Jelang Debat Capres Amerika Greenback Koreksi, Minyak Merangkak Naik

KfQrhDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak melemah terhadap mata uang Yen dan mata uang Euro pada awal sesi perdagangan pasar di hari Senin. Meki demikian, namun gerak nilai apresiasi mata uang USD masih terlihat solid karena fokus saat ini bergeser dari moneter ke resiko politik.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak dengan hati-hati dalam kisaran yang sempit menjelang adanya even politik besar di Amerika. Even besar tersebut berkenaan dengan pemilu Presiden Amerika mendatang, yaitu even debat pertama antara kandidat presiden Amerika yang dapat menentukan pergerakan mata uang dalam waktu dekat.

Gerak nilai apresiasi Greenback melemah terhadap mata uang Yen dan mata uang Euro yang disentuh pada akhir pekan lalu. Hal tersebut terjadi, setelah kondisi pasar dihantui oleh ekspektasi penurunan outlook suku bunga jangka panjang pada pertemuan kebijakan Federal Reserve pada tanggal 20-21 September.

Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan telah sempat terkoreksi turun terhadap mata uang Yen sekitar 0.2% ke level 100.80. Gerak nilai apresiasi Greenback melemah ke level terendah dalam sebulan di kisaran level 100.10 pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis lalu sebelum akhirnya kembali bergerak lebih tinggi ke 101.25 pada akhir pekan lalu.

Terhadap mata uang Euro, gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan telah sempat bergerak melemah sekitar 0.1% ke kisaran level 1.1238. Gerak pelemahan nilai apresiasi Greenback tersebut, telah memperpanjang gerak pelemahan moderat dari sesi perdagangan pasar di hari Jumat setelah perilisan data PMI zoa Euro yang hasilnya optimis.

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street dilaporkan telah ditutup melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street ditutup sesi perdagangannya di hari Jumat, dengan sektor energi anjlok lebih dari 1%.

Hal tersebut terjadi, seiring adanya penurunan tajam dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah. Para pelaku pasar tengah mencerna hasilrilis dari data sektor manufaktur, menyusul rally tajam pada 2 sesi sebelumnya.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan mengalami kondisi pelemahan dengan bergerak anjlok tajam, setelah adanya rilis laporan dari Bloomberg. Bloomberg telah melaporkan bahwa, pihak Arab Saudi memperkirakan tidak akan ada kesepakatan output yang akan dicapai pada pertemuan di Aljazair hari Senin nanti.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dilaporkan telah ditutup turun sekitar 130 poin setelah sempat anjlok sebanyak 137.62 poin pada level rendha sesi. Pelamahan gerak nilai harga indeks saham Dow Jones, dipimpin oleh pelemahan dari gerak nilai harga saham perusahaan Goldman Sachs, 3M dan Apple.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan juga bergerak melemah. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 terkoreksi kuat, dengan bergerak anjlok sekitar 0.6%.

Pelamahan gerak nilai harga indeks saham S&P 500, dipimpim oleh pelemahan dari gerak nilai harga saham perusahaan di sektor energi. Sektor real estat, yang mulai diperdagangkan pekan ini, menguat sekitar 0.4% dan memimpin penguatan pekan ini.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq juga dilaporkan telah pula bergerak melemah sekitar 0.55%. Hal tersebut terjadi, seiring pelemahan dari gerak nilai harga saham Apple yang melemah anjlok sekitar 1.67% pasca laporan dari GfK memicu kecemasan mengenai tingkat penjualan iPhone teranyar.

Ketiga indeks utama Amerika tersebut masih meraih penguatan mingguan sekitar 1%< namun mengakhiri rally selama 3-hari beruntun. PMI sektor manufaktur untuk bulan September dair Markit berada pada 51.4, di bawah level bulan Agustus pada 51.0.

Markit mengatakan bahwa angka bulan September menandai pertumbuhan yang berlanjut pada sektor manufaktur selama 7 tahun. Meski demikian, namun angka tersebut berada di bawah rata-rata sebesar 54.0 dan masih berada dekat level rendah pasca krisis di bulan Mei lalu pada 50.7.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah acuan dilaporkan telah bergerak merangkak naik di sesi perdagangan pasar Asia. Hal tersebut terjadi, setelah Menteri Energi Aljazair menginformasikan bahwa Arab Saudi siap membatasi produksinya pada Januari tahun depan.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI dilaporkan telah bergerak melanjutkan kenaikan yang sudah terjadi di awal pembukaan sesi perdagangan pasar Asia. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI telah sempat terpantau bergerak di kisaran level harga $44.90 US, atau naik 0,94% atau sekitar 42 sen.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah Brent telah turut bergerak naik. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah Brent telah bergerak naik sekitar 0,86% atau 40 sen, dengan berada di kisaran level harga $46,88 US/ barel.

“Arab Saudi siap membatasi produksi di Januari tahun depan,” jelas Menteri Energi Aljazair Noureddine Boutarfa. Arab Saudi menghasilkan 10,69 juta barel/ hari di Agustus lalu jauh melebihi produksi Januari yang hanya 10,2 juta barel. Pernyataan Boutarfa ini mendorong kenaikan Gerak nilai harga komoditas minyak mentah.

Meski demikian, namun perkembangan lebih lanjut akan ditentukan di masa datang karena keputusan Arab Saudi ini harus diikuti produsen besar lainnya seperti pihak Iran. Pihak Iran harus turut serta pula untuk membatasi produksinya agar supaya kenaikan gerak nilai harga komoditas minyak mentah tidak bersifat sementara saja.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Kebijakan The Fed Tak Kuasa Tahan Deflasi

Mata uang yen mengalami pelemahan apresiasinya terhadap USD hingga menyentuh level harga 100.93 di awal sesi perdagangan pasar Asia. Pelemahan yen juga disebabkan oleh adanya publikasi data yang menunjukan meningkatnya

Forex News 0 Comments

Data China Kembali Tenggelamkan Aussie

Aussie melemah pada sesi Asia setelah survei awal manufaktur China menunjukkan hasil penurunan dan itu cukup menyebabkan kegelisahan tentang nilai impor terhadap komoditas utama Australia seperti bijih besi. Indeks awal

Tentukan Arah USD, Pernyataan Yellen Ditunggu Di Sesi Pasar Amerika

Dilaporkan bahwa pada perdagangan pasar di hari Jumat (17/ 10/ 2014) pagi tadi, mata uang USD sedang bergerak menunju arah pelemahan mingguan terhadap sebagian besar major currencies. Hal ini terjadi