Kebijakan ECB Telah Berimbas Tekan Poundsterling, Pasar Global Turut Koreksi

66190_659233600865427_4414594465686129502_nGerak nilai apresiasi mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro, telah mengalami lonjakan gerak nilai apresiasi terbesar sejak tahun 2009. Hal tersebut terjadi, di tengah kondisi dimana para pelaku pasar yang akan memfokuskan perhatian mereka terhadap laporan payroll Amerika pada hari Jumat ini. Kondisi tersebut terjadi, sebagai akibat dari stimulus yang diharapkan oleh para pelaku pasar dari pihak berwenang European Central Bank (ECB) yang ternyata dirilis dengan tidak sesuai dengan estimasi para pelaku pasar sebelumnya.

Mata uang zona Eropa tersebut, dilaporkan telah bergerak naik sebesar 0.1% menjadi $1.0930 dari hari Kamis, ketika gerak nilai mata uang Euro bergerak melonjak ke $1.0981. Pencapaian angka tersebut adalah merupakan pencapaian level tertinggi sejak 3 November. Gerak nilai apresiasi cross mata uang Euro terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen tampak tidak banyak berubah di 134.13, setelah melonjak sebesar 2.5% di sesi New York, Amerika.

Gerak nilai apresiasi mata uang Euro melonjak sebesar 3.1% terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis kemarin. Kondisi tersebut terjadi, setelah keputusan dari pihak berwenang ECB untuk memperpanjang rencana pelonggaran moneter mereka setidaknya sampai Maret 2017. Pihak berwenang dari ECB juga telah mempertahankan laju pembelian aset bulanan stabil di 60 miliar Euro atau senilai $65 miliar US.

Sebanyak dua pertiga dari ekonom yang disurvei oleh Bloomberg telah memprediksi untuk adanya kenaikan dalam jumlah pembelian aset. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks Greenback telah terkoreksi. Gerak nilai harga indeks USD telah bergerak merosot ke level terendah sejak Maret 2009 pada sesi perdagangan pasar hari Kamis. Hal tersebut terjadi, karena ketua Federal Reserve, Janet Yellen, telah menekankan untuk laju kenaikan bertahap dalam kenaikan suku bunga Amerika.

Analis mata uang di Nomura Holdings Inc. di London mengatakan bahwa fokus para pelaku pasar akan kembali ke data kerja Amerika yang akan dirilis pada malam nanti ketika sesi perdagangan pasar Amerika. Dan pertemuan The Fed yang akan datang, dengan kenaikan suku bunga di bulan Desember kemungkinan akan dilaksanakan. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro dapat menguji ke ki8saran $1.10 mengingat besarnya posisi short yang terakumulasi, namun naik di luar itu tampaknya sulit.

Setelah usai rilis keputusan ECB, spekulasi para pelaku pasar berkembang terkait perubahan kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang diprediksi akan terjadi pada akhir kuartal ketiga tahun depan. Kekhawatiran pejabat BoE akan penguatan Sterling, terutama terhadap Euro, dapat berkurang jika melihat penguatan tajam gerak nilai apresiasi mata uang Euro pada sesi perdagangan pasar hari Kamis.

Gerak nilai mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan telah menghapuskan hampir 1,5% keuntungannya terhadap mata uang Euro. Gerak nilai apresiai mata uang Euro yang rally, usai kebijakan pelonggaran moneter lanjutan dari European Central Bank (EBC) yang ternyata tidak memenuhi ekspektasi para pelaku pasar.

Pada sesi perdagangan pasar Eropa, hasil survei Markit/CIPS untuk sektor jasa Inggris berhasil mengangkat sedikit kemuraman dari data indeks konstruksi dan manufaktur yang mengecewakan. Pentingnya sektor jasa dalam Growth Domestic Product (GDP) di Inggris seharusnya dapat membuat para penentu kebijakan moneter Inggris mempertimbangkan kuatnya perekonmian domestik dalam menghadapi risiko perlambatan ekonomi global. Markit menilai perekonomian Inggris berpotensi untuk berekspansi 0,6% pada kuartal akhir tahun ini, lebih tinggi dari pertumbuhan 0,5% pada kuartal lalu.

