Jepang Tertopang BoJ Meeting, Pasar Tunggu Rilis Data Amerika

Jepang Tertopang BoJ Meeting, Pasar Tunggu Rilis Data Amerika

BoJMata uang USD mempertahankan penguatan terhadapmata uang euro, dan menjadi penguatan dalam empat hari beruntun jelang data klaim pengangguran dirilis hari ini. Sementara itu Federal Reserve tetap mempertahankan program stimulus moneter seperti yang telah diprediksi sebelumnya, namun The Fed menghilangkan pernyataan pada bulan Septemebr lalu, mengenai ketatnya kondisi keuangan yang dapat memperlambat perekonomian, memicu spekulasi The Fed akan mengurangi stimulus moneter lebih cepat dari yang diperkirakan. Selain itu The Fed mempertahankan pernyataan tetep mempertahankan tingkat suku bunga mendekati nol selama tingkat pengangguran masih diatas 6,5%, dan selama outlook inflasi tidak lebih dari 2,5%.

Klaim tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir 26 Oktober yang akan dirilis hari ini diperkirakan turun menjadi 341.000 klaim dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 350.000 klaim. Laporan dari Automatic Data Processing Inc. pda hari Rabu kemarin menunjukkan pertumbuhan pekerjaan di sektor swasta Amerika melambat pada bulan Oktober, seiring perusahaan-perusahaan hanya menambah 130.000 pekerjaan, sementara prediksi sebelumnya sebesar 150.000 pekerjaan. Apresiasi EUR/ USD diperdagangkan pada kisaran level harga 1,37255 dengan level tertinggi harian 1,3737 dan terendah 1,3717. Mengenai pergerakan apresiasi harga mata uang GBP/ USD, dilaporkan bahwa sterling melemah di sesi pasar Asia. Hal ini terjadi setelah data kepercayaan konsumen Inggris isyaratkan masih rapuhnya momentum pemulihan ekonomi terbesar No.6 di dunia tersebut. Indeks kepercayaan konsumen turun ke level -11 untuk bulan Oktober, lebih buruk dari prediksi-8 dan publikasi sebelumnya-10. Ini merupakan penurunan indeks kepercayaan untuk pertama kalinya dalam 6 bulan terakhir. Masyarakat memang kini mulai pertimbangkan untuk melakukan pembelian barang dalam nilai yang besar namun mereka tidak begitu optimis dengan outlook perekonomian dan keuangan pribadinya. Konsumen sepertinya semakin pesimis pasca kenaikan harga gas dan listrik di Inggris. Kenaikan harga gas dan listrik cukup mendominasi agenda politik Inggris mengingat biaya hidup meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan upah. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan upah di Inggris masih lebih rendah dari inflasi yang stabil di atas 2%. Ini tentunya sinyalkan konsumen mungkin lebih berhati-hati dalam meningkatkan belanjanya di masa depan. Apresiasi mata uang GBP/USD diperdagangkan pada kisaran harga 1.6020, mencoba menjauhi level tinggi harian 1.6042. Pergerakan mata uang yen berbeda dengan yang tengah dialami sterling. Mata uang yen saat ini tengah menekan apresiasi USD.

Mata uang Jepang, yen, diperdagangkan menguat terhadap USD setelah anjlok selama empat hari beruntun. Mata uang yen menguat menjelang konfrensi pers hasil rapat BoJhari ini. Rapat BoJ diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan moneter dalam rapat kali ini, namun investor akan lebih melihat pernyataan tentang outlook ekonomi Jepang, dan mengenai kebijakan kedepannya. Sedangkan dari Amerika, Federal Reserve yang mengakhiri rapat selama dua hari kemarin juga mempertahankan stimulus moneternya. Namun The Fed menghilangkan pernyataan yang dikeluarkan sebelumnya pada bulan Septemeber, mengenai ketatnya kondisi keuangan yang dapat memperlambat perekonomian. Akibatnya muncul spekulasi Fed akan mengurangi stimulus moneter lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga menguatkan USD. Penguatan mata uang yen juga ditopang oleh adanya data average cash earnings Jepang untuk bulan September yang dirilis naik 0,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya ketika mengalami penurunan, sementara prediksi sebelumnya mengalami penurunan -0,5%. Peningkatan pendapatan periode tahunan tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam tiga bulan terkahir. Apresiasi USD/ JPY diperdagangkan pada kisaran level harga 98,35 dengan level tertinggi harian 98,56 dan terendah 98,33.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Koreksi Aksi Jual Emas Masih Warnai Pasar, Jelang Rilis Data FOMC

Mundurnya mantan Menkeu Amerika, Larry Summers, dalam pencalonan kursi Gubernur Bank Sentral Amerika, atau yang lebih dikenal sebagai Federal Reserve, membuat mata uang USD melemah. Kondisi ini akhirnya memberikan peluang

Berita 0 Comments

Aussie Anjlok Pada Awal Jumat

AussieĀ  anjlok pada awal sesi hari Jumat setelah dirilisnya penilaian yang pesimis teradap outlook ekonomi oleh Reserve Bank of Australia. Reserve Bank of Australia mengatakan bahwa outlook pertumbuhan ekonomi untuk

Komoditas 0 Comments

Para Pelaku Pasar Tengah Tunggu Yellen, Yunani dan Jerman Tunjang Perlemahan Emas dan Euro

Saat ini para pelaku pasar tengah menunggu pidato dari Gubernur The Fed, Jannet Yellen, untuk tanda-tanda kenaikan suku bunga. Dalam sepekan terakhir ini, gerak harga emas tercatat turun. Pada kurun

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image