Kebijakan ECB Berlawanan Dengan The Fed, Indonesia Lelang Penjualan SUN

0a0aaa011254772Mata uang Australia, yang lazim disebut Aussie, dilaporkan telah beranjak lebih tinggi gerak nilai apresiasinya pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa ini. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie bergerak positif, menuju kenaikan untuk hari ke-2 beruntun. Kondisi ini terjadi, di tengah spekulasi para pelaku pasar bahwa pihak berwenang Reserve Bank of Australia (RBA) akan menahan diri untuk memangkas tingkat suku bunga dalam pertemuan kebijakan hari ini.

Sepanjang kuartal berjalan, gerak nilai apresiasi mata uang Aussie telah mencatat kinerja terbaik di antara mata uang negara-negara G10. Kondisi tersebut terjadi, seiring pasar swap mengabaikan kemungkinan pemangkasan suku bunga RBA yang saat ini berada di level 2%. Hal tersebut tidak lepas dari pernyataan dari Glenn Stevens, Gubernur RBA, pada pekan lalu.

Pada kesempatan di minggu lalu, Glen Stevens telah mengatakan bahwa, jika para pelaku pasar harus mengurangi langkah spekulasi mengenai suku bunga sampai bulan Februari mendatang. Sementara data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa, nilai eksport bersih terhadap GDP meningkat melebihi ekspektasi para pelaku pasar, dengan persetujuan pembangunan di Australia juga mencatat kenaikan.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang negara Australia ini, telah terpantau dengan sempat diperdagangkan sekitar 0,35%. Gerak nilai apresiasi tersebut bergerak lebih tinggi terhadap Greenback. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie telah tercatat bergerak positif, menguat sepanjang 2 bulan terakhir. Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Aussie tersebut, telah bertahan di atas level terendah 6-tahun yang ditorehkan pada bulan September, di tengah anjloknya harga bijih besi.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan kembali bergerak positif. Gerak nilai apresiasi Greenback bergerak solid untuk mencapai level tertinggi dalam hampir 13 tahun terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks USD telah bergerak di kisaran level 100.20. Angka tersebut berada di dekat level puncak di bulan Maret yaitu di level 100.39. Jika gerak nilai aharga indeks USD mampu menembus ke atas dari level tersebut maka itu akan menjadi level yang belum pernah terlihat sejak April 2003. Indeks akhiri bulan November dengan penguatan sebesar 3.4%, ini adalah kenaikan bulanan terbesar kedua pada tahun ini.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan tampak menguat di atas 123.00. Gerak nilai apresiasi ke dua mata uang tersebut, telah mencapai level harga tinggi, dimana untuk pertama kalinya dalam sepekan. Meski demikian, namun pencapaian gerak nilai harga tinggi tersebut, masih di bawah level tertinggi tiga bulan yang di capai di bulan November di 123.77.

Gerak nilai apresiasi dari mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro, dilaporkan tampak masih bergerak lesu oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan yang agresif dari European Central Bank (ECB). Gerak nilai apresiasi mata uang Euro dilaporkan sempat bergerak di kisaran level $1.0575. Angka tersebut berada di dekat level terendah 7 1/2 bulan di 1.0557 yang dicapai pada sesi perdagangan pasar semalam.

Pihak berwenang dari ECB diperkirakan akan menambah stimulus lebih lanjut pada pertemuan mereka di hari Kamis mendatang. Sebaliknya, Federal Reserve telah sinyalkan indikasi kuat untuk naikan suku bunga Amerika pada bulan ini. Para pelaku pasar mengatakan bahwa hanya laporan payroll Amerika yang buruk pada hari Jumat nanti yang dapat membalikan tren. Dalam hal ini, perbedaan kebijakan antara ECB dan The Fed, telah menyebabkan gerak nilai apresiasi mata uang Euro turun sekitar 4% di bulan November. Pergerakan nilai apresiasi mata uang Euro ini, adalah merupakan pergerakan nilai apresiasi mata uang Euro yang terburuk dalam delapan bulan.