Kepala Federal Reserve, Janet Yellen, telah mengulang pandangan yang sama dengan pernyataannya sehari sebelumnya. Pandanga Janet Yellen tersebut adalah, yaitu persyaratan untuk menjalani tingkat suku bunga yang lebih tinggi telah terpenuhi dan Amerika akan secara bertahan melakukan pengetatan moneter setelah kenaikan suku bunga dicanangkan.

Dalam pernyataan tertulis dari Janet Yellen, yang dibacakan dalam kesaksiannya di hadapan salah Komite Gabungan Ekonomi pada hari ini, disampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika dalam setahun atau dua tahun mendatang akan mampu mendukung kondisi yang lebih baik dalam pasar tenaga kerja. Janet Yellen juga menambahkan bahwa dia yakin apabila laju inflasi Amerika akan kembali ke target The Fed. Target The Fed atas laju inflasi Amerika adalah di kisaran 2% jika melihat pertumbuhan positif dalam pasar tenaga kerja serta ekspektasi inflasi jangka-panjang yang cukup kuat.

Janet Yellen mengatakan apabila komite penentu kebijakan moneter Amerika, Federal Open Market Committee (FOMC), akan mengawasi perkembangan inflasi dan memerhatikan tanda-tanda penurunan dalam ekspektasi inflasi, yang sejak bulan April 2012 masih jauh dari target 2% bank sentral. Janet Yellen juga memperingatkan bahwa resiko dari menunggu terlalu lama untuk menaikan suku bunga dapat membuat The Fed pada akhirnya terpaksa menaikkan suku bunga. Kondisi ini dapat mengguncang pasar finansial dan malah menjatuhkan ekonomi dalam resesi global. Pendekatan yang hati-hati menjadi penting mengingat tingkat suku bunga yang nyaris nol %.

Pergerakan nilai harga saham Asia dilaporkan telah dibuka dengan kondisi melemah tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Kondisi tersebut terjadi, karena seiring kondisi dimana para pelaku pasar tengah mencerna hasil dari keputusan kebijakan pihak berwenang ECB dan juga komentar dari Janet Yellen , kepala The Fed semalam.

Mario Draghi, Presiden ECB, pada hari Kamis kemarin telah mengumumkan bahwa langkah-langkah kebijakan moneter yang meleset dari harapan pasar. Kebijakan tersebut yaitu, dimana ECB hanya menurunkan suku bunga deposito sebesar 10 basis poin menjadi minus 0,3% dan memperpanjang program pembelian aset 6 bulan lebih lama menjadi sampai Maret 2017.

Sedangkan dalam sebuah testimoni di depan Kongres Amerika, Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa data ekonomi sejak bulan Oktober masih mendukung proyeksi bank sentral tentang perbaikan pasar pekerjaan yang berkelanjutan.
Janet Yellen juga menegaskan jika kebijakan Fed tetap akan akomodatif meskipun setelah menaikkan tingkat suku bunga. Fokus pelaku pasar global hari Jumat akan tertuju ke data krusial Non Farm Payroll Amerika bulan November, yang diharapkan akan memberikan sinyal lebih jelas tentang potensi kenaikan suku bunga dalam 2 pekan mendatang.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks Shanghai Composite terkoreksi merosot 1% seiring meredanya spekulasi tentang penambahan stimulus oleh Beijing. Sebagian besar sektor perbankan terkoreksi turun lebih dari 1%, dengan saham Bank of China anjlok hingga 3%.

Gerak nilai harga saham dari perusahaan di sektor property China juga bergerak negatif. Gerak nilai haraga saham sektor property yang tengah terkoreksi negatif tersebut, dipimpin penurunan lebih dari 2% saham Vanke, Shanghai Shi Mao, Gemdale, and Poly Real Estate. Kondisi serupa juga terlihat di perdagangan di bursa Hong Kong. Dimana gerak nilai harga indeks saham Hang Seng33 telah terpantau turun sebesar 1,1%.

