Kawasan Eropa Tengah Negatif, Pasar Lirik USD

Kawasan Eropa Tengah Negatif, Pasar Lirik USD

285538_488353261222710_45250526_nGerak kenaikan indeks USD telah mencoba kembali pada kisaran 86.00 selama sesi perdagangan hari Selasa (14/ 10/ 2014) kemarin. Dilaporkan bahwa indeks USD diperdagangkan naik 50 poin atau 0.58% berakhir pada 85.80, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 85.88 dan serendah 85.04. Laporan data ekonomi zona eropa dan negara Inggris yang mengecewakan mendorong sentiment para pelaku pasar kembali mempertimbangkan kondisi ekonomi Amerika yang relatif lebih sehat. Mata uang USD menguat terhadap sebagian besar major currencies di tengah spekulasi perekonomian Amerika, yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar dunia yang akan mengalahkan laju negara G-10 lainnya. “Perekonomian Amerika jauh lebih bagus dibandingkan negara G10 lainnya, Mata uang USD akan mendapatkan dukungan lebih,” demikian menurut pendapat dari strategis pasar pada IG Australia, unit IG Group Holdings Plc, Stan Shamu, di Melbourne.

Dalam data yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa laju inflasi di kawasan eropa dan Inggris menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan. Di negara Prancis, Spanyol dan Italia laju inflasi masing-masing negara cenderung menunjukkan kontraksi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Mata uang euro mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari sepekan setelah laporan kemarin menunjukkan output industri zonaeropa anjlok dan laporan bahwa negara Jerman memangkas proyeksi pertumbuhan. Kepercayaan para pelaku pasar jatuh ke posisi terlemah dalam dua tahun karena kekhawatiran resesi bisa meningkat. Dari hasil survey ZEW, Economic Sentiment Jerman dirilis anjlok pada level -3.6. Lebih buruk dari perkiraan dan data sebelumnya pada 1.0 (F) dan 6.9 (P). Survei dari ZEW Economic Sentiment menyebutkan bahwa zona eropa secara keseluruhan dirilis anjlok pada level 4.1. Lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar dan juga dari data sebelumnya yang diharapkan yaitu pada 7.1 (F) dan 14.2 (P). Mata uang poundsterling juga dilaporkan menyentuh level rendah dalam 11 bulan setelah laporan menunjukkan laju inflasi Inggris turun ke level rendah 5 tahun. Kekhawatiran atas pertumbuhan global, khususnya di zona eropa, mampu mengikis kecemasan pasar akan penundaan kenaikan suku bunga Federal Reserve. “Muncul kekhawatiran besar tentang kemana arah perekonomian zona eropa. Jika Anda merevisi turun ekspektasi pertumbuhan global, Amerika jelas bukan merupakan ekonomi yang paling rentan. Dan itu cukup menjadi alasan yang mendukung pemulihan mata uang USD,” demikian menurut Steven Englander, kepala strategi forex G10 pada CitiFX di New York. Dilaporkan juga bahwa mata uang Jepang, yen, dilaporkan melemah untuk kedua harinya setelah indikator teknikal mensinyalkan telah overbought. Dari Australia dilaporkan bahwa pada sesi Asia di hari Rabu (15/ 10/ 2014) ini, mata uang AUD telah diperdagangkan menguat setelah adanya rilisnya laporan survei konsumen dalam negeri dan data harga dari China. Dilaporkan bahwa inflasi harga konsumen China telah alami penurunan di bulan September. Biro Statistik Nasional melaporkan bahwa inflasi harga konsumen telah mengalami penurunan menjadi 1.6%, dari 2.0% di bulan sebelumnya. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa inflasi harga konsumen turun menjadi 1.7%. Sedangkan untuk inflasi harga produsen telah naik menjadi -1.8%, dari -1.2% di bulan sebelumnya. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa inflasi harga produsen turun menjadi -1.4%.

Jadwal Press Conference Mario Draghi, kepala ECB, akan menjadi fokus pasar hari ini. ECB akan membahas seputar stimulus QE yang telah direncakan. Beberapa data Amerika dijadwalkan juga akan dirilis pada sesi perdagangan hari ini. Para pelaku pasar akan kembali melihat perkembangan seputar pertemuan FOMC pada akhir Oktober mendatang, untuk menentukan trend lanjutan, setelah rebound dua minggu ini. Amerika diperkirakan akan menutup program pembelian obligasi bulan ini dan menaikan tingkat suku bunga pada awal tahun 2015.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

USDJPY Lanjutkan Reli Sentuh Titik Tinggi 7-Tahun

Reli Dollar dan resiko penambahan stimulus Jepang menambah keyakinan para pelaku pasar bahwa mata uang Yen dapat melanjutkan pelemahan, sehingga memicu lonjakan USDJPY ke level tertinggi nya dalam 7 tahun

Berita 0 Comments

Yen Lanjutkan Pelemahan Pasca Trade Balance

Nilai tukar Yen – Jepang melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari Selasa (22/4) seiring sebagian investor masih terlihat kecewa pasca rilis defisit neraca perdagangan (trade balance) yang kian membengkak di bulan

Forex News 0 Comments

Data Kuatkan Spekulasi Kebijakan Tapering, USD Tekan Yen

Mata uang USD bergerak menguat ke level tertinggi terhadap mata uang yen dalam lebih dari 6 bulan. Hal ini terjadi seiring para pelaku pasar mempertimbangkan sinyal menguatnya perekonomian akan cukup

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image