Menilik perkembangan perekonomian di Indonesia. Dilaporkan bahwa, pemerintah Indonesia kembali berencana melakukan lelang penjualan lima seri Surat Utang Negara (SUN) pada hari Selasa (1/ 12/ 2015) ini. Kelima seri SUN yang akan dilelang yakni seri SPN12160304 (reopening), SPN12161202 (new issuance), FR0053 (reopening), FR0056 (reopening), dan FR0073 (reopening).

Seri SPN12160304 yang akan jatuh tempo pada 4 Maret 2016, pembayaran bunganya akan dilakukan secara diskonto. Selain itu, pembayaran bunga seri SPN12161202 yang akan jatuh tempo pada 2 Desember 2016 juga akan dilakukan secara diskonto. Sementara, seri FR0053 yang akan jatuh tempo pada 15 Juli 2021 menawarkan tingkat bunga tetap (fixed rate) 8,25 %. Seri FR0056 yang akan jatuh tempo pada 15 September 2026 menawarkan tingkat bunga tetap 8,375 %. Terakhir, seri FR0073 yang akan jatuh tempo pada 15 Mei 2031 menawarkan tingkat bunga tetap 8,75 %.

Direncanakan bila lelang akan dibuka pada Selasa (1/ 12/ 2015) pukul 10.00 WIB dan ditutup pada pukul 12.00 WIB. Pengumuman akan dilakukan pada hari yang sama, sementara setelmen akan dilakukan pada Kamis (3/ 12/ 2015).

Lelang ini bersifat terbuka (open auction) dengan metode harga beragam (multiple price). Lelang akan dilakukan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan dapat menyerap dana antara Rp6 triliun hingga Rp9 triliun dari lelang penjualan kelima seri SUN tersebut. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015.

Gerak nilai harga minyak dilaporkan telah bergerak di dekat level terendah pada awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Selasa ini. Kondisi ini terjadi, seiring para pelaku pasar yakin bahwa masih berlanjutnya produksi yang tinggi dari Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) menjelang pertemuan mereka pada pekan ini.
Nilai kontrak minyak mentah Amerika, dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran harga $41.75 US/ barel. Gerak nilai harga minyak ini, secara umum masih bergerak datar dari harga penutupan terakhir dan turun lebih dari 10% sejak awal November.

Analis dari ANZ mengatakan bahwa fokus pasar pada pekan ini adalah konfrensi OPEC yang ke 168 pada hari Jumat nanti dan cadangan minyak mentah Amerika. Para pelaku pasar saat ini memperkirakan bahwa, cadangan minyak akan turun sampai akhir tahun ini. Estimasi tersebut sejalan dengan pola musiman. Kegagalan dari kondisi tersebut maka kita akan dapat melihat harga minyak WTI turun menembus level harga $40 US/ barel dalam beberapa pekan mendatang.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Laju USD Terkoreksi Sentiment Pasar Global Bahkan Atas Yen, Emas Boleh Jadi Bullish Kembali

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (19/ 06/ 2015) pagi ini, gerak harga emas spot LLG telah mengalami gerak koreksi harga yang masih terbatas. Gerak harga emas belum

CFD News 0 Comments

Pasar Lebih Memilih Emas Dibanding Aussie, Minyak Turut Berimbas Pada Saham Asia

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD tengah memasuki kondisi konsolidasi tanpa ada peristiwa penting yang akan mempengaruhi gerak nilai apresiasi Aussie. Ada sedikit risiko sehingga para pelaku pasar beralih

Forex News 0 Comments

Gerak Nilai Harga Komoditas Minyak Menguat, Greenback Terjerembab Minggu Lalu

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak masih berusaha untuk tetap memperpanjang gerak pelemahannya atas mata uang Kanada, yang lazim disebut dengan istilah Loonie. Pelemahan gerak nilai apresiasi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image