanksinya dicabut. Pihak Teheran diperkirakan akan menaikkan nilai ekspor minyak mentah dan kondensasi sebanyak 700,000 barel/ hari hingga akhir tahun 2016. Gerak nilai harga minyak telah turun sangat jauh, dan sangat cepat, sehingga mungkin sudah mencapai dasarnya, ucapnya, menambahkan bahwa dirinya memperkirakan gerak nilai harga minyak mentah akan anjlok ke dekat level rendah kembali di akhir Februari saat musim pemeliharaan kilang di musim semi berlangsung.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Aussie Fluktuatif Pasca Data PDB

Aussie bergerak fluktuatif antara penguatan dan pelemahan pasca dirilisnya data produk domestik bruto Australia kuartal kedua yang timbuh diatas estimasi. Biro Statistik Australia melaporkan produk domestik bruto kuartal kedua tumbuh

Fundamental 0 Comments

Emas Terkoreksi Bearish, Imbas Issue Zona Eropa Dan USD

Emas diperdagangkan melemah tajam selama sesi perdagangan Selasa (02/04/2013) setelah beberapa data dari kawasan eropa menunjukkan adanya pelemahan pada aktifitas manufaktur dan peningkatan tingkat pengagguran mencapai level tertinggi pada beberapa

Valuta Major Diprediksi Masih Bisa Tekan USD, Suriah Masih Akan Disuplay Senjata Oleh Rusia

Mata uang USD terlempar dari level puncak 7-pekan terhadap euro pada sesi pasar mingu lalu. Hal tersebut terjadi setelah data krusial ketenagakerjaan Amerika mengecewakan para pelaku pasar. Rilis laporan NFP

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image