Kebijakan OPEC Dirilis, Pelaku Pasar Cemaskan Inventory Minyak Amerika

Kebijakan OPEC Dirilis, Pelaku Pasar Cemaskan Inventory Minyak Amerika

oil-minyak-forex-ayotradingHarga minyak mentah pada sesi pasar Asia hari Kamis (11/ 09/ 2014) mengalami rebound dari pelemahan harga tadi malam. Pada sesi pasar sebelumnya, harga minyak mentah berjangka berakhir rendah selama 8 bulan. Crude Oil untuk pengiriman pada Oktober turun $1,08 US, atau 1,2%, di kisaran harga $91.67 US/ barel di New York Mercantile Exchange. Angka tersebut merupakan level terendah sejak 9 Januari. Hal ini dipicu oleh keputusan OPEC untuk mengurangi permintaan untuk minyak mentah karena melonjaknya permintaan.

Organisasi negara pengekspor minyak OPEC mengatakan, dalam pandangan minyak bulanan permintaan untuk minyak akan lebih rendah tahun depan. Lonjakan produksi Amerika diharapkan akan dipangkas karena krisis keuangan global. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman pada bulan Oktober diperdagangkan di $91.74 US/ barel, 0,07%, setelah memukul redah semalam. Minyak Brent turun 1,1% menjadi $98,04 US di ICE Futures. Angka tersebut merupakan tingkat harga terendah sejak bulan April 2013. Administrasi informasi energi Amerika menyampaikan laporannya dalam laporan mingguan, bahwa persediaan minyak mentah Amerika menurun sebesar 1,0 juta barel. Persediaan minyak Amerika dari yang sebelumnya tercatat adalah 1,2 juta barel. Hal ini tak dapat dipungkiri, memicu keprihatinan para pelaku pasar yang berkelanjutan dalam sentimen perdagangan minyak. Persediaan total minyak mentah Amerika sendiri adalah sekitar 358.6 juta barel per minggu. Laporan juga menunjukkan bahwa total persediaan gasoline meningkat sebesar 2,4 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan 0,2 juta barel.

Dilansir juga laporan bahwa, Heater oil untuk pengiriman Oktober jatuh 4 sen, atau 1.4%, berakhir di level $2.7533 US/ galon, level harga terendah sejak bulan April 2013. Bensin untuk pengiriman Oktober turun 2 sen, atau 0,9%, untuk $2.5265 US/ galon, yang juga harga terendah sejak November 2013. Para pelaku pasar berharap pernyataan bank sentral Amerika, The Fed, berkenaan dengan kebijakan moneter minggu depan menjadi petunjuk ketika harga naik.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

USD Melemah Atas Major, Issue Obligasi Masih Dominan

Mata uang USD dalam perdagangan hari Senin (08/ 07/ 2013) kemarin kehilangan daya penguatannya. Apresiasi USD berbalik menurun setelah imbal obligasi Amerika naik setelah membaiknya perekonomian Amerika. Hal tersebut ditinjau dari

Forex News 0 Comments

Zona Eropa Dijadikan Perhatian Pelaku Pasar

Euro diperdagangkan mendekati kisaran level harga 1.30 atas USD pada perdagangan hari Rabu (24/ 04/ 2013). EUR/ USD diperdagangkan $1.3016, naik dari sebelumnya di $1.2997. Mata uang euro sempat terkoreksi

Forex News 0 Comments

Draghi Batasi Kebijakan Suku Bunga Negatif, Pasar Asia Terimbas Dampak

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, tetap mempertahankan gerak penguatannya di sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat ini. Dilaporkan bahwa gerak nilai

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image