Sentimen negatif pasar global juga membebani arah perdagangan di pasar saham Jepang. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 telah dilaporkan, menyentuh level terendah 3-minggu. Fokus dari para pelaku pasar juga tengah tertuju ke pengumuman terbaru mengenai merger 3 arah antara Toshiba, Fujitsu, dan spin-off bisnis PC, yaitu perusahaan Sony Vaio.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nikkei225 bahwa ke-3 perusahaan tersebut, tengah mempertimbangkan integrasi operasi PC mereka. Langkah tersebut akan membantu mereka menguasai sekitar 30% dari pangsa pasar Jepang dan melampaui pemimpin pasar saat ini, yaitu NEC Lenovo Jepang. Langkah tersebut juga berpotensi mendongkrak daya saing mereka di perdagangan pasar global.

Sementara di pasar Korea Selatan, gerak nilai harga indeks saham KOSPI juga telah terkoreksi. Gerak nilai harga indeks saham KOSPI tergelincir 0,9%, seiring semua saham blue-chip yang telah diperdagangkan di zona merah. Gerak nilai harga saham perusahaan Samsung Electronics tercatat telah terkoreksi turun sebesar 1,16% sejauh ini. Pelemahan gerak nilai harga saham Samsung Electronics tersebut, juga diikuti oleh penurunan gerak nilai harga saham dari Kepco yaitu sebesar 1,33% dan penurunan sebesar 0,87% dari gerak nilai harga saham Posco.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak, telah bergerak positif. Gerak nilai harga minyak bergerak menguat moderat pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, karena telah didorong oleh gerak pelemahan dari gerak nilai apresiai mata uang USD. Kondisi ini terjadi, menjelang pertemuan OPEC yang tampaknya tidak akan mengubah kebijakan output tinggi.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga minyak mentah Amerika telah diperdagangkan naik 21 sen di $41.29US/ barel. Hal tersebut terjadi, setelah gerak nilai harga berakhir naik 3% pada sesi perdagangan pasar hari Kamis.

Nilai kontrak minyak mentah tampak bergerak choppy menjelang pertemuan kebijakan dari Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) di Vienna pada hari Jumat. Seorang narasumber mengatakan kepada Reuters bahwa OPEC akan mempertahankan output tanpa mengubah batasan kuota produksi sebesar 30 juta barel/ hari.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa hanya sedikit kemungkinan untuk Negara Arab Saudi membuat proposal resmi untuk penguarangan output, dan bergantung pada kerja sama dengan produsen non-OPEC. Analis dari bank ANZ mengatakan bahwa berita kemarin yang menunjukkan bahwa Arab Saudi menurunkan penawaran harga ke Amerika, telah berikan dukungan pandangan bahwa Arab Saudi tidak memiliki niat untuk memangkas produksi dan melepaskan pangsa pasar.

About author

You might also like

Aussie Terkoreksi dari Level Tertinggi Sejak Juni

Pada sesi perdagangan pagi hari ini nilai tukar aussie tampak terkoreksi sedikit setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak bulan Juni (11/09). Aussie masih berada dalam pola bullish di tengah optimisme

USD Sementara Masih Akan Terkoreksi Valuta Major

USD mengalami koreksi atas apresiasinya dari berbagai mata uang major. Secara fundamental, kondisi Amerika yang cenderung kondusif masih dilihat oleh pasar merupakan valuta aman. Meski demikian, valuta yang lain dengan

Fundamental 0 Comments

Emas Terkoreksi Turun Di Hari Senin Kemarin, The Fed Kemungkinan Akan Naikkan Suku Bunga

Gerak nilai harga emas naik pada hari Senin dilaporkan telah turun lebih dari satu persen pekan lalu. Hal tersebut terjadi, didukung oleh dolar Amerika yang lebih lemah karena investor menunggu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image